Daftar Daerah di Jambi Terdampak Karhutla, Kabut Asap Mulai Menyelimuti
- account_circle say say
- calendar_month 54 menit yang lalu
- print Cetak

Kondisi Udara di Perumahan di Kota jambi pada pagi hari.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Kabut asap dan kondisi udara kabur masih menyelimuti sejumlah wilayah di Provinsi Jambi pada Senin (24/8/2026). Kondisi tersebut terjadi di tengah musim kemarau dan masih adanya aktivitas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah daerah.
Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi udara kabur tercatat di Kota Jambi, Muaro Jambi, Batang Hari, Tanjung Jabung Barat, Tanjung Jabung Timur dan Tebo.
Di Kota Jambi, cuaca hari ini diprakirakan udara kabur dengan suhu 27–34 derajat Celsius dan kelembapan 38–77 persen. Kondisi serupa terjadi di Muaro Jambi dengan suhu 26–34 derajat Celsius.
Batang Hari juga diprakirakan mengalami udara kabur dengan suhu 26–34 derajat Celsius. Sementara Tanjung Jabung Barat berada pada kisaran 25–34 derajat Celsius dan Tanjung Jabung Timur 26–33 derajat Celsius.
Kabupaten Tebo juga diprakirakan mengalami udara kabur dengan suhu 26–32 derajat Celsius.
Sementara itu, kondisi di wilayah barat Jambi relatif berbeda. Kerinci diprakirakan cerah dengan suhu 17–25 derajat Celsius. Kota Sungai Penuh justru berpeluang mengalami hujan ringan dengan suhu 18–24 derajat Celsius.
BMKG sebelumnya menyebut kabut asap yang masuk ke Jambi tidak seluruhnya berasal dari kebakaran di wilayah setempat. Asap dari Sumatera Selatan dan Lampung juga dapat terbawa angin menuju sejumlah wilayah Jambi.
Pergerakan asap sangat bergantung pada arah dan kecepatan angin. Kondisi atmosfer yang relatif kering pada musim kemarau membuat asap lebih mudah bertahan dan menurunkan kualitas udara.
Karhutla di Jambi sendiri masih menjadi perhatian pemerintah daerah. Sejumlah wilayah seperti Muaro Jambi, Sarolangun dan Batang Hari tercatat menjadi daerah dengan aktivitas karhutla.
Kondisi tersebut membuat masyarakat diminta tidak mengabaikan perubahan kualitas udara. Udara kabur tidak selalu berarti seluruhnya disebabkan asap kebakaran, karena dapat pula dipengaruhi kelembapan, partikulat dan kondisi atmosfer. Namun, ketika muncul bersamaan dengan aktivitas karhutla, potensi penurunan kualitas udara tetap perlu diwaspadai.
- Penulis: say say
