Ekspor Pinang Jambi Tembus Rp1,3 Triliun, India Jadi Pasar Utama
- account_circle say say
- calendar_month 28 menit yang lalu
- print Cetak

Berdasarkan data sertifikasi Karantina Jambi, ekspor pinang menunjukkan tren peningkatan dalam tiga tahun terakhir.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Ekspor pinang asal Provinsi Jambi menunjukkan tren peningkatan dalam tiga tahun terakhir. Badan Karantina Indonesia (Barantin) mencatat nilai ekspor komoditas tersebut mencapai Rp1,3 triliun pada 2025.
Kepala Karantina Jambi Sudiwan Situmorang mengatakan peningkatan terlihat dari data sertifikasi Karantina Jambi. Pada 2024, tercatat 804 kali pengiriman pinang dengan nilai Rp632,8 miliar.
Nilai tersebut kemudian meningkat lebih dari dua kali lipat pada 2025 menjadi Rp1,3 triliun. Sementara hingga 2026 berjalan, ekspor pinang Jambi telah mencapai Rp787,9 miliar melalui 421 kali pengiriman.
“Berdasarkan data sertifikasi Karantina Jambi, ekspor pinang menunjukkan tren peningkatan dalam tiga tahun terakhir,” kata Sudiwan.
Kinerja ekspor tersebut ditopang produksi pinang Jambi yang cukup besar. Pada 2025, produksi pinang mencapai 32.388 ton yang berasal dari 28.617 keluarga petani.
Salah satu komoditas unggulan Jambi adalah Pinang Betara. Varietas tersebut memperoleh Sertifikat Indikasi Geografis pada Juni 2026. Sertifikasi itu diharapkan memperkuat daya saing pinang Jambi di pasar internasional.
India menjadi salah satu tujuan utama ekspor pinang Indonesia. Namun, eksportir menghadapi sejumlah kebijakan proteksi, termasuk tarif impor hingga 100 persen dan Minimum Import Price (MIP) sebesar INR 351 per kilogram.
Barantin karena itu memperkuat pendampingan kepada pelaku usaha dan UMKM untuk memenuhi persyaratan negara tujuan ekspor. Pendampingan dilakukan antara lain melalui program Go Ekspor dan Klinik Ekspor.
Salah satu eksportir asal Jambi, PT Bintang Timur Serumpun, telah merealisasikan lebih dari 600 kontainer ekspor sejak 2021.
Pemerintah Provinsi Jambi juga mendorong hilirisasi pinang agar daerah tidak hanya mengandalkan ekspor bahan mentah. Pengembangan produk turunan dinilai dapat meningkatkan nilai tambah sekaligus memperbesar manfaat ekonomi bagi petani.
Dengan produksi yang besar dan pasar ekspor yang terus berkembang, pinang berpotensi menjadi salah satu komoditas strategis dalam memperkuat kinerja ekspor serta ekonomi Jambi.
Sumber: Badan Karantina Indonesia (Barantin)/Karantina Jambi.
- Penulis: say say
