Pemerintah Perkuat Skema Penugasan Khusus Ekspor untuk Lindungi Eksportir di Tengah Gejolak Global
- account_circle say say
- calendar_month 2 jam yang lalu
- comment 0 komentar

ILUSTRASI: Kegiatan angkut kontainer ekspor dan impor oleh Samudera Indonesia (dok: SI)
JAMBISNIS.COM – Pemerintah memperkuat skema Penugasan Khusus Ekspor (PKE) sebagai upaya melindungi sekaligus mendorong kinerja eksportir nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global. Langkah ini dinilai penting seiring meningkatnya risiko geopolitik yang memicu gangguan rantai pasok serta fluktuasi pasar internasional. Pemerintah melalui Kementerian Keuangan menegaskan pendekatan adaptif diperlukan agar pelaku usaha tetap mampu bersaing.
Direktur Pengelolaan Risiko Keuangan Negara Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Tony Prianto, mengatakan skema PKE memberikan dukungan strategis bagi eksportir, terutama untuk menjangkau pasar non-tradisional.
Menurut dia, kondisi geopolitik global yang berubah cepat justru membuka peluang baru bagi pelaku usaha dalam memperluas pasar ekspor.
“PKE memberikan tambahan dukungan, baik dari sisi penjaminan ketika pelaku usaha belum memiliki rekam jejak kuat di pasar tujuan, maupun pembiayaan modal kerja,” ujarnya.
Ia menjelaskan, skema tersebut tidak hanya mendorong ekspansi, tetapi juga membantu eksportir yang menghadapi keterbatasan akses pembiayaan dari lembaga keuangan konvensional.
Selain itu, pemerintah juga menggandeng Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia untuk memperkuat mitigasi risiko dalam pembiayaan ekspor. Lembaga ini melakukan pengujian ketahanan portofolio atau stress testing guna mengantisipasi dampak gejolak global.
Direktur Pelaksana Bisnis II Indonesia Eximbank, Sulaeman, mengatakan pihaknya melakukan pemetaan terhadap sektor dan perusahaan yang terdampak, baik akibat gangguan pasar tujuan, rantai pasok, maupun fluktuasi nilai tukar.
Menurut dia, pemilihan instrumen pembiayaan yang tepat menjadi kunci, terutama melalui produk trade finance yang memiliki dasar transaksi jelas, mulai dari pembiayaan bahan baku hingga penjualan.
Dengan sinergi antara kebijakan pemerintah dan lembaga pembiayaan, eksportir diharapkan tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga memanfaatkan peluang di tengah disrupsi global.
- Penulis: say say



Saat ini belum ada komentar