Jumat, 4 Sep 2026
light_mode
Beranda » Regional » Bukan Hotel Mewah, Hotel Bintang 3 Paling Ramai di Jambi pada Juli 2026

Bukan Hotel Mewah, Hotel Bintang 3 Paling Ramai di Jambi pada Juli 2026

  • account_circle say say
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Hotel dengan kelas menengah justru mencatat tingkat penghunian kamar tertinggi di Provinsi Jambi pada Juli 2026. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang tiga mencapai 58,40 persen. Angka tersebut menjadi yang tertinggi dibandingkan kelas hotel lainnya.

Hotel bintang dua berada di posisi berikutnya dengan TPK 46,51 persen. Sementara gabungan hotel bintang empat dan lima mencapai 53,57 persen. Adapun hotel bintang satu mencatat TPK paling rendah, yakni 29,24 persen.

Data tersebut menunjukkan bahwa tingginya kelas hotel tidak otomatis berarti tingkat okupansinya paling tinggi. Hotel bintang tiga justru menjadi pilihan terbesar dalam tingkat keterisian kamar selama Juli.

Dari sisi jumlah tamu, hotel bintang tiga juga mencatat 28.104 tamu. Angka tersebut terdiri atas 27.953 wisatawan nusantara dan 151 wisatawan mancanegara. Sebagai pembanding, hotel bintang empat dan lima mencatat 14.688 tamu, sedangkan hotel bintang dua menampung 13.491 tamu. Hotel bintang satu hanya mencatat 2.800 tamu.

Kinerja hotel bintang tiga juga terlihat dari durasi menginap. Rata-rata lama menginap tamu di kelas hotel tersebut mencapai 1,71 hari, menjadi yang tertinggi pada Juli.

Namun, secara keseluruhan bisnis hotel berbintang masih menghadapi tekanan. TPK seluruh hotel turun menjadi 52,59 persen dari 57,37 persen pada Juni.

Penurunan itu terjadi bersamaan dengan berkurangnya jumlah tamu dari 61.269 orang menjadi 58.932 orang.

Bagi industri perhotelan, data ini memberikan gambaran menarik tentang perilaku pasar. Konsumen tidak semata-mata mencari fasilitas paling mewah, tetapi juga mempertimbangkan harga, lokasi, aksesibilitas dan kebutuhan perjalanan.

Kondisi tersebut dapat menjadi pertimbangan bagi pengusaha hotel dalam menentukan strategi bisnis. Di tengah persaingan, kombinasi harga kompetitif, fasilitas memadai dan lokasi strategis dapat menjadi faktor penting untuk menjaga okupansi.

Sementara bagi pemerintah daerah, data ini menunjukkan bahwa pertumbuhan pariwisata perlu diarahkan tidak hanya pada peningkatan jumlah kunjungan, tetapi juga memperpanjang lama tinggal wisatawan agar dampak ekonominya semakin besar.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • HUT ke-58 BPJS Kesehatan, Momentum Dorong Masyarakat Terapkan Gaya Hidup Sehat

    HUT ke-58 BPJS Kesehatan, Momentum Dorong Masyarakat Terapkan Gaya Hidup Sehat

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-58 BPJS Kesehatan menjadi momentum untuk memperkuat budaya hidup sehat di tengah masyarakat. Salah satunya diwujudkan melalui penyelenggaraan Health Fun Run yang melibatkan berbagai komunitas lari sebagai bagian dari komitmen mendukung upaya promotif dan preventif dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, mengatakan […]

  • Polda Jambi Gelar Gerakan Pangan Murah Jelang Idul Fitri

    Polda Jambi Gelar Gerakan Pangan Murah Jelang Idul Fitri

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kepolisian Daerah Jambi menggelar kegiatan Gerakan Pangan Murah sebagai upaya membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Kegiatan tersebut dilaksanakan di kawasan Tugu Keris Siginjai, Kota Jambi, Jumat (13/3/2026), dan diikuti oleh masyarakat yang ingin membeli kebutuhan pokok dengan harga lebih murah dari pasaran. Program […]

  • Rupiah Melemah Jadi Rp16.641 per Dolar AS

    Rupiah Melemah Jadi Rp16.641 per Dolar AS

    • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah tertekan pada pembukaan perdagangan hari ini, Jumat (28/11/2025). Rupiah dibuka di level Rp 16.641 per dolar Amerika Serikat (AS). Pelemahan ini terjadi di tengah pasar sepi libur Thanksgiving dan ekspektasi pemangkasan The Fed. Rupiah melemah 5 poin atau 0,03 persen dari sebelumnya Rp16.636 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar […]

  • Surplus Neraca Dagang Indonesia Januari 2026 Turun Jadi US0 Juta, Ekspor Naik 3,39%

    Surplus Neraca Dagang Indonesia Januari 2026 Turun Jadi US$950 Juta, Ekspor Naik 3,39%

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan surplus neraca perdagangan Indonesia pada Januari 2026 sebesar US$950 juta. Angka ini lebih rendah dibandingkan Desember 2025 yang mencatat surplus US$2,51 miliar. Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengatakan surplus tersebut memperpanjang tren positif neraca perdagangan Indonesia yang telah berlangsung selama 69 bulan berturut-turut sejak Mei […]

  • Wali Kota Jambi Salurkan Santunan untuk Anak Yatim dan Kurang Mampu

    Wali Kota Jambi Salurkan Santunan untuk Anak Yatim dan Kurang Mampu

    • calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Wali Kota Jambi Maulana bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Jambi menyalurkan santunan kepada anak-anak kurang mampu dan yatim piatu di Rumah Singgah binaan Gerakan Muda Relawan Bina Demokrasi (REBIDSI) Jambi, Jumat (3/4/2026). Kegiatan yang berlangsung di kawasan Simpang III Sipin, Kecamatan Kota Baru ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Jambi […]

  • Rupiah Melemah Tipis Rp16.613 Per Dolar AS, Pasar Tunggu Sinyal The Fed

    Rupiah Melemah Tipis Rp16.613 Per Dolar AS, Pasar Tunggu Sinyal The Fed

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah melemah tipis pada perdagangan hari ini, Rabu (29/10/2025). Rupiah melemah sebesar 5 poin atau 0,03 persen menjadi Rp16.613 per dolar Amerika Serikat (AS) dari sebelumnya Rp16.608 per dolar AS. Pergerakan mata uang di kawasan Asia bervariasi. Baht Thailand menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah terkoreksi 0,08%. Selanjutnya […]

expand_less