Breaking News
light_mode
Beranda » Perbankan » BI Waspadai Dampak Shutdown AS ke Pasar Keuangan Indonesia

BI Waspadai Dampak Shutdown AS ke Pasar Keuangan Indonesia

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Sab, 25 Okt 2025
  • comment 0 komentar

JAMBISNIS.COM – Bank Indonesia (BI) mewaspadai potensi dampak dari government shutdown atau penutupan pemerintahan Amerika Serikat (AS) terhadap stabilitas pasar keuangan global, termasuk Indonesia. Kondisi ini dinilai mencerminkan masih tingginya ketidakpastian ekonomi dunia. Government shutdown terjadi ketika Kongres AS gagal meloloskan anggaran sebelum tahun fiskal berakhir pada 30 September, menyebabkan sebagian besar layanan federal berhenti beroperasi.

Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI, Juli Budi Winantya, menjelaskan bahwa shutdown di AS bisa memengaruhi berbagai indikator ekonomi global.

“Kalau shutdown terjadi, dampaknya bisa ke defisit fiskal yang lebih besar, lalu berpengaruh ke ekspektasi yield, tingkat pengangguran, dan persepsi pasar,” ujar Juli dalam Media Gathering di Bukittinggi, Jumat (24/10).

Menurutnya, kenaikan pengangguran di AS dapat mendorong The Federal Reserve (The Fed) menurunkan suku bunga, yang akan berdampak pada pasar keuangan dunia, termasuk nilai tukar dan instrumen keuangan di Indonesia.

“Ketidakpastian bisa muncul dari kondisi fiskal AS, tapi respons kebijakan moneter The Fed juga ikut berpengaruh,” tambahnya.

Sementara itu, Ekonom Bahana TCW Investment Management, Emil Muhammad, menilai sejauh ini shutdown belum memberikan dampak nyata pada pasar global. Pemerintah AS masih menjalankan fungsi penting seperti pembayaran bunga utang, sehingga risiko penurunan peringkat kredit masih terhindar.

“Kalau pun ada dampak terhadap Indonesia, arahnya pasti berasal dari pasar Amerika dulu yang bergejolak,” kata Emil.

Ia juga menambahkan bahwa indeks saham Dow Jones masih menguat dan pasar obligasi AS tetap stabil, menandakan kondisi pasar masih relatif aman.

“Volatilitas dolar AS juga terjaga, jadi dampak rambatan ke Indonesia harusnya minim,” imbuhnya.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump membekukan anggaran sebesar USD 26 miliar (sekitar Rp 432 triliun) untuk negara bagian yang dikuasai Partai Demokrat, termasuk proyek transportasi dan energi hijau. Langkah ini disebutnya sebagai upaya efisiensi anggaran federal.

  • Penulis: syaiful amri

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Loyo! Rupiah Melemah 0,26% ke Rp 16.605

    Loyo! Rupiah Melemah 0,26% ke Rp 16.605

    • calendar_month Rab, 8 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Rupiah masih melemah. Siang ini rupiah ada di level Rp 16.605 per dolar Amerika Serikat (AS), melemah 0,26% dari sehari sebelumnya yang ada di Rp 16.561 per dolar AS. Mayoritas mata uang negara Asia melemah terhadap dolar AS siang ini. Won Korea mencatat pelemahan terdalam 0,41%, disusul yen Jepang yang melemah 0,29%, dolar […]

  • IHSG Menguat 20,53 Poin ke Posisi 8.294

    IHSG Menguat 20,53 Poin ke Posisi 8.294

    • calendar_month Jum, 24 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat sebesar 20,53 poin (0,25%) ke posisi 8.294,89 pada sesi pertama, Jumat (24/10/2025). IHSG hari ini menghijau di rentang 8.291–8.310. Penguatan IHSG ini disokong hampir seluruh indeks sektoral. Sektor dengan penguatan terbesar dicetak IDX Properti dan Real Estate yang melonjak 3,78% di awal sesi pertama. Berikutnya ada […]

  • 187 Pendaki Termasuk Tim Kemenpar Berhasil Dievakuasi

    187 Pendaki Termasuk Tim Kemenpar Berhasil Dievakuasi

    • calendar_month Jum, 21 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Erupsi Gunung Semeru yang terjadi pada Rabu, 19 November 2025, membuat 187 pendaki, termasuk rombongan dari Kementerian Pariwisata (Kemenpar), sempat terjebak di Ranu Kumbolo. Keberadaan Tim tersebut saat itu sedang bertugas membuat materi promosi wisata namun terjadi erupsi saat itu. Staf Ahli Menteri Pariwisata Bidang Manajemen Krisis Kemenpar, Fadjar Hutomo, memastikan seluruh anggota […]

  • Forum Pemred Dorong Program “No Tax for Knowledge” untuk Jaga Kualitas Informasi

    Forum Pemred Dorong Program “No Tax for Knowledge” untuk Jaga Kualitas Informasi

    • calendar_month Ming, 16 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Forum Pemimpin Redaksi (Forum Pemred) Indonesia menginisiasi gerakan “No Tax for Knowledge”, sebuah dorongan relaksasi pajak bagi industri media guna menjaga keberlanjutan institusi jurnalistik dan memastikan masyarakat terus mendapatkan informasi yang kredibel. Ketua Forum Pemred, Retno Pinasti, menjelaskan bahwa media yang terverifikasi dan konsisten menyampaikan edukasi publik memerlukan dukungan kebijakan fiskal agar tetap […]

  • KSPM Universitas Jambi Dorong Literasi Investasi, Cetak Generasi Muda Cerdas Finansial

    KSPM Universitas Jambi Dorong Literasi Investasi, Cetak Generasi Muda Cerdas Finansial

    • calendar_month Jum, 17 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Upaya memperluas literasi keuangan di kalangan generasi muda terus digencarkan. Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) Universitas Jambi menggelar kegiatan “KSPM Insight Room: Spesial Nobar Capital Market and Summit Expo 2025” di Paviliun Jambi Business Center, Jumat (17/10). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Peringatan 48 Tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia, yang diselenggarakan […]

  • Tito Karnavian: Koperasi Desa Jadi Kunci Pengendalian Inflasi dan Stabilitas Harga di Daerah

    Tito Karnavian: Koperasi Desa Jadi Kunci Pengendalian Inflasi dan Stabilitas Harga di Daerah

    • calendar_month Sel, 28 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menilai Koperasi Desa (Kopdes) memiliki peran strategis dalam mengendalikan inflasi daerah. Menurutnya, Kopdes dapat menjadi saluran distribusi baru bagi program-program strategis pemerintah yang langsung menyasar masyarakat lapisan terbawah. Tito menuturkan, selama ini salah satu persoalan utama dalam kebijakan pengendalian harga adalah saluran distribusi yang tidak merata hingga […]

expand_less