Laba Bersih Bank Danamon Indonesia Tembus Rp1,1 Triliun, Kredit dan CASA Tumbuh di Kuartal I-2026
- account_circle darmanto zebua
- calendar_month 2 jam yang lalu

Gedung Bank Danamon Indonesia di Jakarta. Perseroan mencatat laba bersih Rp1,1 triliun pada kuartal I-2026, ditopang pertumbuhan kredit dan penghimpunan dana.
JAMBISNIS.COM – Bank Danamon Indonesia mencatat kinerja positif pada awal 2026. Laba bersih konsolidasian mencapai Rp 1,1 triliun pada kuartal I-2026, tumbuh 35 persen secara tahunan. Kinerja ini ditopang pertumbuhan kredit, penghimpunan dana, serta perbaikan kualitas aset. Laba operasional bank tercatat sebesar Rp 1,6 triliun, didorong efisiensi biaya kredit yang membaik 13 persen.
Direktur Utama Danamon, Nobuya Kawasaki, menyebut perseroan mampu menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan prinsip kehati-hatian. “Pertumbuhan terjadi di seluruh lini, dengan kualitas aset tetap terjaga,” ujarnya, Kamis, 30 April 2026.
Hingga akhir Maret 2026, total kredit dan trade finance mencapai Rp 216,2 triliun, naik 9 persen. Pertumbuhan tertinggi berasal dari segmen enterprise banking dan financial institution yang naik 11 persen, disusul SME 9 persen, consumer banking 7 persen, serta pembiayaan otomotif melalui Adira Finance sebesar 5 persen.
Di sisi pendanaan, dana pihak ketiga yang terdiri dari giro, tabungan (CASA), dan deposito mencapai Rp 176,1 triliun, tumbuh 16 persen secara tahunan.
Dari sisi profitabilitas, pendapatan operasional sebelum pencadangan (PPOP) mencapai Rp 2,6 triliun atau naik 12 persen. Margin bunga bersih (NIM) tercatat di level 7,6 persen.
Kualitas aset tetap terkendali. Rasio kredit bermasalah (NPL) bruto berada di level 1,6 persen, membaik dibandingkan tahun lalu. Sementara rasio cakupan NPL meningkat menjadi 290,6 persen.
Namun, rasio loan at risk (LAR) tercatat 8,2 persen, naik dibandingkan periode sebelumnya. Kenaikan ini menunjukkan tekanan risiko yang masih perlu diantisipasi di tengah ekspansi kredit.
Di sektor otomotif, sinergi pembiayaan dengan Adira mencatat lonjakan 36 persen. Sementara layanan digital melalui aplikasi D-Bank PRO juga tumbuh pesat, baik dari sisi jumlah maupun nilai transaksi.
Manajemen menilai digitalisasi dan penguatan ekosistem bisnis menjadi kunci untuk menjaga pertumbuhan berkelanjutan di tengah dinamika ekonomi global.
- Penulis: darmanto zebua


