Jumat, 6 Nov 2026
light_mode
Beranda » Ekonomi » Banyak Toko Baju Gulung Tikar, Begini Cara Bertahan di Tengah Gempuran Belanja Online

Banyak Toko Baju Gulung Tikar, Begini Cara Bertahan di Tengah Gempuran Belanja Online

  • account_circle say say
  • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Dulu, setiap akhir pekan menjadi waktu yang ditunggu pemilik toko pakaian. Pembeli datang, melihat-lihat rak, memilih ukuran, mencoba baju, lalu pulang membawa kantong belanja. Sekarang ceritanya mulai berbeda. Banyak orang cukup duduk di rumah sambil menggulir layar ponsel. Model pakaian muncul silih berganti. Harga bisa dibandingkan dalam hitungan detik. Belum lagi ada gratis ongkir, potongan harga, hingga berbagai promo yang membuat belanja online terasa semakin menarik.

Perubahan kebiasaan tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi toko pakaian konvensional. Terlebih, pakaian bukan kebutuhan yang dibeli masyarakat setiap hari. Ada masa ketika toko ramai, ada pula masa ketika pengunjung bisa dihitung dengan jari.

Menjelang Lebaran misalnya, permintaan pakaian biasanya meningkat. Begitu pula menjelang Natal bagi masyarakat yang merayakannya. Momen pernikahan, wisuda, tahun baru dan berbagai acara keluarga juga bisa menjadi pemicu meningkatnya penjualan.

Di luar momentum tersebut, pemilik toko harus memutar otak agar pemasukan tidak ikut berhenti.

Di sinilah cara berpikir pemilik usaha perlu berubah.

Toko pakaian tidak cukup hanya mengandalkan lokasi strategis dan pelanggan yang datang secara langsung. Toko harus hadir di tempat pelanggan menghabiskan waktunya: ponsel.

Media sosial bisa dimanfaatkan bukan hanya sebagai etalase, tetapi sebagai tempat membangun hubungan dengan calon pembeli.

Misalnya, toko membuat video sederhana tentang cara memadukan satu celana dengan beberapa atasan. Atau memperlihatkan bagaimana satu model pakaian bisa digunakan untuk bekerja, nongkrong, hingga menghadiri acara keluarga.

Konten seperti itu membuat toko tidak sekadar menjual pakaian, tetapi membantu konsumen menemukan gaya yang mereka inginkan.

Namun, masuk ke dunia digital juga bukan berarti perang harga.

Jika semua toko berlomba menjadi yang termurah, keuntungan semakin tipis. Pemilik usaha justru perlu mencari pembeda. Bisa dari pilihan produk, pelayanan, kualitas, kemasan, hingga karakter toko yang mudah diingat.

Pelanggan yang pernah membeli juga perlu dirawat. Mereka bisa diberikan informasi koleksi baru, voucher pembelian berikutnya atau penawaran khusus pada momentum tertentu.

Dengan begitu, hubungan dengan pelanggan tidak berhenti setelah transaksi selesai.

Pada akhirnya, tantangan toko pakaian hari ini bukan karena masyarakat berhenti membeli baju. Masyarakat tetap membeli, tetapi cara mereka menemukan dan membeli baju sudah berubah.

Karena itu, toko yang ingin bertahan harus ikut berubah. Bukan meninggalkan toko fisik, melainkan menjadikan toko fisik dan digital sebagai dua pintu yang membawa pelanggan menuju bisnis yang sama.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Apakah Epilepsi pada Anak Bisa Sembuh? Ini Penjelasan Medis Lengkapnya

    Apakah Epilepsi pada Anak Bisa Sembuh? Ini Penjelasan Medis Lengkapnya

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Epilepsi pada anak kerap menimbulkan kekhawatiran bagi orang tua, terutama terkait peluang kesembuhan dan lamanya pengobatan yang harus dijalani. Sejumlah studi medis menunjukkan bahwa epilepsi tidak selalu bersifat permanen, namun peluang sembuh bergantung pada jenis, penyebab, dan respons terhadap terapi. Menurut World Health Organization (WHO), epilepsi merupakan salah satu gangguan neurologis paling umum […]

  • Aston Villa Hajar Manchester United 2-1, MU Gagal Dekati Lima Besar

    Aston Villa Hajar Manchester United 2-1, MU Gagal Dekati Lima Besar

    • calendar_month Senin, 22 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Aston Villa sukses menaklukkan Manchester United (MU) dengan skor 2-1 dalam lanjutan Liga Primer Inggris yang digelar di Villa Park, Birmingham, Minggu (21/12/2025). Kemenangan ini membuat The Villans terus menempel papan atas klasemen, sementara MU harus menunda ambisi menembus lima besar. Dua gol kemenangan Aston Villa dicetak oleh Morgan Rogers pada menit ke-45 […]

  • Harga Emas Pegadaian Hari Ini Kompak Naik, Antam Tembus Rp2,609 Juta per Gram

    Harga Emas Pegadaian Hari Ini Kompak Naik, Antam Tembus Rp2,609 Juta per Gram

    • calendar_month Rabu, 28 Okt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas yang dijual melalui Pegadaian kompak mengalami kenaikan pada perdagangan Rabu (28/10/2026). Tiga produk logam mulia, yakni Antam, UBS, dan Galeri24, mencatatkan harga lebih tinggi dengan nominal yang berbeda-beda. Mengacu pada data laman resmi Pegadaian, harga emas Antam menjadi yang tertinggi di antara ketiga produk tersebut. Emas Antam ukuran 1 gram kini […]

  • Bank Dunia Nilai Dampak Tarif AS terhadap Ekspor RI Relatif Kecil

    Bank Dunia Nilai Dampak Tarif AS terhadap Ekspor RI Relatif Kecil

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bank Dunia menilai dampak kebijakan global Amerika Serikat (AS) termasuk kebijakan tarif, terhadap kinerja ekspor Indonesia relatif terbatas. Kepala Ekonom Bank Dunia untuk Asia Timur dan Pasifik Aaditya Mattoo menjelaskan total tarif yang dihadapi Indonesia saat ini masih di bawah 20 persen, sebanding dengan Vietnam, meski sedikit lebih tinggi dibanding Malaysia dan Thailand. […]

  • IHSG Menguat 0,45 Persen ke 8.318, Pasar Cermati Pidato Trump dan Risiko Geopolitik Global

    IHSG Menguat 0,45 Persen ke 8.318, Pasar Cermati Pidato Trump dan Risiko Geopolitik Global

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Rabu (25/2/2026) pagi di tengah sikap pelaku pasar yang mencermati perkembangan ekonomi dan geopolitik global. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, IHSG naik 37,32 poin atau 0,45 persen ke level 8.318,15. Sementara indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan turut menguat 3,41 poin atau 0,41 […]

  • Jelang UMP 2026, Apindo Ungkap Banyak Perusahaan UKM Tak Mampu Bayar Upah Minimum

    Jelang UMP 2026, Apindo Ungkap Banyak Perusahaan UKM Tak Mampu Bayar Upah Minimum

    • calendar_month Kamis, 11 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menegaskan bahwa pembahasan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2026 harus mempertimbangkan kondisi riil dunia usaha yang mayoritas didominasi oleh Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Ketua Bidang Ketenagakerjaan Apindo, Bob Azam, menjelaskan bahwa sekitar 90 persen perusahaan di Indonesia bukanlah perusahaan besar atau multinasional, melainkan UKM dengan kemampuan finansial terbatas. “Jangan […]

expand_less