Sabtu, 15 Agu 2026
light_mode
Beranda » Internasional » Lepas dari Indonesia, Kini Paspor Timor Leste Lebih Kuat dari Indonesia

Lepas dari Indonesia, Kini Paspor Timor Leste Lebih Kuat dari Indonesia

  • account_circle Deddy Rachmawan
  • calendar_month Senin, 10 Nov 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Paspor Indonesia “kalah kuat” dari paspor Timor Leste. Daftar Global Passport Power Rank 2025 versi Passport Index menunjukkan, posisi paspor Indonesia ternyata berada di bawah Timor Leste. Berdasarkan data Passport Index 2025, paspor Indonesia berada di peringkat ke-54 dunia dengan akses bebas visa ke 92 negara. Sementara Timor Leste menempati posisi ke-45, dengan akses bebas visa ke 103 negara.

Timor Leste yang dulu bagian integrasi Indonesia, lepas dari Indonesia pada 20 Mei 2002. Menurut Dinna Prapto Raharja, PhD, praktisi dan pengajar hubungan internasional sekaligus Senior Policy Advisor di lembaga penelitian independen Synergy Policies, peringkat paspor sebuah negara dipengaruhi banyak faktor, mulai dari diplomasi internasional, sejarah, politik luar negeri, ekonomi, hingga kebijakan dua kewarganegaraan.

Dinna bilang, Timor Leste yang berpenduduk sekitar 1,3 juta jiwa memiliki hubungan historis yang kuat dengan Portugal dan negara-negara berbahasa Portugis lain. Karena itu, mereka lebih diterima di Eropa.

“Timor Leste punya sejarah perjuangan kemerdekaan di mana negara-negara tertentu menjadi pendukung utama upaya mereka memerdekakan diri. Karena itu, mereka lebih mudah diterima di Eropa, termasuk dalam pengajuan visa Schengen,” jelas Dinna dilansir CNBC Indonesia, Senin (10/11/2025).

Timor Leste juga menjadi anggota Community of Portuguese Language Countries (CPLP), yang memperkuat posisi diplomatiknya dengan negara-negara seperti Portugal dan Brasil. Selain itu, kata ia, kebijakan dwi kewarganegaraan di Timor Leste juga membuka jalan bagi warganya untuk lebih diterima di banyak negara mitra dengan tingkat “power passport” tinggi, seperti Australia dan negara-negara Eropa.

“Jadi walaupun pendapatan per kapita mereka tidak setinggi Indonesia, jejaring politik dan historis ini membuat akses global warga Timor Leste relatif lebih terbuka,” ujar Dinna.

Dinna menilai, ukuran populasi Indonesia yang jauh lebih besar justru membuat negara lain lebih berhati-hati dalam menerapkan kebijakan bebas visa bagi warga Indonesia.

“Kalau Indonesia, penduduknya jauh lebih besar, maka negara lain juga akan lebih hati-hati membuka pintu. Apalagi Indonesia dikenal memiliki proporsi pekerja migran yang tinggi,” katanya.

Menurut Dinna, perbandingan ranking paspor perlu dipahami pula secara proporsional. Paspor Indonesia, lanjutnya, merepresentasikan posisi negara yang memiliki populasi besar, ekonomi berkembang, serta aktivitas migrasi yang tinggi.

“Peringkat ini menarik untuk melihat seberapa mudah orang Indonesia bisa melakukan mobilitas global, tapi juga menunjukkan kompleksitas tanggung jawab negara terhadap warganya,” tegasnya.

“Jadi ada pertimbangan politik, keamanan, dan ekonomi yang membuat negara lain lebih selektif membuka akses bebas visa bagi warga Indonesia,” ujarnya menambahkan.

  • Penulis: Deddy Rachmawan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harley-Davidson Perluas Pasar ke Segmen Komersial dan Instansi, Bidik Perusahaan hingga Rental

    Harley-Davidson Perluas Pasar ke Segmen Komersial dan Instansi, Bidik Perusahaan hingga Rental

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harley-Davidson mulai mengubah strategi bisnis di Indonesia dengan memperluas pasar ke segmen komersial dan instansi. Langkah ini dilakukan untuk mendongkrak penjualan di tengah kondisi pasar otomotif yang menantang. Operations Director JLM Auto Indonesia, Irvino Edwardly, mengatakan bahwa strategi ini didukung oleh ekosistem internal grup melalui divisi fleet yang telah dimiliki perusahaan induk. “Secara […]

  • Bos Krakatau Steel Minta Negara Hadir Jamin Persaingan Usaha yang Adil di Industri Baja

    Bos Krakatau Steel Minta Negara Hadir Jamin Persaingan Usaha yang Adil di Industri Baja

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS), Akbar Djohan, meminta negara hadir secara aktif untuk menjamin persaingan usaha yang adil guna memulihkan fundamental industri baja nasional. Menurut Akbar, keberhasilan industri strategis seperti baja tidak hanya ditentukan oleh efisiensi korporasi, tetapi juga oleh kepastian regulasi serta penegakan hukum yang konsisten. Hal tersebut dinilai […]

  • Bulog Siapkan Skema Tunjangan Beras untuk ASN hingga TNI-Polri

    Bulog Siapkan Skema Tunjangan Beras untuk ASN hingga TNI-Polri

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Perum Bulog tengah menyiapkan proposal terkait usulan pemberian tunjangan beras bagi aparatur sipil negara (ASN), anggota TNI, dan Polri. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari pembahasan program dukungan pangan yang dirancang pemerintah. Direktur Bisnis Perum Bulog, Febby Novita mengatakan proposal yang disusun saat ini berkaitan dengan kesiapan anggaran yang nantinya akan dialokasikan pemerintah […]

  • BPJS PBI Dicabut, Ratusan Pasien Cuci Darah Terancam

    BPJS PBI Dicabut, Ratusan Pasien Cuci Darah Terancam

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pencabutan kepesertaan BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) membuat ratusan pasien cuci darah di berbagai daerah Indonesia terpaksa kehilangan akses pengobatan vital. Kondisi ini menimbulkan risiko serius bagi pasien penderita gagal ginjal kronis dan penyakit katastropik lainnya. Salah satu korban, Sartini, perempuan asal Banyumas, Jawa Tengah, telah menjalani cuci darah sejak April 2025. […]

  • Awal Pekan, Rupiah Terkoreksi 20 Poin Menjadi Rp16.590 per Dolar AS

    Awal Pekan, Rupiah Terkoreksi 20 Poin Menjadi Rp16.590 per Dolar AS

    • calendar_month Senin, 13 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan awal pekan ini, Senin (13/10/2025), terkoreksi. Rupiah turun ke level Rp16.590 per dolar AS. Dikutip dari Antara, rupiah melemah sebesar 20 poin atau 0,07% menjadi Rp16.590 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.570 per dolar AS. Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan nilai tukar (kurs) […]

  • Prabowo Temui 12 Pengusaha Besar AS di Washington DC, Buka Peluang Investasi ke Indonesia

    Prabowo Temui 12 Pengusaha Besar AS di Washington DC, Buka Peluang Investasi ke Indonesia

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Presiden Prabowo Subianto bertemu dengan 12 pengusaha besar Amerika Serikat dalam kunjungan kerjanya di Washington DC, Jumat (20/2/2026) waktu setempat. Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah Indonesia memperkuat kerja sama ekonomi dan menarik investasi asing ke Tanah Air. Dalam keterangan resmi Sekretariat Kabinet Republik Indonesia, disebutkan bahwa para pengusaha yang hadir sebelumnya […]

expand_less