Sabtu, 26 Sep 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Peneliti UGM Ungkap Penyebab Utama Banjir Bandang di Sumatra

Peneliti UGM Ungkap Penyebab Utama Banjir Bandang di Sumatra

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Senin, 1 Des 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh pada akhir November 2025 tak hanya dipicu curah hujan ekstrem. Peneliti Hidrologi Hutan dan Konservasi DAS UGM, Hatma Suryatmojo, mengungkap faktor lain yang tak kalah penting: kerusakan ekosistem hutan di hulu Daerah Aliran Sungai (DAS).

Menurut Hatma, hutan di wilayah DAS berfungsi sebagai penyangga hidrologis. Pohon dan lapisan tanah di hutan berperan seperti spons yang mampu menahan serta menyerap air hujan sebelum mengalir ke sungai. Ia menjelaskan, berbagai penelitian di hutan tropis alami Kalimantan dan Sumatra menunjukkan kemampuan tajuk hutan menahan air hujan mencapai 15–35%, sementara tanah yang masih utuh mampu menyerap 55% air hujan. Dengan demikian, limpasan permukaan yang mengalir ke sungai hanya berkisar 10–20%.

Selain itu, hutan juga mengembalikan 25–40% air hujan ke atmosfer melalui proses evapotranspirasi. Namun, ketika hutan di hulu rusak, seluruh fungsi tersebut hilang.

“Peran hutan untuk intersepsi, infiltrasi dan evapotranspirasi akan hilang. Air hujan tak lagi banyak terserap karena lapisan tanah kehilangan porositas akibat hilangnya jaringan akar. Akibatnya, mayoritas hujan menjadi limpasan permukaan yang langsung mengalir deras ke hilir,” jelas Hatma, dikutip dari laman resmi UGM.

Ia menambahkan, pada hujan ekstrem, hutan yang tersisa pun berpotensi mengalami longsor dan membawa material berupa tanah, batu, hingga batang kayu ke aliran sungai. Material tersebut menumpuk membentuk bendungan alami yang bisa jebol sewaktu-waktu, memicu banjir bandang.

Kondisi diperparah dengan pendangkalan dan penyempitan sungai akibat erosi dari tanah yang tidak lagi ditahan akar pohon.

“Pendangkalan dan penyempitan sungai akibat sedimen ini akhirnya memperbesar risiko luapan banjir. Dengan kata lain, hutan hulu yang hilang berarti hilangnya sabuk pengaman alami bagi kawasan di bawahnya,” kata Hatma.

Ia juga menyoroti deforestasi masif di sejumlah provinsi di Sumatra. Data BPS Aceh dan lembaga lingkungan mencatat hilangnya lebih dari 700 ribu hektare hutan pada 1990–2020.

Di Sumatra Utara, tutupan hutan pada 2020 tinggal 29% atau 2,1 juta ha.

Sumatra Barat, meski masih memiliki 54% kawasan hutan, mencatat laju deforestasi tertinggi. Walhi Sumbar mencatat provinsi ini kehilangan 320 ribu ha hutan primer dan 740 ribu ha tutupan pohon pada 2001–2024, termasuk 32 ribu ha hanya dalam 2024.

Sisa hutan di wilayah tersebut kini berada di lereng curam Bukit Barisan, membuatnya semakin rentan terhadap longsor dan banjir bandang.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • BI Paparkan Daya Tahan Ekonomi RI pada Investor Global

    BI Paparkan Daya Tahan Ekonomi RI pada Investor Global

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Indonesia menegaskan kinerja ekonomi yang berdaya tahan di tengah berbagai krisis. Kinerja ekonomi Indonesia tersebut dinilai memperkuat kepercayaan para pelaku usaha AS yang beroperasi di Asia Tenggara. Hal itu disampaikan dalam sejumlah pertemuan Gubernur Bank Indonesia bersama Menteri Keuangan RI dengan investor global, serta pertemuan dengan US-ASEAN Business Council dan International Monetary Fund […]

  • Rupiah Rebound! Kurs Menguat ke Level  Rp18.070

    Rupiah Rebound! Kurs Menguat ke Level Rp18.070

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Tekanan terhadap nilai tukar rupiah akhirnya mereda. Pada pembukaan perdagangan Rabu (15/7/2026), mata uang Indonesia bergerak menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Penguatan terjadi seiring pelemahan indeks dolar AS. Mengutip Antara, kurs rupiah menguat 21 poin atau 0,12 persen menjadi Rp18.070 per dolar AS. Posisi tersebut lebih tinggi dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya yang […]

  • Menjelang Tahun Baru 2026, Bursa Asia Mixed, Nikkei Melemah Kospi Menguat

    Menjelang Tahun Baru 2026, Bursa Asia Mixed, Nikkei Melemah Kospi Menguat

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bursa saham Asia-Pasifik bergerak beragam pada perdagangan Senin (29/12/2025), menandai awal pekan terakhir perdagangan sepanjang tahun 2025. Minimnya katalis ekonomi utama serta sikap kehati-hatian investor menjelang pergantian tahun membuat pasar cenderung bergerak terbatas. Di Jepang, indeks acuan Nikkei 225 tercatat melemah 0,55 persen, sementara Topix turun 0,26 persen. Pelemahan ini terjadi di tengah […]

  • Pasokan Properti Ritel Jakarta Stagnan di Kuartal III-2025, Okupansi Mal Turun Tipis ke 77,3%

    Pasokan Properti Ritel Jakarta Stagnan di Kuartal III-2025, Okupansi Mal Turun Tipis ke 77,3%

    • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bisnis properti ritel Jakarta masih lesu di kuartal III-2025. Berdasarkan laporan Cushman & Wakefield, tidak ada tambahan proyek baru yang menambah pasokan ruang ritel di ibu kota. Sementara itu, tingkat okupansi mal Jakarta tercatat turun tipis dibanding kuartal sebelumnya. Dalam laporan Jakarta All Sector MarketBeat Reports Q3 2025, total pasokan kumulatif properti ritel […]

  • B50 Resmi Berlaku Juli 2026, 3,5 Juta Ton CPO Disiapkan untuk Biofuel

    B50 Resmi Berlaku Juli 2026, 3,5 Juta Ton CPO Disiapkan untuk Biofuel

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah akan mulai menerapkan program biodiesel 50 persen (B50) pada 1 Juli 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional. Dalam kebijakan ini, sekitar 3,5 juta ton crude palm oil (CPO) dialokasikan sebagai bahan baku utama biofuel. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, kebijakan tersebut merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto untuk […]

  • Harga Emas Melesat Tajam di Pegadaian, Cek Harga Terbarunya Disini!

    Harga Emas Melesat Tajam di Pegadaian, Cek Harga Terbarunya Disini!

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas di Pegadaian mengalami kenaikan yang signifikan pagi ini. Dikutip dari laman resmi Sahabat Pegadaian pada Senin (2/3/2026), harga emas Galeri24 maupun UBS melesat tajam dibandingkan dengan posisi perdagangan sebelumnya. Saat ini Galeri24 dibanderol Rp3.130.000 per gram dari sebelumnya sebesar Rp3.092.000. Emas produksi anak perusahaan Pegadaian tersebut mencatatkan kenaikan sebesar Rp38.000 untuk […]

expand_less