Pembeli di Pasar Angso Duo dan Talang Banjar Menurun, Pasar Dadakan Jadi Pesaing
- account_circle say say
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

ILUSTRASI: Pasar dadakan yang berada di komplek perumahan, mereka menyewa lahan kosong lalu membuka pasar mini, dengan sembako yang lengkap seperti pasar tradisional.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Aktivitas perdagangan di dua pasar utama Kota Jambi, yakni Pasar Angso Duo dan Pasar Talang Banjar, dilaporkan mengalami penurunan jumlah pengunjung dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi ini mulai dirasakan langsung oleh para pedagang yang mengeluhkan berkurangnya transaksi harian.
Sejumlah pedagang menyebut penurunan pembeli dipengaruhi oleh maraknya pasar dadakan yang dikelola secara perorangan di sejumlah titik pemukiman. Pasar-pasar tersebut menawarkan kebutuhan dapur dengan variasi barang yang cukup lengkap serta harga yang relatif sama dengan pasar resmi.
Kondisi ini membuat sebagian masyarakat, terutama yang tinggal di kawasan perumahan, lebih memilih berbelanja di pasar dadakan karena dinilai lebih dekat, praktis, dan tidak memerlukan waktu perjalanan ke pasar utama.
“Pembeli sekarang lebih banyak yang ke pasar dekat rumah. Barangnya juga lengkap, harga tidak jauh beda,” ujar sri salah satu pedagang di kawasan Talang Banjar.
Pedagang di Pasar Angso Duo juga mengungkapkan hal serupa. Menurunnya jumlah pengunjung berdampak pada omzet harian yang ikut berkurang, terutama untuk komoditas kebutuhan dapur seperti sayuran, bumbu, dan bahan pokok harian.
Menurut mereka, keberadaan pasar dadakan yang tumbuh tanpa pengelolaan resmi membuat distribusi pembeli semakin terbagi. Hal ini berdampak langsung pada pasar tradisional yang selama ini menjadi pusat utama perdagangan kebutuhan pokok masyarakat Kota Jambi.
Meski demikian, sebagian pedagang tetap berharap pemerintah daerah dapat melakukan penataan agar persaingan usaha tetap berjalan seimbang tanpa merugikan pedagang pasar tradisional.
Sementara itu, kondisi harga di Pasar Angso Duo dan Talang Banjar dilaporkan relatif stabil, namun stabilnya harga belum mampu mengangkat kembali jumlah pengunjung seperti sebelumnya.
Para pedagang menilai, jika kondisi ini terus berlanjut tanpa penataan, maka perputaran ekonomi di pasar tradisional dikhawatirkan akan semakin melemah.
- Penulis: say say
