Jumat, 7 Agu 2026
light_mode
Beranda » Perbankan » Laba Bersih Bank Danamon Indonesia Tembus Rp1,1 Triliun, Kredit dan CASA Tumbuh di Kuartal I-2026

Laba Bersih Bank Danamon Indonesia Tembus Rp1,1 Triliun, Kredit dan CASA Tumbuh di Kuartal I-2026

  • account_circle darmanto zebua
  • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Bank Danamon Indonesia mencatat kinerja positif pada awal 2026. Laba bersih konsolidasian mencapai Rp 1,1 triliun pada kuartal I-2026, tumbuh 35 persen secara tahunan. Kinerja ini ditopang pertumbuhan kredit, penghimpunan dana, serta perbaikan kualitas aset. Laba operasional bank tercatat sebesar Rp 1,6 triliun, didorong efisiensi biaya kredit yang membaik 13 persen.

Direktur Utama Danamon, Nobuya Kawasaki, menyebut perseroan mampu menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan prinsip kehati-hatian. “Pertumbuhan terjadi di seluruh lini, dengan kualitas aset tetap terjaga,” ujarnya, Kamis, 30 April 2026.

Hingga akhir Maret 2026, total kredit dan trade finance mencapai Rp 216,2 triliun, naik 9 persen. Pertumbuhan tertinggi berasal dari segmen enterprise banking dan financial institution yang naik 11 persen, disusul SME 9 persen, consumer banking 7 persen, serta pembiayaan otomotif melalui Adira Finance sebesar 5 persen.

Di sisi pendanaan, dana pihak ketiga yang terdiri dari giro, tabungan (CASA), dan deposito mencapai Rp 176,1 triliun, tumbuh 16 persen secara tahunan.

Dari sisi profitabilitas, pendapatan operasional sebelum pencadangan (PPOP) mencapai Rp 2,6 triliun atau naik 12 persen. Margin bunga bersih (NIM) tercatat di level 7,6 persen.

Kualitas aset tetap terkendali. Rasio kredit bermasalah (NPL) bruto berada di level 1,6 persen, membaik dibandingkan tahun lalu. Sementara rasio cakupan NPL meningkat menjadi 290,6 persen.

Namun, rasio loan at risk (LAR) tercatat 8,2 persen, naik dibandingkan periode sebelumnya. Kenaikan ini menunjukkan tekanan risiko yang masih perlu diantisipasi di tengah ekspansi kredit.

Di sektor otomotif, sinergi pembiayaan dengan Adira mencatat lonjakan 36 persen. Sementara layanan digital melalui aplikasi D-Bank PRO juga tumbuh pesat, baik dari sisi jumlah maupun nilai transaksi.

Manajemen menilai digitalisasi dan penguatan ekosistem bisnis menjadi kunci untuk menjaga pertumbuhan berkelanjutan di tengah dinamika ekonomi global.

  • Penulis: darmanto zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kompensasi Energi Dibayar 70 Persen Tiap Bulan Mulai 2026, Bantu PLN dan Pertamina Tanpa Bebani APBN

    Kompensasi Energi Dibayar 70 Persen Tiap Bulan Mulai 2026, Bantu PLN dan Pertamina Tanpa Bebani APBN

    • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNSI.COM – 70 persen setiap bulan mulai tahun 2026. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut langkah ini akan memperbaiki arus kas PT PLN (Persero) dan PT Pertamina (Persero) tanpa menambah beban terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Purbaya menjelaskan, mekanisme baru ini akan dilakukan setiap bulan hingga September. Sisa pembayaran sebesar 30 persen akan […]

  • Emas Pegadaian Kompak Terkoreksi! Lebih Murah? Cek Disini

    Emas Pegadaian Kompak Terkoreksi! Lebih Murah? Cek Disini

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas yang dipasarkan melalui Pegadaian kompak mengalami koreksi pada Kamis (30/4/2026). Penurunan terjadi pada tiga produk utama, yakni Antam, UBS, dan Galeri24. Berdasarkan data yang diperoleh Jambisnis.com dari laman Sahabat Pegadaian, harga emas UBS turun menjadi Rp2.792.000 per gram. Sementara itu, emas Antam berada di level Rp2.896.000 per gram, dan Galeri24 turun […]

  • China Dukung Restrukturisasi Utang Proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung

    China Dukung Restrukturisasi Utang Proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah China menegaskan komitmennya untuk terus mendukung keberlanjutan proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) atau Whoosh, di tengah rencana Indonesia merestrukturisasi utang proyek tersebut. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Guo Jiakun, dalam konferensi pers di Beijing (23/10), menyatakan bahwa proyek kerja sama strategis kedua negara itu berjalan baik sejak diresmikan dua tahun lalu. […]

  • Karet Jambi Bangkit! Ekspor ke Tiongkok Tembus US,57 Juta

    Karet Jambi Bangkit! Ekspor ke Tiongkok Tembus US$5,57 Juta

    • calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Di tengah ekspor Provinsi Jambi yang justru mengalami penurunan pada Juni 2026, karet menjadi salah satu komoditas yang mampu mencuri perhatian. Nilai ekspor karet dan barang dari karet Jambi melonjak 27,64 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Kenaikan tersebut didorong meningkatnya permintaan dari sejumlah pasar utama, terutama Tiongkok, Jepang, dan Amerika Serikat. Badan Pusat Statistik […]

  • Harga Ayam Hidup Anjlok di Awal 2026, Peternak Rakyat Jual Rugi hingga di Bawah Biaya Produksi

    Harga Ayam Hidup Anjlok di Awal 2026, Peternak Rakyat Jual Rugi hingga di Bawah Biaya Produksi

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga ayam hidup di tingkat peternak dilaporkan mengalami penurunan tajam sejak akhir Desember 2025 hingga pertengahan Januari 2026. Kondisi tersebut membuat peternak rakyat tertekan karena harga jual di kandang kini berada jauh di bawah biaya pokok produksi (HPP). Peternak dari Persatuan Peternak Rakyat Mandiri Indonesia (Permindo), Asep Saepudin, mengatakan harga ayam hidup di […]

  • Purbaya Siapkan Rp 2 Triliun per Hari untuk Jaga Rupiah, Pemerintah Intervensi Pasar Obligasi

    Purbaya Siapkan Rp 2 Triliun per Hari untuk Jaga Rupiah, Pemerintah Intervensi Pasar Obligasi

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah menyiapkan dana sekitar Rp 2 triliun per hari untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah melalui intervensi di pasar obligasi. Langkah ini dilakukan di tengah tekanan pasar global terhadap mata uang domestik. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah akan aktif masuk ke pasar obligasi melalui skema Dana Stabilisasi Obligasi (Bond Stabilization Fund). […]

expand_less