Jumat, 6 Nov 2026
light_mode
Beranda » Ekonomi » Belum Ada Emiten Asal Jambi, Tapi Investor Daerah Ini Kuasai Saham Sejumlah Perusahaan Terbuka

Belum Ada Emiten Asal Jambi, Tapi Investor Daerah Ini Kuasai Saham Sejumlah Perusahaan Terbuka

  • account_circle say say
  • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Provinsi Jambi hingga kini belum memiliki perusahaan lokal yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui mekanisme Initial Public Offering (IPO). Meski demikian, nama Jambi mulai mencuri perhatian di pasar modal nasional berkat aktivitas salah satu investornya yang tercatat sebagai pemegang saham signifikan di sejumlah perusahaan terbuka.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, belum ada perusahaan yang berkantor pusat di Provinsi Jambi yang resmi berstatus emiten, yakni perusahaan yang telah menawarkan sahamnya kepada publik dan tercatat di BEI. Kondisi tersebut membuat Jambi masih tertinggal dibandingkan sejumlah provinsi lain di Sumatera yang telah memiliki perusahaan publik.

Di tengah belum lahirnya emiten asal Jambi, sosok Djoni, pengusaha dan investor yang berasal dari Jambi, justru menjadi sorotan pelaku pasar modal. Namanya beberapa kali muncul dalam keterbukaan informasi setelah kepemilikannya di sejumlah emiten melampaui batas 5 persen, sehingga wajib dilaporkan kepada Bursa Efek Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Terbaru, Djoni tercatat menguasai sekitar 201 juta lembar saham PT Multi Garam Utama Tbk (FOLK) atau setara 5,09 persen. Perubahan kepemilikan tersebut efektif sejak 9 Januari 2026 berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dan keterbukaan informasi perseroan.

Sebelum masuk ke FOLK, Djoni juga diketahui pernah menjadi pemegang saham signifikan di sejumlah emiten lain, seperti PT Triniti Dinamik Tbk (TRUE), PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI), PT Remala Abadi Tbk (DATA), PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), serta PT Techno9 Indonesia Tbk (NINE). Strategi investasinya yang cenderung masuk pada perusahaan yang sedang melakukan transformasi bisnis membuat namanya cukup dikenal di kalangan pelaku pasar.

Apa Itu Emiten?

Dalam dunia pasar modal, emiten adalah perusahaan yang telah menjual saham atau obligasi kepada masyarakat melalui penawaran umum dan resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia. Setelah berstatus emiten, perusahaan wajib menyampaikan laporan keuangan, aksi korporasi, dan berbagai informasi penting kepada publik sesuai ketentuan OJK dan BEI.

Contoh emiten yang sudah dikenal masyarakat antara lain PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), dan PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI).

Sebaliknya, orang yang membeli saham perusahaan-perusahaan tersebut disebut investor, bukan emiten. Sebenarnya Jambi memiliki potensi besar untuk melahirkan emiten baru. Daerah ini memiliki perusahaan yang bergerak di sektor perkebunan kelapa sawit, pertambangan, perdagangan, logistik, hingga industri pengolahan yang berpeluang memanfaatkan pasar modal sebagai sumber pendanaan ekspansi.

Bursa Efek Indonesia melalui Kantor Perwakilan Jambi selama ini terus mendorong perusahaan daerah agar meningkatkan tata kelola dan mempersiapkan diri menuju IPO. Kehadiran emiten asal Jambi dinilai tidak hanya memperkuat perekonomian daerah, tetapi juga membuka akses pendanaan yang lebih luas bagi dunia usaha.

IPO (Initial Public Offering) adalah penawaran umum perdana saham, yaitu proses ketika sebuah perusahaan untuk pertama kalinya menjual sahamnya kepada masyarakat dan kemudian resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Setelah IPO, perusahaan tersebut berstatus sebagai emiten.

Bayangkan sebuah perusahaan awalnya hanya dimiliki oleh pendiri dan beberapa investor. Ketika perusahaan membutuhkan modal untuk berkembang, misalnya membangun pabrik baru atau memperluas bisnis, perusahaan dapat menjual sebagian kepemilikannya kepada publik melalui IPO.

Masyarakat kemudian dapat membeli saham perusahaan tersebut melalui perusahaan sekuritas. Setelah IPO selesai, saham perusahaan mulai diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.

Tujuan perusahaan melakukan IPO

  • Menghimpun modal guna ekspansi usaha.
  • Membayar atau mengurangi utang.
  • Meningkatkan kredibilitas dan citra perusahaan.
  • Memperluas basis pemegang saham.
  • Memudahkan akses pendanaan di masa depan.
  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • 3.771 Hektare Sawah Tanjabtim Aman dari Kekeringan, 275 Pompa Air Disiagakan

    3.771 Hektare Sawah Tanjabtim Aman dari Kekeringan, 275 Pompa Air Disiagakan

    • calendar_month Selasa, 4 Agt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Jambi, memastikan 3.771 hektare lahan padi di daerah itu masih aman dari ancaman kekeringan di tengah musim kemarau. Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Kabupaten Tanjabtim, Sunarno, mengatakan kondisi lahan pertanian hingga kini masih terjaga karena pasokan air dari saluran utama dan pendukung masih mencukupi. […]

  • Tarif Global Trump Naik 15%, RI Upayakan Sawit hingga Tekstil Tetap 0% ke AS

    Tarif Global Trump Naik 15%, RI Upayakan Sawit hingga Tekstil Tetap 0% ke AS

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah Indonesia berupaya memastikan sejumlah komoditas unggulan tetap mendapatkan tarif 0% ke Amerika Serikat (AS), meskipun Presiden AS Donald Trump memberlakukan tarif global baru. Trump menetapkan tarif impor global sebesar 10% dan kemudian menaikkannya menjadi 15%. Kebijakan ini muncul setelah Mahkamah Agung Amerika Serikat membatalkan kebijakan tarif resiprokal yang sebelumnya diumumkan pada April […]

  • Mengenal Healthy Aging, Peran Gaya Hidup, dan Potensi Teknologi Nanobubble

    Mengenal Healthy Aging, Peran Gaya Hidup, dan Potensi Teknologi Nanobubble

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM- Penuaan merupakan proses biologis alami yang dialami setiap manusia. Seiring bertambahnya usia, tubuh mengalami berbagai perubahan, mulai dari menurunnya produksi energi, melambatnya regenerasi sel, hingga berkurangnya efisiensi sistem imun dan mekanisme perbaikan jaringan. Meski demikian, para peneliti menilai proses penuaan tidak hanya dipengaruhi oleh usia kronologis. Berbagai faktor seperti pola makan, aktivitas fisik, kualitas […]

  • 202 Desa di Kerinci Sudah Terima Dana Desa Tahap II 2026, Kota Sungai Penuh Baru 12 Desa

    202 Desa di Kerinci Sudah Terima Dana Desa Tahap II 2026, Kota Sungai Penuh Baru 12 Desa

    • calendar_month Senin, 13 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Penyaluran Dana Desa (DD) Tahap II Tahun Anggaran 2026 di wilayah kerja Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Sungai Penuh menunjukkan perbedaan yang cukup mencolok antara Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh. Hingga awal Juli 2026, Kabupaten Kerinci telah mencatat realisasi penyaluran Dana Desa Tahap II yang jauh lebih tinggi dibandingkan Kota Sungai Penuh. […]

  • Ekspor Mobil Toyota ke Timur Tengah Tertunda Akibat Konflik Iran dan AS

    Ekspor Mobil Toyota ke Timur Tengah Tertunda Akibat Konflik Iran dan AS

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Konflik yang memanas antara Amerika Serikat dan Iran berdampak pada aktivitas ekspor mobil dari Indonesia ke kawasan Timur Tengah. Salah satu yang terdampak adalah pengiriman kendaraan produksi Toyota dari pabrik di Indonesia. Presiden Direktur Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Nandi Julyanto, mengatakan proses produksi kendaraan untuk pasar ekspor masih berjalan normal sesuai pesanan […]

  • Karet Jambi Bangkit! Ekspor ke Tiongkok Tembus US,57 Juta

    Karet Jambi Bangkit! Ekspor ke Tiongkok Tembus US$5,57 Juta

    • calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Di tengah ekspor Provinsi Jambi yang justru mengalami penurunan pada Juni 2026, karet menjadi salah satu komoditas yang mampu mencuri perhatian. Nilai ekspor karet dan barang dari karet Jambi melonjak 27,64 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Kenaikan tersebut didorong meningkatnya permintaan dari sejumlah pasar utama, terutama Tiongkok, Jepang, dan Amerika Serikat. Badan Pusat Statistik […]

expand_less