Kerinci Jadi Penyumbang Terbesar Panen Padi Jambi 2025, Luasnya Tembus 16,76 Ribu Hektare
- account_circle say say
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

FOTO: Ilustrasi, Petani sedang beraktifitas di sawah.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Luas panen padi di Provinsi Jambi meningkat tajam sepanjang 2025. Berdasarkan data final Badan Pusat Statistik (BPS), luas panen padi mencapai 80,37 ribu hektare. Angka ini bertambah 18,75 ribu hektare atau 30,42 persen dibandingkan 2024 yang tercatat 61,63 ribu hektare.
Kenaikan itu tidak hanya memperluas areal panen. Produksi padi Jambi juga ikut terdongkrak. Pada 2025, produksi padi mencapai 367,79 ribu ton gabah kering giling (GKG), naik 86,77 ribu ton atau 30,88 persen dibandingkan 2024 yang berada di level 281,02 ribu ton GKG.
Pola panen selama 2025 secara umum masih menyerupai tahun sebelumnya, tetapi puncak panennya bergeser. Berdasarkan hasil Survei Kerangka Sampel Area (KSA), puncak panen 2025 terjadi pada September dengan luas sekitar 12,73 ribu hektare. Pada 2024, puncak panen terjadi sebulan lebih lambat, yakni Oktober, dengan luas 8,28 ribu hektare.
Jika dilihat berdasarkan wilayah, Kabupaten Kerinci menjadi daerah dengan luas panen terbesar pada 2025, yakni 16,76 ribu hektare. Berikutnya Kabupaten Merangin dengan 13,43 ribu hektare dan Tanjung Jabung Timur dengan 8,12 ribu hektare.
Sebagian besar kabupaten/kota juga mencatat pertumbuhan. Dari 11 kabupaten/kota di Jambi, sembilan wilayah mengalami peningkatan luas panen dibandingkan 2024. Sementara dua wilayah justru mengalami penurunan, yakni Muaro Jambi dan Kota Sungai Penuh.
Data BPS menunjukkan peningkatan luas panen terbesar terjadi di Merangin, Tebo dan Batang Hari. Sebaliknya, Muaro Jambi mencatat penurunan sekitar 0,88 ribu hektare, sedangkan Sungai Penuh turun sekitar 0,76 ribu hektare.
Kenaikan produksi padi ini turut berdampak pada produksi beras. BPS mencatat produksi beras untuk konsumsi pangan penduduk pada 2025 mencapai 212,76 ribu ton, meningkat 30,88 persen dibandingkan 2024.
Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi.
- Penulis: say say
