Rabu, 10 Jun 2026
light_mode
Beranda » Internasional » Blak-blakan! Pope Leo XIV Tolak Perang, Donald Trump Tak Terima

Blak-blakan! Pope Leo XIV Tolak Perang, Donald Trump Tak Terima

  • account_circle say say
  • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Ketegangan antara pemimpin Gereja Katolik Pope Leo XIV dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump kian memanas di tengah konflik geopolitik global yang terus bereskalasi. Paus Leo XIV menegaskan bahwa Gereja memiliki “kewajiban moral” untuk menentang perang dan menyerukan perdamaian. Pernyataan tersebut disampaikan dalam perjalanan menuju Aljazair, saat konflik di Timur Tengah masih berlangsung intens.

Menurut Paus, ajaran Injil secara tegas mendorong umat untuk menjadi pembawa damai. Ia juga menegaskan tidak gentar terhadap kritik, termasuk dari pemerintahan Donald Trump.

Di sisi lain, Trump merespons keras seruan tersebut. Ia menilai pernyataan Paus tidak tepat, khususnya terkait sikap terhadap Iran. Trump kembali menegaskan bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir dan mempertahankan kebijakan keras terhadap negara tersebut.

Ketegangan ini muncul di tengah memanasnya konflik pasca serangan yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Situasi tersebut turut memicu reaksi dari berbagai pemimpin dunia, termasuk Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni yang membela posisi Paus dan menyebut kritik terhadap pemimpin Gereja sebagai hal yang tidak pantas.

Dalam kunjungannya ke Aljazair, Paus Leo XIV kembali menekankan pentingnya rekonsiliasi global. Ia mengajak semua pihak untuk mengedepankan perdamaian, pengampunan, serta menghormati nilai kemanusiaan, termasuk dalam perlakuan terhadap warga sipil dan migran.

Paus juga menegaskan bahwa Gereja tidak menjalankan agenda politik atau kebijakan luar negeri, melainkan menyuarakan nilai moral universal yang relevan bagi seluruh umat manusia.

Sementara itu, pernyataan-pernyataan keras dari Donald Trump terus berlanjut, termasuk kritik terhadap sikap Paus yang dinilai lemah dalam menghadapi ancaman global.

Ketegangan antara moralitas agama dan kepentingan geopolitik ini menjadi sorotan dunia, sekaligus mencerminkan kompleksitas konflik internasional yang semakin sulit diredam.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rupiah Melemah ke Posisi Rp16.811 per Dolar AS

    Rupiah Melemah ke Posisi Rp16.811 per Dolar AS

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah melemah pada perdagangan Kamis (12/2/2026). Rupiah melemah 25 poin atau 0,15 persen menjadi Rp16.811 per dolar AS. Sebelumnya, rupiah diposisi Rp16.786 per dolar AS. Dikutip dari TradingView sebagaimana dilansir Investor, mata uang Asia bergerak konsolidatif terhadap dolar AS seiring pelaku pasar mencerna laporan ketenagakerjaan AS yang dirilis semalam. Sementara itu, […]

  • Agrinas Bangun 1.357 Kopdes Merah Putih, 30.500 Unit Dalam Proses, Target 80 Ribu Rampung 2026

    Agrinas Bangun 1.357 Kopdes Merah Putih, 30.500 Unit Dalam Proses, Target 80 Ribu Rampung 2026

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) telah membangun 1.357 gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Sementara itu, sekitar 30.500 unit lainnya saat ini masih dalam proses pembangunan. Direktur Utama Agrinas, Joao Angelo De Sousa Mota, mengatakan percepatan pembangunan dilakukan untuk memperkuat ekosistem distribusi pangan dan sarana produksi di tingkat desa. “Hari ini kita sudah […]

  • Harga Cabai di Pasar Angso Duo Kota Jambi Turun 16,67 persen

    Harga Cabai di Pasar Angso Duo Kota Jambi Turun 16,67 persen

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pergerakan harga kebutuhan pokok di Pasar Angso Duo terpantau relatif stabil pada Kamis (23/4/2026). Namun, penurunan signifikan terjadi pada komoditas cabai rawit yang menjadi sorotan utama hari ini. Berdasarkan data Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi, sebagian besar harga sembako tidak mengalami perubahan. Komoditas strategis seperti beras, gula, minyak goreng, hingga daging masih […]

  • SpaceX Percepat IPO di Nasdaq, Target Valuasi Tembus US$ 1,75 Triliun

    SpaceX Percepat IPO di Nasdaq, Target Valuasi Tembus US$ 1,75 Triliun

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Perusahaan antariksa milik Elon Musk, SpaceX, mempercepat rencana penawaran umum perdana (IPO) dan menargetkan pencatatan saham di Nasdaq paling cepat pada 12 Juni 2026. Langkah ini menjadikan IPO SpaceX sebagai salah satu debut pasar saham yang paling dinantikan dalam beberapa tahun terakhir, seiring mulai pulihnya pasar global dari tekanan volatilitas dan ketidakpastian geopolitik. […]

  • Kejurnas Akuatik 2026: Tiga Rekor Nasional Pecah, Atlet Muda Indonesia Unjuk Dominasi

    Kejurnas Akuatik 2026: Tiga Rekor Nasional Pecah, Atlet Muda Indonesia Unjuk Dominasi

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Hari kedua Kejurnas Akuatik 2026 di Stadion Akuatik Gelora Bung Karno, Rabu, 29 April 2026, menghasilkan tiga rekor nasional baru. Catatan tersebut lahir dari penampilan perenang muda yang mendominasi sejumlah nomor. Perenang Jawa Timur, Chelsea Alexandra, menjadi yang pertama mencuri perhatian. Ia memperbaiki rekornya sendiri di nomor 50 meter gaya kupu-kupu putri kategori […]

  • Mendag Budi Santoso Bantah MBG Jadi Penyebab Harga Ayam Naik, Rata-rata Nasional Rp40.259 per Kg

    Mendag Budi Santoso Bantah MBG Jadi Penyebab Harga Ayam Naik, Rata-rata Nasional Rp40.259 per Kg

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso membantah program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi penyebab utama kenaikan harga daging ayam di sejumlah daerah. Menurut dia, kenaikan harga komoditas pada dasarnya dipengaruhi oleh mekanisme permintaan dan pasokan. Saat permintaan meningkat dan disertai kepastian pasar, produksi akan menyesuaikan secara linear sehingga harga cenderung stabil. “Justru sekarang ketika […]

expand_less