Sabtu, 17 Okt 2026
light_mode
Beranda » Perbankan » Simpanan Nasabah Kaya Melonjak, Simpanan Kelas Menengah Tertekan

Simpanan Nasabah Kaya Melonjak, Simpanan Kelas Menengah Tertekan

  • account_circle -
  • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menunjukkan nilai simpanan nasabah dengan saldo di atas Rp 5 miliar melonjak 22,76% secara tahunan. Kenaikan ini jauh melampaui pertumbuhan simpanan kelompok menengah dan bawah yang cenderung stagnan, bahkan tertekan.

Fenomena ini menurut Wakil Ketua Dewan Komisioner LPS Farid Azhar Nasution lonjakan simpanan jumbo tidak sepenuhnya bersifat organik. Artinya, ada pemicu sehingga timbul fenomena tersebut. Salah satu pendorongnya adalah kebijakan Kementerian Keuangan yang menempatkan Saldo Anggaran Lebih (SAL) pemerintah di bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

Sementara itu Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira sebagaimana dilansir Kontan.co.id menilai, tren ini memperlihatkan disparitas alias ketimpangan yang makin nyata. Menurutnya, pertumbuhan simpanan terkonsentrasi di kelompok kaya, sementara simpanan di bawah Rp 100 juta justru mengalami tekanan.

Kondisi tersebut membuat bank berlomba memburu dana besar dengan menawarkan bunga tinggi atau special rate. Dampaknya, biaya dana (cost of fund) perbankan ikut naik.

“Ini menjadi sinyal bank semakin kesulitan mendapatkan dana murah,” kata Bhima.

Sejumlah perbankan mengkonfirmasi adanya peningkatan dana nasabah kelas tas. Di PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) pertumbuhan agresif di segmen nasabah kaya.

Sepanjang 2025, dana pihak ketiga (DPK) dari nasabah dengan aset kelolaan di atas Rp 5 miliar tumbuh lebih dari 20% secara tahunan, didominasi produk tabungan dan menjadi yang tertinggi di segmen private banking.

General Manager Divisi Wealth Management BNI Henny Eugenia menyebutkan, lonjakan ini ditopang kolaborasi yang semakin erat antara consumer banking dan business banking.

Dari sisi jumlah rekening, nasabah dengan aset kelolaan di atas Rp 5 miliar tumbuh lebih dari 15% secara tahunan, sementara nasabah private banking dengan AUM di atas Rp 15 miliar melonjak sekitar 25%.

Meski demikian, lebih dari 60% dana tersebut masih berasal dari nasabah non-perorangan. Henny mengakui, pertumbuhan segmen ritel mulai berakselerasi, terutama pada produk tabungan.

Tren serupa terlihat di HSBC Indonesia. Direktur International Wealth and Premier Banking HSBC Indonesia Lanny Hendra mengatakan, simpanan nasabah kaya di bank tersebut tetap tumbuh solid hingga akhir 2025, seiring kinerja positif produk deposito, investasi, dan bancassurance.

Menurutnya, kondisi ini mencerminkan strategi diversifikasi portofolio nasabah di tengah ketidakpastian ekonomi.

  • Penulis: -

Rekomendasi Untuk Anda

  • Indonesia–Singapura Perkuat Kerja Sama Strategis, Dorong Integrasi Ekonomi dan Investasi Hijau

    Indonesia–Singapura Perkuat Kerja Sama Strategis, Dorong Integrasi Ekonomi dan Investasi Hijau

    • calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Indonesia dan Singapura kembali memperkuat kemitraan strategis sebagai dua negara kunci di Asia Tenggara. Kerja sama ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas kawasan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di tengah dinamika global yang semakin kompleks. Momentum penguatan hubungan kedua negara tersebut terlihat dalam kunjungan kerja Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto […]

  • Harga Mobil Listrik Naik Akhir Januari 2026, BYD Atto 1 Tembus Rp199 Juta

    Harga Mobil Listrik Naik Akhir Januari 2026, BYD Atto 1 Tembus Rp199 Juta

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga mobil listrik di Indonesia mulai mengalami penyesuaian pada akhir Januari 2026. Sejumlah produsen seperti BYD, Wuling, dan Changan tercatat menaikkan banderol beberapa model andalannya, menyusul dinamika biaya produksi dan strategi bisnis masing-masing merek. Salah satu model yang mengalami kenaikan adalah BYD Atto 1, mobil listrik terlaris sepanjang 2025. Varian termurah Atto 1 […]

  • Hyundai Tawarkan Mobil Desain Penumpang untuk Proyek Mobnas

    Hyundai Tawarkan Mobil Desain Penumpang untuk Proyek Mobnas

    • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) ingin turut berkontribusi dalam proyek mobil nasional (Mobnas). Proposal sudah diajukan dan kabarnya sedang dalam tahap peninjauan. Pemerintah telah mengusulkan program mobil nasional untuk ditetapkan sebagai proyek strategis nasional (PSN). Langkah ini sejalan dengan keinginan Presiden RI Prabowo Subianto yang menyebut bahwa Indonesia mampu memproduksi mobil buatan sendiri […]

  • Ekonomi Jambi Tumbuh 4,93 Persen, Omzet UMKM Ikut Naik?

    Ekonomi Jambi Tumbuh 4,93 Persen, Omzet UMKM Ikut Naik?

    • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Ekonomi Provinsi Jambi terus menunjukkan penguatan. Setelah tumbuh 4,50 persen pada 2024, pertumbuhan ekonomi Jambi meningkat menjadi 4,93 persen pada 2025. Memasuki 2026, ekonomi daerah masih tumbuh 4,33 persen secara tahunan pada triwulan I. Angka tersebut menjadi sinyal positif bagi pelaku usaha, termasuk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Namun, pertumbuhan ekonomi belum […]

  • 10 Bisnis Kekinian Modal Minim, Cocok untuk Pemula dan Anak Muda

    10 Bisnis Kekinian Modal Minim, Cocok untuk Pemula dan Anak Muda

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Memulai usaha kini bukan lagi hal yang sulit, bahkan bisa dilakukan dengan modal minim. Di era digital seperti sekarang, banyak peluang bisnis kekinian yang bisa dijalankan hanya bermodalkan skill dan kreativitas. Tak hanya untuk generasi muda, peluang ini juga terbuka bagi siapa saja yang ingin mandiri secara finansial. Berikut 10 ide bisnis kekinian […]

  • Menguat Tipis, Rupiah Menjadi Rp16.618 per Dolar AS Pagi Ini

    Menguat Tipis, Rupiah Menjadi Rp16.618 per Dolar AS Pagi Ini

    • calendar_month Selasa, 28 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah menguat tipis pada pembukaan perdagangan Selasa (28/10/2025). Rupiah dibuka dilevel Rp16.618 per dolar Amerika Serikat (AS). Rupiah menguat sebesar 3 poin atau 0,02 persen dibanding penutupan pada hari sebelumnya yang berada di level Rp 16.621 per dolar AS. Sementara itu, dolar AS mengalami depresiasi sebesar 0,11% menuju posisi 98,67. Pergerakan […]

expand_less