Kamis, 10 Sep 2026
light_mode
Beranda » Ekonomi » Rupiah Ngegas Pagi Ini! Loncat 54 Poin, Sentuh Rp18.134 per Dolar AS

Rupiah Ngegas Pagi Ini! Loncat 54 Poin, Sentuh Rp18.134 per Dolar AS

  • account_circle Darmanto Zebua
  • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Angin segar berembus ke dunia usaha. Nilai tukar rupiah pada Selasa (9/6/2026) pagi dibuka menguat 54 poin atau 0,29 persen ke level Rp18.134 per dolar AS, dari sebelumnya Rp18.188 per dolar AS.

Penguatan ini langsung direspons pelaku usaha di Jambi. Sejumlah pengusaha mengaku mulai melihat celah untuk menekan biaya produksi, terutama yang bergantung pada bahan baku impor.

“Kalau rupiah menguat seperti ini, tentu sangat membantu. Biaya impor bahan baku bisa sedikit ditekan, apalagi untuk usaha yang masih bergantung dari luar negeri,” ujar salah satu pelaku usaha di sektor perdagangan.

Meski penguatannya belum signifikan, pelaku usaha menilai tren ini menjadi sinyal positif. Harapan mulai tumbuh agar stabilitas nilai tukar bisa bertahan dalam beberapa waktu ke depan.

Sementara itu, analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan penguatan rupiah dipengaruhi meredanya eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah (Timteng).

“Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS di tengah menurunnya harga minyak dunia oleh meredanya geopolitik di Timteng dimana Iran dan Israel untuk sementara waktu menghentikan penyerangan,” katanya dikutip dari Antara, Selasa (9/6/2026).

Mengutip Anadolu, pemerintah Iran mengumumkan untuk mengakhiri serangannya terhadap Israel, tetapi dengan mengancam respons keras jika rezim Israel kembali menyerang Lebanon.

Sebagaimana pernyataannya yang disiarkan Kantor Berita Tasnim, angkatan bersenjata Republik Islam Iran mengatakan bahwa Israel dan para pendukungnya “seharusnya mendapat” pelajaran dari respons Teheran yang dilakukan “demi mendukung rakyat Lebanon yang ditindas”.

Namun, mereka memperingatkan bahwa jika agresi Israel berlanjut, khususnya di Lebanon selatan, maka “tindakan yang jauh lebih parah dan menghancurkan akan menanti”.

Surat kabar Israeli Hayom melaporkan bahwa Tel Aviv dan Washington menyampaikan pesan kepada Teheran bahwa tidak akan ada serangan lanjutan dari Israel jika Iran tidak melanjutkan serangan.

“Namun, penguatan akan terbatas mengingat sentimen domestik yang masih negatif. Sentimen yang telah memburuk menjadi krisis kepercayaan,” ungkap Lukman.(*)

  • Penulis: Darmanto Zebua
  • Editor: Darmanto Zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Purbaya Sebut Coretax Bermasalah dan “Aneh”, Ada Integrasi ke Vendor, Ada Apa?

    Purbaya Sebut Coretax Bermasalah dan “Aneh”, Ada Integrasi ke Vendor, Ada Apa?

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengakui sistem perpajakan Coretax masih menghadapi sejumlah persoalan, baik dari sisi teknis maupun desain. Pernyataan tersebut disampaikan menyusul banyaknya keluhan wajib pajak terkait gangguan saat pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan. Purbaya mengatakan, hasil penelusuran awal menunjukkan adanya kejanggalan dalam sistem. Ia menyebut Coretax kerap mengalami gangguan yang membuat […]

  • Aduuuh, 13.402 Penerima Bansos di Jambi Juga Pemain Judi Online Ini Datanya

    Aduuuh, 13.402 Penerima Bansos di Jambi Juga Pemain Judi Online Ini Datanya

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pecandu judol memang tak kenal kelas sosial. Miskin, kaya, pria, wanita, pekerja mapan hingga buruh serabutan ada di sana. Ironisnya dari data yang dibeberkan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) tidak sedikit penerima bansos di Jambi yang terjerumus judi online. Bahkan, mereka dengan berpenghasilan di bawah Rp 5 juta mendominasi jumlah penjudi […]

  • paspor dan perlengkapan travel

    Lepas dari Indonesia, Kini Paspor Timor Leste Lebih Kuat dari Indonesia

    • calendar_month Senin, 10 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Paspor Indonesia “kalah kuat” dari paspor Timor Leste. Daftar Global Passport Power Rank 2025 versi Passport Index menunjukkan, posisi paspor Indonesia ternyata berada di bawah Timor Leste. Berdasarkan data Passport Index 2025, paspor Indonesia berada di peringkat ke-54 dunia dengan akses bebas visa ke 92 negara. Sementara Timor Leste menempati posisi ke-45, dengan […]

  • Jambi Raup Surplus Perdagangan US,12 Miliar, Impor Justru Anjlok

    Jambi Raup Surplus Perdagangan US$1,12 Miliar, Impor Justru Anjlok

    • calendar_month Jumat, 4 Sep 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Neraca perdagangan Provinsi Jambi mencatat surplus besar sepanjang Januari-Juli 2026. Badan Pusat Statistik mencatat selisih ekspor dan impor mencapai US$1,127 miliar. Nilai tersebut berasal dari ekspor kumulatif US$1,203 miliar dan impor US$76,74 juta. Surplus ini menunjukkan ekspor Jambi masih jauh lebih besar dibandingkan kebutuhan impornya. Namun, ada perubahan menarik di sisi impor. Nilai […]

  • Harga Perak Antam Terbang Tinggi

    Harga Perak Antam Terbang Tinggi

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga perak murni Antam terbang tinggi pada Rabu, 14 Januari 2026. Dipantau dari laman Logam Mulia, harga perak Antam melonjak Rp 2.544 ke level Rp 54.900 per gram. Sementara itu, harga dasar perak Antam murni dengan berat 500 gram dipatok sebesar Rp 27.450.000, dengan harga yang termasuk PPN 11% dipatok Rp 30.469.500. Kemudian […]

  • Belasan Siswa di TTU Diduga Keracunan MBG, Hasil Uji Laboratorium Tak Kunjung Keluar

    Belasan Siswa di TTU Diduga Keracunan MBG, Hasil Uji Laboratorium Tak Kunjung Keluar

    • calendar_month Jumat, 19 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Dinas Kesehatan Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, hingga kini masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terkait dugaan keracunan yang dialami belasan siswa sekolah dasar usai mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG). Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Kesehatan TTU, Basilius Haumein, mengatakan hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan dan muntahan siswa belum dirilis […]

expand_less