Sabtu, 26 Sep 2026
light_mode
Beranda » Perbankan » Simpanan Nasabah Kaya Melonjak, Simpanan Kelas Menengah Tertekan

Simpanan Nasabah Kaya Melonjak, Simpanan Kelas Menengah Tertekan

  • account_circle -
  • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menunjukkan nilai simpanan nasabah dengan saldo di atas Rp 5 miliar melonjak 22,76% secara tahunan. Kenaikan ini jauh melampaui pertumbuhan simpanan kelompok menengah dan bawah yang cenderung stagnan, bahkan tertekan.

Fenomena ini menurut Wakil Ketua Dewan Komisioner LPS Farid Azhar Nasution lonjakan simpanan jumbo tidak sepenuhnya bersifat organik. Artinya, ada pemicu sehingga timbul fenomena tersebut. Salah satu pendorongnya adalah kebijakan Kementerian Keuangan yang menempatkan Saldo Anggaran Lebih (SAL) pemerintah di bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

Sementara itu Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira sebagaimana dilansir Kontan.co.id menilai, tren ini memperlihatkan disparitas alias ketimpangan yang makin nyata. Menurutnya, pertumbuhan simpanan terkonsentrasi di kelompok kaya, sementara simpanan di bawah Rp 100 juta justru mengalami tekanan.

Kondisi tersebut membuat bank berlomba memburu dana besar dengan menawarkan bunga tinggi atau special rate. Dampaknya, biaya dana (cost of fund) perbankan ikut naik.

“Ini menjadi sinyal bank semakin kesulitan mendapatkan dana murah,” kata Bhima.

Sejumlah perbankan mengkonfirmasi adanya peningkatan dana nasabah kelas tas. Di PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) pertumbuhan agresif di segmen nasabah kaya.

Sepanjang 2025, dana pihak ketiga (DPK) dari nasabah dengan aset kelolaan di atas Rp 5 miliar tumbuh lebih dari 20% secara tahunan, didominasi produk tabungan dan menjadi yang tertinggi di segmen private banking.

General Manager Divisi Wealth Management BNI Henny Eugenia menyebutkan, lonjakan ini ditopang kolaborasi yang semakin erat antara consumer banking dan business banking.

Dari sisi jumlah rekening, nasabah dengan aset kelolaan di atas Rp 5 miliar tumbuh lebih dari 15% secara tahunan, sementara nasabah private banking dengan AUM di atas Rp 15 miliar melonjak sekitar 25%.

Meski demikian, lebih dari 60% dana tersebut masih berasal dari nasabah non-perorangan. Henny mengakui, pertumbuhan segmen ritel mulai berakselerasi, terutama pada produk tabungan.

Tren serupa terlihat di HSBC Indonesia. Direktur International Wealth and Premier Banking HSBC Indonesia Lanny Hendra mengatakan, simpanan nasabah kaya di bank tersebut tetap tumbuh solid hingga akhir 2025, seiring kinerja positif produk deposito, investasi, dan bancassurance.

Menurutnya, kondisi ini mencerminkan strategi diversifikasi portofolio nasabah di tengah ketidakpastian ekonomi.

  • Penulis: -

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menkeu Purbaya Serahkan Sinkronisasi Data Dana Pemda ke BI, Selisih Capai Rp18,97 Triliun

    Menkeu Purbaya Serahkan Sinkronisasi Data Dana Pemda ke BI, Selisih Capai Rp18,97 Triliun

    • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa Kementerian Keuangan tidak akan ikut campur dalam proses sinkronisasi data dana pemerintah daerah (pemda) yang tersimpan di perbankan. Ia menyebut, tanggung jawab penyelarasan data tersebut sepenuhnya berada di tangan Bank Indonesia (BI) sebagai otoritas moneter yang memiliki akses langsung terhadap sistem perbankan nasional. “Enggak, bukan urusan […]

  • Hari Ini Harga BBM Pertamina Naik, Pertamina Dex Tembus Rp27.900 per Liter

    Hari Ini Harga BBM Pertamina Naik, Pertamina Dex Tembus Rp27.900 per Liter

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi yang dijual Pertamina mengalami kenaikan mulai Senin (4/5/2026). Kenaikan ini terjadi pada sejumlah produk, terutama jenis diesel dan bensin beroktan tinggi. Berdasarkan data resmi Pertamina Patra Niaga, harga Pertamina Dex (CN 53) naik signifikan dari Rp23.900 menjadi Rp27.900 per liter. Kenaikan juga terjadi pada Dexlite (CN 51) […]

  • Menkeu Purbaya Tambah Dana LPDP Jadi Rp 25 Triliun dari Hasil Sitaan Korupsi CPO

    Menkeu Purbaya Tambah Dana LPDP Jadi Rp 25 Triliun dari Hasil Sitaan Korupsi CPO

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan dana hasil sitaan kasus korupsi ekspor minyak sawit mentah (CPO) sebesar Rp 13,25 triliun resmi dialokasikan untuk memperkuat Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Dengan tambahan tersebut, total dana abadi pendidikan kini mencapai Rp 25 triliun. Kebijakan ini menjadi bagian dari langkah pemerintah dalam memanfaatkan aset hasil […]

  • Utang Jatuh Tempo Rp 833,9 Triliun di 2026, Pemerintah Hadapi Tekanan Fiskal Berat

    Utang Jatuh Tempo Rp 833,9 Triliun di 2026, Pemerintah Hadapi Tekanan Fiskal Berat

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah Indonesia menghadapi tekanan fiskal yang kian berat pada 2026 seiring besarnya utang jatuh tempo yang mencapai Rp 833,9 triliun. Nilai tersebut menjadi yang tertinggi dalam satu dekade terakhir dan menandai fase krusial dalam pengelolaan keuangan negara. Laporan Analisis Kritis Keberlanjutan Utang Indonesia 2026 yang disusun oleh Institute for Strategic and Economic Action […]

  • Cuaca Jambi Hari Ini Cenderung Berawan, Waspada Hujan Ringan di Sejumlah Wilayah

    Cuaca Jambi Hari Ini Cenderung Berawan, Waspada Hujan Ringan di Sejumlah Wilayah

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di Provinsi Jambi pada hari ini, Sabtu (25/10), akan didominasi kondisi berawan, dengan potensi hujan ringan di beberapa kabupaten seperti Kerinci, Merangin, Tebo, dan Tanjung Jabung Barat. Cuaca Jambi hari ini cenderung stabil, namun warga tetap diimbau waspada terhadap potensi hujan ringan pada malam hari, […]

  • Harga Emas Tersungkur! UBS, Antam, dan Galeri24 Kompak Melemah di Pegadaian

    Harga Emas Tersungkur! UBS, Antam, dan Galeri24 Kompak Melemah di Pegadaian

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas batangan UBS, Antam, dan Galeri24 yang dijual di Pegadaian kompak mengalami penyusutan pada perdagangan Jumat (29/5/2026). Berdasarkan data yang diperoleh Jambisnis.com dari laman Sahabat Pegadaian, harga emas UBS kini berada di level Rp2.764.000 per gram. Angka ini menunjukkan pelemahan dibandingkan perdagangan sebelumnya. Sementara itu, emas Antam masih menjadi yang tertinggi di […]

expand_less