Selasa, 22 Sep 2026
light_mode
Beranda » Ekonomi » Menkeu Purbaya: Rasio Utang Indonesia 40,46% Masih Aman, Defisit APBN Dijaga di Bawah 3%

Menkeu Purbaya: Rasio Utang Indonesia 40,46% Masih Aman, Defisit APBN Dijaga di Bawah 3%

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan rasio utang pemerintah Indonesia masih berada pada level yang aman meski mencapai 40,46 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) pada akhir 2025.

Berdasarkan data per 31 Desember 2025, total utang pemerintah tercatat sebesar Rp 9.637,9 triliun atau setara 40,46 persen terhadap PDB. Menurut Purbaya, angka tersebut masih relatif terjaga jika dibandingkan dengan sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara.

Sebagai perbandingan, rasio utang Malaysia berada di kisaran 64 persen terhadap PDB, Thailand sekitar 63,5 persen, sementara Singapura mencapai 165–170 persen terhadap PDB.

“Kalau dibandingkan dengan negara-negara tersebut, posisi kita masih aman,” ujar Purbaya di Gedung DPR, Rabu (18/2/2026).

Defisit APBN Tetap di Bawah 3 Persen

Purbaya menegaskan pemerintah tetap menjaga disiplin fiskal dengan memastikan defisit anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) tidak melampaui batas 3 persen terhadap PDB.

Sepanjang 2025, defisit APBN tercatat sebesar Rp 695,1 triliun atau setara 2,92 persen dari PDB. Angka ini masih berada di bawah ambang batas yang ditetapkan dalam kerangka kebijakan fiskal nasional.

Menurut dia, pelebaran defisit dilakukan secara terukur sebagai bagian dari strategi mendorong pemulihan ekonomi nasional di tengah perlambatan global.

Strategi Ekspansi Fiskal

Pemerintah, kata Purbaya, menerapkan kebijakan ekspansi fiskal guna menjaga momentum pertumbuhan ekonomi. Tanpa dukungan stimulus melalui ruang defisit yang tersedia, pertumbuhan ekonomi dinilai akan sulit mencapai target 5,11 persen pada 2025.

“Kita tidak melewati 3 persen, ekspansi fiskal tetap dijalankan untuk memberi stimulus agar ekonomi kembali bergerak,” ujarnya.

Ia menilai kebijakan tersebut merupakan pendekatan yang seimbang antara menjaga kesehatan fiskal dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Pemerintah juga berupaya menghindari kebijakan yang dapat menekan daya beli masyarakat atau memperlambat pemulihan.

Dengan rasio utang yang masih terkendali dan defisit di bawah batas aman, pemerintah optimistis stabilitas fiskal tetap terjaga sekaligus mendukung agenda pertumbuhan ekonomi nasional ke depan.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Retail Terus Berevolusi, Mal Kini Jadi Ruang Sosial dan Gaya Hidup

    Retail Terus Berevolusi, Mal Kini Jadi Ruang Sosial dan Gaya Hidup

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Lanskap bisnis retail di kawasan urban Indonesia diproyeksikan terus mengalami perubahan hingga 2026. Namun, pertumbuhan sektor ini tidak lagi berfokus pada transaksi jual beli semata. Pusat perbelanjaan kini semakin bertransformasi menjadi ruang sosial, rekreasi, dan gaya hidup masyarakat perkotaan. Senior Research Advisor Knight Frank Indonesia, Syarifah Syaukat, menuturkan bahwa ekspansi retail di wilayah […]

  • Harga Perak Hari Ini Menanjak Jadi Rp36.345 per Gram

    Harga Perak Hari Ini Menanjak Jadi Rp36.345 per Gram

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga perak murni produksi Antam kembali menanjak hari ini, Rabu (3/12/2025). Perak Antam menguat Rp420 menjadi Rp36.345 per gram. Sementara itu, harga dasar perak Antam murni dengan berat 250 gram dipatok sebesar Rp 9.486.250, dengan harga yang termasuk PPN 11% menjadi Rp 10.529.738. Sedangkan yang berat 500 gram adalah Rp 18.172.500, dengan harga […]

  • Karhutla Batang Hari Makin Membara, 7.000 Personel Dikerahkan, OMC Disiapkan

    Karhutla Batang Hari Makin Membara, 7.000 Personel Dikerahkan, OMC Disiapkan

    • calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Karhutla di Kabupaten Batang Hari belum juga jinak. Ratusan hektare lahan telah terbakar dan sejumlah titik api masih terpantau menyala. Kondisi tersebut membuat pemerintah Provinsi Jambi memperkuat operasi pemadaman. Gubernur Jambi Al Haris memimpin langsung rapat monitoring dan evaluasi penanganan karhutla di Kabupaten Batang Hari, Selasa (8/9/2026). Rapat tersebut turut dihadiri Danrem 042/Garuda […]

  • Danantara Pastikan Ajak Menkeu Purbaya Negosiasi Utang Whoosh ke China

    Danantara Pastikan Ajak Menkeu Purbaya Negosiasi Utang Whoosh ke China

    • calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) memastikan akan melibatkan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam proses negosiasi utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh) dengan Pemerintah China. Komitmen itu disampaikan sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto mengenai penyelesaian kewajiban konsorsium. Chief Investment Officer (CIO) Danantara Pandu Sjahrir menegaskan bahwa pihaknya akan mengikuti […]

  • Bulog dan Komite II DPD RI Perkuat Sinergi Jaga Stabilitas Harga dan Pasokan Pangan Nasional

    Bulog dan Komite II DPD RI Perkuat Sinergi Jaga Stabilitas Harga dan Pasokan Pangan Nasional

    • calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Perum Bulog bersama Komite II Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI berkomitmen menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan nasional melalui penguatan stok beras, optimalisasi distribusi, serta kolaborasi pengawasan dan pertukaran data antarinstansi. Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan bahwa Bulog terus bekerja dengan semangat pelayanan publik untuk memastikan ketahanan pangan dapat dirasakan […]

  • Nasib Kopi Indonesia di Tengah Harga Tak Stabil dan Iklim Ekstrem

    Nasib Kopi Indonesia di Tengah Harga Tak Stabil dan Iklim Ekstrem

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Indonesia dikenal sebagai salah satu produsen kopi terbesar di dunia. Namun, industri kopi nasional kini menghadapi tantangan serius akibat volatilitas harga global, perubahan iklim, serta pengetatan regulasi internasional yang terus berkembang. Kondisi tersebut berdampak langsung pada petani hingga eksportir kopi di Tanah Air. Di tengah tekanan tersebut, Louis Dreyfus Company (LDC) menempatkan diri […]

expand_less