Turnamen Catur Non-Master Percasi Jambi Digelar di Paviliun JBC, Ada Pesan Keras soal Fair Play
- account_circle say say
- calendar_month 20 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Pengurus Provinsi Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Pengprov Percasi) Jambi kembali menggelar turnamen catur non-master. Ajang tersebut akan berlangsung di Paviliun JBC pada 5–6 September 2026, bertepatan dengan rangkaian Festival JBC 2026. Turnamen ini menjadi salah satu agenda untuk memberikan ruang kompetisi bagi pecatur non-master sekaligus mengukur kemampuan atlet catur Jambi dalam pertandingan resmi.
Setelah turnamen non-master selesai, rangkaian kompetisi akan dilanjutkan dengan Turnamen Candidate Master. Ajang ini mempertemukan sejumlah Master Nasional (MN) Jambi yang memiliki peringkat teratas dengan pecatur non-master dengan peringkat tertinggi di Provinsi Jambi.
Ketua Pengprov Percasi Jambi Mario Liberty Siregar mengatakan kompetisi bukan sekadar persoalan menang dan kalah. Menurut dia, integritas atlet harus menjadi bagian penting dalam setiap pertandingan catur.
Mario meminta seluruh peserta menjunjung tinggi sportivitas dan prinsip fair play. Ia juga mengingatkan atlet maupun pengurus agar tidak melakukan praktik lobi poin untuk mendapatkan kemenangan atau memperbaiki posisi dalam klasemen.
“Mari kita tinggalkan kebiasaan lama yang kurang baik dalam pertandingan. Bertandinglah secara sportif, junjung tinggi fair play, dan hormati proses pertandingan. Jangan ada lobi poin atau cara-cara yang mencederai kejujuran demi meraih kemenangan dan juara,” tegas Mario.
Menurut dia, pertandingan catur harus menjadi ruang untuk menguji kemampuan dan strategi atlet secara terbuka. Karena itu, setiap kemenangan semestinya diperoleh melalui permainan di atas papan catur, bukan melalui kesepakatan di luar pertandingan.
Pesan tersebut juga ditujukan kepada para pengurus agar bersama-sama menciptakan iklim kompetisi yang sehat dan profesional. Turnamen non-master pada 5–6 September diharapkan tidak hanya menjadi ajang perebutan gelar, tetapi juga bagian dari upaya pembinaan atlet catur Jambi. Sementara turnamen Candidate Master akan menjadi panggung yang lebih kompetitif karena mempertemukan pecatur dengan rekam prestasi dan peringkat yang lebih tinggi.
Pelaksanaan turnamen di Paviliun JBC sekaligus menjadi bagian dari Festival JBC 2026, sehingga pertandingan catur diharapkan dapat menjadi tontonan sekaligus memperkenalkan olahraga berpikir tersebut kepada masyarakat yang hadir.
- Penulis: say say
