PK Hotel Jambi Turun Tajam, Jumlah Tamu Menginap Berkurang 2.337 Orang
- account_circle say say
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

Ilustrasi tamu Hotel sedang sarapan pagi.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Bisnis perhotelan berbintang di Provinsi Jambi menghadapi tekanan pada Juli 2026. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) tercatat 52,59 persen, turun 4,78 poin dibandingkan Juni yang mencapai 57,37 persen. Penurunan itu berjalan beriringan dengan berkurangnya jumlah tamu. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi mencatat sebanyak 58.932 orang menginap di hotel berbintang pada Juli. Angka tersebut turun 3,81 persen dibandingkan Juni yang mencapai 61.269 orang. Dengan demikian, terdapat sekitar 2.337 tamu lebih sedikit yang tercatat menginap dalam sebulan.
Jika ditarik lebih jauh, kondisi tersebut menunjukkan bahwa kenaikan aktivitas masyarakat pada periode sebelumnya belum sepenuhnya berlanjut ke Juli. Pada Mei, misalnya, TPK hotel berbintang berada di level 53,04 persen dan jumlah tamu mencapai 57.825 orang. BPS ketika itu menyebut kenaikan kunjungan turut dipengaruhi periode libur sekolah.
Penurunan Juli juga terjadi ketika pemerintah daerah tengah mendorong pariwisata melalui agenda budaya dan kegiatan daerah. Pada pertengahan Juli, Pemerintah Provinsi Jambi menggelar Pekan Budaya Pariwisata Jambi Elok Nian 2026.
Gubernur Jambi Al Haris bahkan mendorong penyusunan kalender pariwisata tahunan yang terintegrasi. Menurut dia, kepastian jadwal kegiatan dapat membuat promosi wisata dilakukan lebih awal dan berpotensi meningkatkan kunjungan.
Data Juli menunjukkan tantangan bagi industri hotel bukan hanya mendatangkan tamu, tetapi juga menjaga tingkat hunian tetap stabil.
Di tengah persaingan destinasi wisata, agenda daerah dan promosi menjadi penting untuk menciptakan arus kunjungan yang lebih konsisten. Pemerintah daerah pun memiliki pekerjaan rumah untuk memastikan kegiatan pariwisata memberi dampak lebih besar terhadap sektor turunannya, termasuk hotel, restoran dan usaha ekonomi kreatif.
Bagi industri perhotelan, penurunan TPK menjadi sinyal bahwa strategi pemasaran tidak cukup hanya mengandalkan momentum liburan. Paket wisata, agenda bisnis, event daerah, hingga promosi destinasi perlu dikemas sebagai satu ekosistem agar wisatawan memiliki alasan untuk datang dan tinggal lebih lama di Jambi.
- Penulis: say say
