HUT ke-58 BPJS Kesehatan, Momentum Dorong Masyarakat Terapkan Gaya Hidup Sehat
- account_circle Fitri Amalia
- calendar_month 21 menit yang lalu
- print Cetak

Kegiatan Fun Run menjadi pengingat bahwa menjaga kesehatan harus dimulai dari sekarang, bukan menunggu di kemudian hari.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-58 BPJS Kesehatan menjadi momentum untuk memperkuat budaya hidup sehat di tengah masyarakat. Salah satunya diwujudkan melalui penyelenggaraan Health Fun Run yang melibatkan berbagai komunitas lari sebagai bagian dari komitmen mendukung upaya promotif dan preventif dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, mengatakan keberhasilan Program JKN tidak hanya diukur dari kemampuan memberikan jaminan pelayanan kesehatan bagi peserta yang sakit, tetapi juga dari meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan agar terhindar dari penyakit.
“Program JKN dibangun atas semangat gotong royong. Karena itu, kami tidak hanya memberikan perlindungan kesehatan saat masyarakat membutuhkan layanan, tetapi juga terus memperkuat berbagai upaya promotif dan preventif agar masyarakat tetap sehat dan produktif,” ujar Pujo.
Hingga 1 Juni 2026, jumlah peserta JKN telah mencapai lebih dari 285 juta jiwa atau lebih dari 98 persen penduduk Indonesia. Capaian tersebut didukung oleh 23.682 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) serta 3.221 rumah sakit dan klinik utama yang telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan di seluruh Indonesia.
BPJS Kesehatan juga terus memperkuat program promotif dan preventif guna menekan angka penyakit tidak menular. Sepanjang 2025, lebih dari 79 juta peserta JKN mengikuti Skrining Riwayat Kesehatan. Hasilnya, sekitar 23 juta peserta teridentifikasi berisiko hipertensi dan 17 juta peserta berisiko diabetes melitus.
Data BPJS Kesehatan juga menunjukkan bahwa penyakit kronis kini tidak lagi didominasi kelompok lanjut usia. Pada kelompok usia di bawah 45 tahun, tercatat lebih dari 400 ribu peserta JKN didiagnosis diabetes melitus dan lebih dari satu juta peserta terdiagnosis hipertensi.
“Kondisi ini menjadi pengingat bahwa penyakit kronis juga mengancam generasi muda dan usia produktif. Karena itu, masyarakat perlu membiasakan pola hidup sehat sejak dini,” kata Pujo.
Untuk mendukung upaya tersebut, BPJS Kesehatan terus mengembangkan berbagai program promotif dan preventif, seperti Prolanis Muda, Skrining Riwayat Kesehatan, hingga edukasi kesehatan kepada masyarakat. Menurut Pujo, kegiatan seperti Health Fun Run diharapkan menjadi pemicu agar masyarakat menjadikan aktivitas fisik sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari.
“Semakin banyak masyarakat yang sehat dan produktif, semakin kuat pula fondasi keberlanjutan Program JKN di masa depan,” ujarnya.
Pujo menambahkan, penguatan budaya hidup sehat juga sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam membangun sumber daya manusia yang unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Sementara itu, Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, menilai semangat gotong royong merupakan fondasi utama Program JKN. Menurutnya, peserta yang sehat membantu peserta yang sakit, sedangkan peserta yang mampu turut membantu peserta yang kurang mampu sehingga seluruh masyarakat memperoleh perlindungan kesehatan secara berkelanjutan.
“Generasi muda jangan menunda memulai kebiasaan hidup sehat. Menjaga kesehatan dapat dimulai dari hal sederhana, seperti mengonsumsi makanan bergizi, rutin berolahraga, dan menerapkan pola hidup sehat,” ujar Raffi.
Ia menambahkan, kegiatan seperti Fun Run menjadi pengingat bahwa menjaga kesehatan harus dimulai dari sekarang, bukan menunggu di kemudian hari.
“Sehat itu mahal, jadi kita harus menjaga kesehatan sejak dini,” tutupnya
- Penulis: Fitri Amalia
