Karhutla Jambi Tembus 222 Hektare, Pesawat Cessna Disiagakan Hadapi Kemarau
- account_circle say say
- calendar_month 1 menit yang lalu
- print Cetak

Foto: Ilustrasi pesawat untuk patroli udara dan hujan buatan (ANTARA FOTO/AJI STYAWAN)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi semakin serius. Hingga 28 Juli 2026, luas lahan yang terbakar tercatat mencapai sekitar 222 hektare. Mengantisipasi kebakaran meluas di tengah musim kemarau, Satuan Tugas (Satgas) Karhutla Jambi kini menyiagakan satu unit pesawat Cessna PK-ALA untuk mendukung patroli udara sekaligus operasi modifikasi cuaca.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jambi, Bachyuni Deliansyah, mengatakan pesawat tersebut ditempatkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan akan digunakan sesuai kondisi cuaca.
“Saat ini BNPB telah menempatkan satu pesawat Cessna di Jambi yang dapat digunakan untuk patroli udara maupun penyemaian garam jika terdapat bibit awan,” kata Bachyuni, Selasa (4/8/2026). Data Satgas Karhutla Jambi mencatat hingga 28 Juli 2026, luas lahan yang terbakar di Provinsi Jambi mencapai sekitar 222 hektare. Kebakaran terjadi di sejumlah wilayah, termasuk Kabupaten Muaro Jambi, Batang Hari, Tanjung Jabung Barat, dan Tanjung Jabung Timur.
Angka tersebut menjadi perhatian karena musim kemarau masih berlangsung. Berdasarkan prakiraan cuaca yang menjadi acuan pemerintah daerah, periode kemarau diperkirakan berlangsung mulai Juli hingga Oktober 2026.
Kondisi vegetasi yang semakin kering meningkatkan potensi api cepat menyebar, terutama di wilayah dengan lahan gambut dan semak belukar yang mudah terbakar.
Penempatan pesawat Cessna PK-ALA menjadi salah satu strategi pemerintah untuk memperkuat deteksi dini sekaligus penanganan karhutla. Pesawat tersebut memiliki dua fungsi utama, yakni melakukan patroli udara untuk memantau kondisi wilayah rawan kebakaran serta mendukung Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) melalui penyemaian garam apabila tersedia bibit awan yang memenuhi syarat. Dengan pemantauan dari udara, titik-titik rawan kebakaran diharapkan dapat lebih cepat terdeteksi sehingga penanganan dapat dilakukan sebelum api meluas.
Selain dukungan pesawat, Satgas Karhutla Jambi juga telah membentuk 81 pos lapangan di sejumlah kawasan yang dinilai rawan kebakaran. Pos tersebut menjadi bagian dari sistem penanganan karhutla di tingkat lapangan. Petugas menjalankan fungsi deteksi dini, patroli, sosialisasi kepada masyarakat hingga penanganan awal ketika ditemukan titik api.
Keberadaan pos lapangan juga diharapkan mempercepat respons petugas terhadap laporan masyarakat mengenai kebakaran lahan.
BPBD Jambi mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau.
Masyarakat diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Warga juga diingatkan agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, termasuk membuang puntung rokok sembarangan.
“Kami minta masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan. Jangan membuka lahan dengan membakar dan jangan membuang puntung rokok sembarangan, karena sekarang kondisi sangat kering dan rawan kebakaran,” ujar Bachyuni.
Pemerintah mengimbau masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran. Kecepatan laporan dan penanganan menjadi faktor penting untuk mencegah kebakaran kecil berkembang menjadi karhutla yang lebih luas.
Dengan luas lahan terbakar yang telah mencapai 222 hektare, dukungan pesawat Cessna, 81 pos lapangan, serta keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam menghadapi ancaman karhutla Jambi sepanjang musim kemarau 2026.
- Penulis: say say
