Rabu, 16 Sep 2026
light_mode
Beranda » Ekonomi » Belum Ada Emiten Asal Jambi, Tapi Investor Daerah Ini Kuasai Saham Sejumlah Perusahaan Terbuka

Belum Ada Emiten Asal Jambi, Tapi Investor Daerah Ini Kuasai Saham Sejumlah Perusahaan Terbuka

  • account_circle say say
  • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Provinsi Jambi hingga kini belum memiliki perusahaan lokal yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui mekanisme Initial Public Offering (IPO). Meski demikian, nama Jambi mulai mencuri perhatian di pasar modal nasional berkat aktivitas salah satu investornya yang tercatat sebagai pemegang saham signifikan di sejumlah perusahaan terbuka.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, belum ada perusahaan yang berkantor pusat di Provinsi Jambi yang resmi berstatus emiten, yakni perusahaan yang telah menawarkan sahamnya kepada publik dan tercatat di BEI. Kondisi tersebut membuat Jambi masih tertinggal dibandingkan sejumlah provinsi lain di Sumatera yang telah memiliki perusahaan publik.

Di tengah belum lahirnya emiten asal Jambi, sosok Djoni, pengusaha dan investor yang berasal dari Jambi, justru menjadi sorotan pelaku pasar modal. Namanya beberapa kali muncul dalam keterbukaan informasi setelah kepemilikannya di sejumlah emiten melampaui batas 5 persen, sehingga wajib dilaporkan kepada Bursa Efek Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Terbaru, Djoni tercatat menguasai sekitar 201 juta lembar saham PT Multi Garam Utama Tbk (FOLK) atau setara 5,09 persen. Perubahan kepemilikan tersebut efektif sejak 9 Januari 2026 berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dan keterbukaan informasi perseroan.

Sebelum masuk ke FOLK, Djoni juga diketahui pernah menjadi pemegang saham signifikan di sejumlah emiten lain, seperti PT Triniti Dinamik Tbk (TRUE), PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI), PT Remala Abadi Tbk (DATA), PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), serta PT Techno9 Indonesia Tbk (NINE). Strategi investasinya yang cenderung masuk pada perusahaan yang sedang melakukan transformasi bisnis membuat namanya cukup dikenal di kalangan pelaku pasar.

Apa Itu Emiten?

Dalam dunia pasar modal, emiten adalah perusahaan yang telah menjual saham atau obligasi kepada masyarakat melalui penawaran umum dan resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia. Setelah berstatus emiten, perusahaan wajib menyampaikan laporan keuangan, aksi korporasi, dan berbagai informasi penting kepada publik sesuai ketentuan OJK dan BEI.

Contoh emiten yang sudah dikenal masyarakat antara lain PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), dan PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI).

Sebaliknya, orang yang membeli saham perusahaan-perusahaan tersebut disebut investor, bukan emiten. Sebenarnya Jambi memiliki potensi besar untuk melahirkan emiten baru. Daerah ini memiliki perusahaan yang bergerak di sektor perkebunan kelapa sawit, pertambangan, perdagangan, logistik, hingga industri pengolahan yang berpeluang memanfaatkan pasar modal sebagai sumber pendanaan ekspansi.

Bursa Efek Indonesia melalui Kantor Perwakilan Jambi selama ini terus mendorong perusahaan daerah agar meningkatkan tata kelola dan mempersiapkan diri menuju IPO. Kehadiran emiten asal Jambi dinilai tidak hanya memperkuat perekonomian daerah, tetapi juga membuka akses pendanaan yang lebih luas bagi dunia usaha.

IPO (Initial Public Offering) adalah penawaran umum perdana saham, yaitu proses ketika sebuah perusahaan untuk pertama kalinya menjual sahamnya kepada masyarakat dan kemudian resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Setelah IPO, perusahaan tersebut berstatus sebagai emiten.

Bayangkan sebuah perusahaan awalnya hanya dimiliki oleh pendiri dan beberapa investor. Ketika perusahaan membutuhkan modal untuk berkembang, misalnya membangun pabrik baru atau memperluas bisnis, perusahaan dapat menjual sebagian kepemilikannya kepada publik melalui IPO.

Masyarakat kemudian dapat membeli saham perusahaan tersebut melalui perusahaan sekuritas. Setelah IPO selesai, saham perusahaan mulai diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.

Tujuan perusahaan melakukan IPO

  • Menghimpun modal guna ekspansi usaha.
  • Membayar atau mengurangi utang.
  • Meningkatkan kredibilitas dan citra perusahaan.
  • Memperluas basis pemegang saham.
  • Memudahkan akses pendanaan di masa depan.
  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Manfaat Madu untuk Asam Lambung, Benarkah Efektif Meredakan GERD?

    Manfaat Madu untuk Asam Lambung, Benarkah Efektif Meredakan GERD?

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Konsumsi madu sebagai cara alami untuk meredakan asam lambung mulai banyak dilirik. Meski belum populer, bahan alami ini disebut memiliki sejumlah manfaat yang dapat membantu mengurangi gejala gangguan lambung, termasuk Gastroesophageal Reflux Disease. Asam lambung naik terjadi ketika cairan dari lambung mengalir kembali ke kerongkongan dan menyebabkan iritasi. Kondisi ini umumnya ditandai dengan […]

  • Harga Emas Antam Hari Ini Anjlok Tajam

    Harga Emas Antam Hari Ini Anjlok Tajam

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas Antam anjlok tajam hari ini. Dipantau dari laman Logam Mulia, Senin (9/3/2026), harga emas Antam ambrol Rp55.000 ke level Rp3.004.000 per gram. Sebelumnya, harga emas Antam pada hari Jumat (6/3/2026) sempat melejit Rp35.000 ke level Rp3.059.000 per gram. Begitu pula untuk harga beli kembali (buyback) emas Antam kini turun menjadi Rp2.757.000 […]

  • Menkeu Purbaya Buka Peluang Kenaikan Gaji PNS 2026, Tapi Belum Ada Kepastian Resmi

    Menkeu Purbaya Buka Peluang Kenaikan Gaji PNS 2026, Tapi Belum Ada Kepastian Resmi

    • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kabar gembira bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) atau Pegawai Negeri Sipil (PNS). Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa membuka peluang adanya kenaikan gaji PNS pada tahun 2026. Namun, Purbaya menegaskan bahwa hingga saat ini pemerintah belum mengeluarkan keputusan resmi terkait besaran maupun waktu pelaksanaan kenaikan tersebut. “Kalau kemungkinan selalu ada, cuma peluangnya […]

  • 12 Tempat Wisata Populer di Jambi, dari Candi Muaro Jambi hingga Danau Kaco yang Memikat

    12 Tempat Wisata Populer di Jambi, dari Candi Muaro Jambi hingga Danau Kaco yang Memikat

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Provinsi Jambi menyimpan beragam destinasi wisata yang menawarkan pengalaman lengkap, mulai dari sejarah, alam, hingga wisata perkotaan. Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah lokasi di daerah ini kian diminati wisatawan lokal maupun luar daerah. Salah satu destinasi unggulan adalah Candi Muaro Jambi, kompleks percandian peninggalan Kerajaan Sriwijaya yang dikenal sebagai salah satu situs Buddha […]

  • Bahaya Minuman Bersoda saat Idul Fitri: Risiko Diabetes hingga Obesitas

    Bahaya Minuman Bersoda saat Idul Fitri: Risiko Diabetes hingga Obesitas

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Perayaan Idul Fitri identik dengan berbagai hidangan lezat dan minuman manis, termasuk minuman bersoda atau minuman bergas. Meski terasa menyegarkan, konsumsi minuman bersoda secara berlebihan saat Lebaran dapat berdampak buruk bagi kesehatan tubuh. Minuman bersoda umumnya mengandung gula tambahan dalam jumlah tinggi serta zat asam yang jika dikonsumsi terus-menerus dapat memicu berbagai masalah […]

  • BNI Ajak 27.300 Pelari Gerakkan Ekonomi dan Jaga Bumi di wondr JRF 2025

    BNI Ajak 27.300 Pelari Gerakkan Ekonomi dan Jaga Bumi di wondr JRF 2025

    • calendar_month Minggu, 26 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Gelaran wondr Jakarta Running Festival (JRF) 2025 resmi dimulai pada Sabtu, 25 Oktober 2025, di Gelora Bung Karno Sport Complex, Jakarta. Event ini diselenggarakan oleh PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) bekerja sama dengan PT Kelompok Lari Anak Bangsa (KLAB). Acara flag off dibuka secara resmi oleh Ketua PB PASI Luhut Binsar […]

expand_less