Rabu, 13 Mei 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Peneliti UGM Ungkap Penyebab Utama Banjir Bandang di Sumatra

Peneliti UGM Ungkap Penyebab Utama Banjir Bandang di Sumatra

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Senin, 1 Des 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh pada akhir November 2025 tak hanya dipicu curah hujan ekstrem. Peneliti Hidrologi Hutan dan Konservasi DAS UGM, Hatma Suryatmojo, mengungkap faktor lain yang tak kalah penting: kerusakan ekosistem hutan di hulu Daerah Aliran Sungai (DAS).

Menurut Hatma, hutan di wilayah DAS berfungsi sebagai penyangga hidrologis. Pohon dan lapisan tanah di hutan berperan seperti spons yang mampu menahan serta menyerap air hujan sebelum mengalir ke sungai. Ia menjelaskan, berbagai penelitian di hutan tropis alami Kalimantan dan Sumatra menunjukkan kemampuan tajuk hutan menahan air hujan mencapai 15–35%, sementara tanah yang masih utuh mampu menyerap 55% air hujan. Dengan demikian, limpasan permukaan yang mengalir ke sungai hanya berkisar 10–20%.

Selain itu, hutan juga mengembalikan 25–40% air hujan ke atmosfer melalui proses evapotranspirasi. Namun, ketika hutan di hulu rusak, seluruh fungsi tersebut hilang.

“Peran hutan untuk intersepsi, infiltrasi dan evapotranspirasi akan hilang. Air hujan tak lagi banyak terserap karena lapisan tanah kehilangan porositas akibat hilangnya jaringan akar. Akibatnya, mayoritas hujan menjadi limpasan permukaan yang langsung mengalir deras ke hilir,” jelas Hatma, dikutip dari laman resmi UGM.

Ia menambahkan, pada hujan ekstrem, hutan yang tersisa pun berpotensi mengalami longsor dan membawa material berupa tanah, batu, hingga batang kayu ke aliran sungai. Material tersebut menumpuk membentuk bendungan alami yang bisa jebol sewaktu-waktu, memicu banjir bandang.

Kondisi diperparah dengan pendangkalan dan penyempitan sungai akibat erosi dari tanah yang tidak lagi ditahan akar pohon.

“Pendangkalan dan penyempitan sungai akibat sedimen ini akhirnya memperbesar risiko luapan banjir. Dengan kata lain, hutan hulu yang hilang berarti hilangnya sabuk pengaman alami bagi kawasan di bawahnya,” kata Hatma.

Ia juga menyoroti deforestasi masif di sejumlah provinsi di Sumatra. Data BPS Aceh dan lembaga lingkungan mencatat hilangnya lebih dari 700 ribu hektare hutan pada 1990–2020.

Di Sumatra Utara, tutupan hutan pada 2020 tinggal 29% atau 2,1 juta ha.

Sumatra Barat, meski masih memiliki 54% kawasan hutan, mencatat laju deforestasi tertinggi. Walhi Sumbar mencatat provinsi ini kehilangan 320 ribu ha hutan primer dan 740 ribu ha tutupan pohon pada 2001–2024, termasuk 32 ribu ha hanya dalam 2024.

Sisa hutan di wilayah tersebut kini berada di lereng curam Bukit Barisan, membuatnya semakin rentan terhadap longsor dan banjir bandang.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Bitcoin Telah Rebound Jadi US.000

    Harga Bitcoin Telah Rebound Jadi US$89.000

    • calendar_month Senin, 15 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga Bitcoin kembali tertekan pada perdagangan akhir pekan. Aset kripto terbesar di dunia ini sempat turun ke bawah level US$88.000 di tengah tekanan jual lanjutan, sementara Chairman Strategy Michael Saylor kembali memberi sinyal akan menambah kepemilikan Bitcoin. Mengacu data TradingView, harga Bitcoin sempat anjlok ke level terendah dua pekan di US$87.600 pada perdagangan […]

  • Banjir Bandang Sumatera, BCA Salurkan Bantuan Makanan dan Obat untuk Korban di Medan dan Langkat

    Banjir Bandang Sumatera, BCA Salurkan Bantuan Makanan dan Obat untuk Korban di Medan dan Langkat

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) melalui program Bakti BCA menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk korban banjir bandang di sejumlah daerah di Sumatera Utara. Bantuan diserahkan langsung di Kota Medan dan Kabupaten Langkat yang menjadi wilayah terdampak banjir terbesar. Dalam penyaluran ini, Bakti BCA bekerja sama dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Bantuan diberikan di […]

  • UMK Jawa Barat 2026 Diproyeksi Naik 10,5 Persen, Kota Bekasi Tertinggi dan Banjar Terendah

    UMK Jawa Barat 2026 Diproyeksi Naik 10,5 Persen, Kota Bekasi Tertinggi dan Banjar Terendah

    • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kabar terbaru datang dari sektor ketenagakerjaan. Jika usulan kenaikan upah minimum kabupaten/kota (UMK) 2026 sebesar 10,5 persen disetujui, maka Kota Bekasi akan kembali mencatatkan diri sebagai wilayah dengan UMK tertinggi di Provinsi Jawa Barat, sementara Kota Banjar menjadi yang terendah. Menurut laporan Bisnis.com, kalangan buruh melalui Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mengajukan kenaikan […]

  • PGN Bangun Titik Injeksi Biomethane di Sumatera Selatan, Dukung Transisi Energi Bersih

    PGN Bangun Titik Injeksi Biomethane di Sumatera Selatan, Dukung Transisi Energi Bersih

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) terus memperluas langkah menuju energi bersih dengan mulai membangun titik injeksi biomethane (injection point) di Pagardewa, Sumatera Selatan. Proyek ini menjadi bagian dari upaya strategis PGN dalam mengembangkan energi terbarukan dan mendukung target dekarbonisasi nasional. Direktur Utama PGN, Arief Kurnia Risdianto, menjelaskan bahwa titik injeksi ini berfungsi […]

  • Harga Emas di Pegadaian Turun, UBS dan Galeri24 Segini Harganya

    Harga Emas di Pegadaian Turun, UBS dan Galeri24 Segini Harganya

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Jelang hari raya Idulfitri 1447 H/2026 harga emas di Pegadaian mengalami penurunan. Baik itu produk logam mulia buatan UBS maupun Galeri24, pagi ini kompak turun Rp11.000. Dilansir laman resmi Sahabat Pegadaian, Selasa (17/3/2026), emas UBS menjadi Rp3.015.000 dari semula Rp3.026.000 per gram. Sementara emas Galeri24 dipatok Rp3.001.000 per gram dari sebelumnya di angka […]

  • Harga Emas Antam Turun Rp50.000, Buyback Terkoreksi Tajam

    Harga Emas Antam Turun Rp50.000, Buyback Terkoreksi Tajam

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas produksi Antam kembali mengalami penurunan setelah sempat menguat pada perdagangan sebelumnya. Koreksi ini menjadi perhatian pelaku pasar, terutama investor yang memanfaatkan momentum harga emas harian. Berdasarkan data terbaru dari laman Logam Mulia, Kamis (9/4/2026), harga emas Antam turun Rp50.000 dari sebelumnya Rp2.900.000 per gram menjadi Rp2.850.000 per gram. Tak hanya harga […]

expand_less