Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Said Abdullah Minta Agrinas Batalkan Impor 105 Ribu Mobil Niaga dari Indi

Said Abdullah Minta Agrinas Batalkan Impor 105 Ribu Mobil Niaga dari Indi

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Rab, 25 Feb 2026
  • comment 0 komentar

JAMBISNIS.COM – Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah meminta PT Agrinas Pangan Nusantara membatalkan rencana impor 105.000 unit mobil niaga dari India. Said menilai rencana tersebut berpotensi melemahkan industri otomotif nasional dan tidak sejalan dengan upaya memperkuat perekonomian domestik. Apalagi, pembelian kendaraan itu disebut akan menggunakan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) dengan skema multiyears.

“Aksi korporasi dari dana APBN ini perlu dipikirkan ulang,” kata Said dalam keterangannya, Rabu (25/2/2026).

Menurut Said, Presiden Prabowo Subianto telah mencanangkan sejumlah program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) untuk mendorong ekonomi desa serta memperkuat rantai pasok dalam negeri.

Ia menilai rencana impor dalam jumlah besar mencerminkan belum adanya sinkronisasi dalam penguatan industri nasional, khususnya sektor manufaktur dan otomotif. Said juga menyinggung kajian dari Center of Economic and Law Studies (Celios) yang memperkirakan potensi dampak ekonomi dari kebijakan impor tersebut.

Dalam kajian itu disebutkan adanya potensi penggerusan produk domestik bruto (PDB) hingga Rp39,29 triliun, penurunan pendapatan masyarakat sekitar Rp39 triliun, serta penurunan surplus industri otomotif hingga Rp21,67 triliun.

Selain itu, terdapat potensi pengurangan pendapatan tenaga kerja di seluruh rantai pasok industri otomotif hingga Rp17,39 triliun dan tekanan terhadap penerimaan pajak bersih sebesar Rp240 miliar.

Said turut mempertanyakan komunikasi Agrinas dengan produsen otomotif dalam negeri maupun Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo).

Ia mencatat, angka 105.000 unit hampir setara dengan produksi mobil niaga nasional dalam satu tahun.

Menurut dia, jika pengadaan dilakukan di dalam negeri, kebijakan tersebut berpotensi menggerakkan industri otomotif, menyerap tenaga kerja, dan menciptakan efek berganda bagi perekonomian.

Said juga menekankan pentingnya mempertimbangkan aspek layanan purna jual, ketersediaan suku cadang, dan jaringan bengkel. Ia menilai harga beli yang lebih murah belum tentu efisien jika biaya jangka panjang justru lebih tinggi.

“Lebih bijak jika langkah ini bukan hanya dipikir ulang, tetapi dibatalkan,” ujar Said.

Ia menegaskan, setiap belanja negara harus dihitung manfaat ekonominya bagi industri nasional dan tenaga kerja dalam negeri, bukan semata-mata pertimbangan harga.

  • Penulis: syaiful amri

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Emas di Gerai Pegadaian Dijual Mulai Rp1,253 Juta, Cek Daftar Lengkapnya!

    Emas di Gerai Pegadaian Dijual Mulai Rp1,253 Juta, Cek Daftar Lengkapnya!

    • calendar_month Rab, 15 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas batangan di PT Pegadaian lagi-lagi mengalami lonjakan. Melansir laman resmi Pegadaian pada Rabu (15/10/2025), emas keluaran PT Aneka Tambang Tbk (Antam) naik Rp31.000 menjadi Rp2.596.000 per gram. Logam mulia Antam cetakan 0.5 gram hari ini dipatok Rp1.353.000 dari Rp1.338.000. Sementara bobot 2 dan 5 gram masing-masing dihargai Rp5.126.000 dan Rp12.733.000. Kenaikan […]

  • Wajib Halal Oktober 2026, UMKM Diminta Siap

    Wajib Halal Oktober 2026, UMKM Diminta Siap

    • calendar_month Jum, 6 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah melalui Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) mendorong percepatan sertifikasi halal bagi pelaku usaha menjelang kebijakan Wajib Halal yang berlaku mulai Oktober 2026. Upaya ini menekankan kesiapan pedagang pasar rakyat dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menghadapi kewajiban sertifikasi halal secara menyeluruh. Deputi Bidang Kemitraan dan Standardisasi Halal BPJPH, Abd Syakur, […]

  • Anjlok Lagi! Emas Antam Kini Rp2,878 Juta per Gram

    Anjlok Lagi! Emas Antam Kini Rp2,878 Juta per Gram

    • calendar_month Rab, 18 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas Antam kembali anjlok pada perdagangan Rabu (18/2/2026). Tren penurunan harga sejak 16 Februari, kali ini turun Rp40.000, dari semula Rp2.918.000 menjadi Rp2.878.000 per gram. Begitu pula untuk harga beli kembali (buyback) emas Antam dikutip laman Logam Mulia, kini turun menjadi Rp2.655.000 per gram. Harga emas Antam ini sewaktu-waktu bisa berubah. Transaksi […]

  • 73 Persen Produksi Batu Bara Indonesia Berkualitas Rendah, Hanya 5 Persen Kalori Tinggi

    73 Persen Produksi Batu Bara Indonesia Berkualitas Rendah, Hanya 5 Persen Kalori Tinggi

    • calendar_month Kam, 6 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan sebagian besar produksi batu bara Indonesia masih didominasi oleh batu bara berkualitas rendah. Dari total cadangan batu bara nasional sebesar 31 miliar ton, sekitar 73 persen merupakan batu bara berkalori rendah. Direktur Pembinaan Pengusahaan Batubara Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) ESDM, Surya Herjuna, […]

  • Chery Belum Mau Bicara Soal Pabriknya di Indonesia

    Chery Belum Mau Bicara Soal Pabriknya di Indonesia

    • calendar_month Sen, 8 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Meski telah mengumumkan rencana pembangunan pabriknya di Tanah Air, PT Chery Sales Indonesia (CSI) sampai saat ini masih belum mau berbicara lebih jauh terkait hal tersebut. Belum ada kejelasan apakah nantinya Chery akan membangun pabrik sendiri atau mengambil alih fasilitas PT Handal Indonesia Motor (HIM), yang saat ini menjadi lokasi perakitan beberapa produknya. […]

  • Patok Serapan Anggaran 96 Persen Tahun 2025, Kementerian PKP: Sudah 75,5 Persen

    Patok Serapan Anggaran 96 Persen Tahun 2025, Kementerian PKP: Sudah 75,5 Persen

    • calendar_month Jum, 14 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) mematok serapan pagu anggaran tahun anggaran (TA) 2025 mencapai 96 persen. Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian PKP Didyk Choiroel mencatat realisasi serapan anggaran kementerian telah mencapai Rp 3,98 triliun atau 75,5 persen dari total pagu TA 2025 sebesar Rp 5,27 triliun per 13 November 2025. “Kita sudah 75,5 […]

expand_less