Cuaca Jambi Hari Ini 24 Agustus 2026: Udara Kabur dan Kabut Asap Mengintai
- account_circle say say
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

Udara kabur masih menyelimuti Kota Jambi akibat dari Karhutla.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Cuaca di sejumlah wilayah Provinsi Jambi pada Senin (24/8/2026) didominasi kondisi udara kabur, seiring masih berlangsungnya musim kemarau dan dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi udara kabur diprediksi terjadi di sejumlah daerah, termasuk Kota Jambi, Muaro Jambi, Batang Hari, Sarolangun, Tanjung Jabung Barat, Tanjung Jabung Timur dan Tebo.
Sementara itu, hujan ringan berpeluang mengguyur Kerinci dan Kota Sungai Penuh. Hujan ringan juga diprakirakan terjadi di Merangin, Bungo dan Tebo.
Di Kota Jambi, BMKG memprakirakan kondisi udara kabur dengan suhu 27–34 derajat Celsius dan kelembapan 38–77 persen. Kondisi serupa juga terjadi di Muaro Jambi dengan suhu 26–34 derajat Celsius.
Kabupaten Batang Hari diprakirakan mengalami udara kabur dengan suhu 26–34 derajat Celsius. Kondisi udara kabur juga diprediksi terjadi di Sarolangun dengan suhu mencapai 25–34 derajat Celsius.
Berbeda dengan wilayah dataran tinggi, Kerinci diprakirakan mengalami cuaca cerah dengan suhu 17–25 derajat Celsius. Namun, dalam beberapa hari berikutnya wilayah tersebut berpotensi mengalami hujan ringan.
Kota Sungai Penuh juga berpeluang diguyur hujan ringan dengan suhu berkisar 18–24 derajat Celsius.
Kondisi udara kabur di Jambi saat ini juga tidak terlepas dari persoalan karhutla. BMKG Jambi menyebut kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah Jambi tidak seluruhnya berasal dari kebakaran di dalam provinsi.
Asap dari Sumatera Selatan dan Lampung ikut terbawa angin menuju Kota Jambi dan wilayah Jambi bagian timur. Pola angin dari arah tenggara hingga selatan membuat asap bergerak ke arah barat laut hingga utara.
Di sisi lain, karhutla di Jambi masih terjadi. Data BPBD Provinsi Jambi mencatat luas lahan terbakar sejak 1 Januari hingga 19 Agustus 2026 mencapai 658,29 hektare.
Muaro Jambi menjadi wilayah dengan luasan karhutla terbesar, yakni 264,78 hektare, disusul Sarolangun 143,61 hektare dan Batang Hari 95,35 hektare.
Dampaknya mulai terlihat pada kualitas udara. Pemantauan pada Minggu (23/8) pukul 11.00 WIB menunjukkan ISPU Kota Jambi berada di angka 89, atau kategori sedang. Sementara konsentrasi PM2,5 di Muaro Jambi mencapai 168, yang masuk kategori tidak sehat.
Kondisi udara kabur diperkirakan masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan. Bahkan, prakiraan BMKG menunjukkan sejumlah daerah Jambi masih mengalami udara kabur hingga akhir periode prakiraan.
BMKG juga menyebut sebagian besar wilayah Indonesia masih berada dalam kondisi kemarau, sementara fenomena El Niño sangat kuat turut menjadi salah satu faktor yang membuat kondisi kering masih mendominasi. Meski demikian, hujan lokal masih berpeluang terjadi di sejumlah wilayah.
Masyarakat Jambi, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta warga dengan gangguan pernapasan, perlu meningkatkan kewaspadaan ketika kualitas udara memburuk.
Jika kondisi udara terlihat semakin pekat atau berbau asap, masyarakat disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan dan mengikuti informasi kualitas udara serta perkembangan karhutla dari instansi resmi.
- Penulis: say say
