Panen Perdana Cetak Sawah Rakyat Batang Hari Capai 4 Ton per Hektare, Program 502 Hektare Mulai Berbuah
- account_circle say say
- calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
- print Cetak

Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Batang Hari, Roma Uliana di Muara Bulian, Selasa (21/7/2026).(ANTARA/Riski Apriyani).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Program optimalisasi lahan dan cetak sawah rakyat di Kabupaten Batang Hari, Jambi, mulai menunjukkan hasil menggembirakan. Dari total 502 hektare lahan yang menerima bantuan benih padi pada 2026, sekitar 52 hektare telah berhasil ditanami dan sebagian bahkan sudah memasuki masa panen dengan produktivitas mencapai 4 ton gabah per hektare.
Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Batang Hari, Roma Uliana, mengatakan panen perdana berlangsung di Desa Sridadi dan menjadi bukti awal keberhasilan program peningkatan produksi pangan yang dijalankan pemerintah daerah.
“Panen perdana ada di wilayah Desa Sridadi dengan hasil yang cukup memuaskan,” ujar Roma di Muara Bulian dilansir dari Antara, Selasa (21/7/2026).
Menurutnya, meski petani masih menggunakan peralatan pertanian yang sederhana, hasil panen sudah mencapai sekitar 4 ton per hektare. Capaian tersebut dinilai cukup baik untuk tahap awal pengembangan sawah baru.
“Untuk tahap awal hasilnya cukup memuaskan, sekitar 4 ton per hektare. Ini menunjukkan semangat petani sangat tinggi dan potensi lahannya cukup baik,” katanya.
Selain di Desa Sridadi, proses panen juga mulai berlangsung di sejumlah lokasi di Kecamatan Batin XXIV. Pemerintah Kabupaten Batang Hari optimistis seluruh lahan penerima program dapat segera ditanami sehingga target peningkatan produksi padi daerah dapat tercapai.
Hingga saat ini, masih terdapat sebagian lahan yang belum memasuki masa tanam. Untuk mempercepat realisasi program, DTPHP Batang Hari terus mengerahkan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) guna memberikan pendampingan kepada kelompok tani.
Pendampingan dilakukan dengan mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi petani, mulai dari kondisi lahan, sistem pengairan, hingga persoalan teknis budidaya di lapangan.
“Kami terus mendampingi petani dan mencari solusi terhadap setiap kendala agar seluruh lahan yang sudah dibuka dan mendapat bantuan pemerintah bisa segera ditanami,” jelas Roma.
Program optimalisasi lahan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan luas tanam sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah. Dengan tambahan areal sawah baru, produksi padi di Batang Hari diharapkan terus meningkat sehingga mampu mendukung target swasembada pangan nasional.
Pemerintah Kabupaten Batang Hari berharap investasi yang telah digelontorkan melalui pembukaan lahan, bantuan benih, dan pendampingan teknis dapat memberikan manfaat nyata bagi petani, meningkatkan produktivitas pertanian, serta mendorong kesejahteraan masyarakat di sektor pangan.
- Penulis: say say


