Jambi Raup Surplus Perdagangan US$1,12 Miliar, Impor Justru Anjlok
- account_circle say say
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

Impor Jambi tercatat US$4,65 juta, turun 48,45 persen dibandingkan Juni yang mencapai US$9,02 juta. Struktur impor memperlihatkan kebutuhan Jambi terhadap mesin dan alat angkutan cukup besar. Kelompok tersebut menyumbang 66,87 persen dari total impor Januari-Juli 2026.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Neraca perdagangan Provinsi Jambi mencatat surplus besar sepanjang Januari-Juli 2026. Badan Pusat Statistik mencatat selisih ekspor dan impor mencapai US$1,127 miliar. Nilai tersebut berasal dari ekspor kumulatif US$1,203 miliar dan impor US$76,74 juta. Surplus ini menunjukkan ekspor Jambi masih jauh lebih besar dibandingkan kebutuhan impornya.
Namun, ada perubahan menarik di sisi impor. Nilai impor Januari-Juli 2026 mencapai US$76,74 juta, naik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar US$36,85 juta. Artinya, meskipun nilai impor meningkat lebih dari dua kali lipat, ekspor Jambi masih mampu mempertahankan surplus yang besar.
Pada Juli saja, impor Jambi tercatat US$4,65 juta, turun 48,45 persen dibandingkan Juni yang mencapai US$9,02 juta. Struktur impor memperlihatkan kebutuhan Jambi terhadap mesin dan alat angkutan cukup besar. Kelompok tersebut menyumbang 66,87 persen dari total impor Januari-Juli 2026.
Mesin-mesin dan pesawat mekanik bahkan mencatat pertumbuhan 250,08 persen secara kumulatif, dengan nilai mencapai US$45,74 juta.
Kenaikan impor mesin dapat dibaca dari dua sisi. Di satu sisi, impor tersebut menunjukkan kebutuhan investasi dan produksi. Di sisi lain, ketergantungan terhadap barang modal dari luar negeri menunjukkan industri lokal masih membutuhkan pasokan teknologi dari negara lain.
Tiongkok menjadi negara asal impor terbesar Jambi dengan nilai US$29,39 juta atau 38,30 persen dari total impor kumulatif.
Malaysia menyumbang US$20,21 juta, disusul Finlandia, Singapura dan Italia.
Kondisi neraca perdagangan Jambi menjadi kontras jika dibandingkan dengan struktur ekspornya. Daerah ini menghasilkan surplus besar, tetapi sebagian besar ekspor komoditas asal Jambi justru dikirim melalui pelabuhan di luar provinsi.
Data BPS mencatat hanya 42,42 persen komoditas asal Jambi diekspor melalui pelabuhan Jambi. Sisanya, 57,58 persen, melewati pelabuhan luar Jambi.
Surplus perdagangan akhirnya belum otomatis berarti seluruh rantai nilai ekonomi berada di Jambi. Tantangan berikutnya adalah bagaimana meningkatkan nilai tambah, memperkuat industri pengolahan dan menjadikan infrastruktur perdagangan daerah sebagai pintu utama ekspor.
Sumber: BPS Provinsi Jambi
- Penulis: say say
