Kamis, 5 Nov 2026
light_mode
Beranda » Bisnis Jambi » Karet Jambi Bangkit! Ekspor ke Tiongkok Tembus US$5,57 Juta

Karet Jambi Bangkit! Ekspor ke Tiongkok Tembus US$5,57 Juta

  • account_circle -
  • calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Di tengah ekspor Provinsi Jambi yang justru mengalami penurunan pada Juni 2026, karet menjadi salah satu komoditas yang mampu mencuri perhatian.

Nilai ekspor karet dan barang dari karet Jambi melonjak 27,64 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Kenaikan tersebut didorong meningkatnya permintaan dari sejumlah pasar utama, terutama Tiongkok, Jepang, dan Amerika Serikat.

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi mencatat, nilai ekspor karet naik dari US$21,47 juta pada Mei 2026 menjadi US$27,41 juta pada Juni 2026.

Kepala BPS Provinsi Jambi, Aidil Adha, mengatakan kenaikan ekspor karet menjadi salah satu penopang kinerja ekspor Jambi ketika sejumlah komoditas unggulan lainnya justru mengalami pelemahan.

“Kenaikan ekspor karet menjadi salah satu penopang kinerja ekspor Jambi di tengah melemahnya ekspor beberapa komoditas unggulan lainnya,” ujar Aidil dalam rilis yang dikutip Rabu (5/8/2026).

Tiongkok Jadi Mesin Pertumbuhan

Performa ekspor karet Jambi paling mencolok terlihat di pasar Tiongkok. Nilai ekspor karet ke Negeri Tirai Bambu tersebut melonjak 301,20 persen hanya dalam satu bulan. Nilainya meroket dari US$1,39 juta pada Mei menjadi US$5,57 juta pada Juni 2026.

Artinya, nilai ekspor ke Tiongkok meningkat lebih dari tiga kali lipat dalam sebulan.

Jepang masih menjadi pasar terbesar karet asal Jambi. Ekspor ke negara tersebut mencapai US$14,22 juta, naik 9,09 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Sementara ekspor ke Amerika Serikat juga tumbuh signifikan. Nilainya meningkat 69,81 persen, dari US$1,60 juta menjadi US$2,72 juta.

Tiga pasar utama tersebut menjadi sinyal positif bagi industri karet Jambi. Permintaan dari negara-negara besar mulai menunjukkan penguatan setelah ekspor komoditas ini mengalami tekanan secara kumulatif.

Jadi Penopang Saat Ekspor Jambi Turun

Kenaikan ekspor karet menjadi kabar baik di tengah kondisi perdagangan luar negeri Jambi yang belum sepenuhnya menguat. BPS mencatat, total nilai ekspor Jambi pada Juni 2026 turun 2,02 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Penurunan tersebut antara lain dipengaruhi melemahnya ekspor sejumlah komoditas, seperti batu bara, minyak dan gas bumi, pinang, kayu lapis, serta pulp dan kertas.

Di tengah tekanan tersebut, karet justru bergerak berlawanan arah. Namun, jika dilihat dalam periode yang lebih panjang, kinerja ekspor karet Jambi masih menghadapi tantangan.

Sepanjang Januari-Juni 2026, nilai ekspor karet dan barang dari karet tercatat US$124,49 juta. Angka tersebut masih turun 19,43 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai US$154,51 juta.

Meski mengalami penurunan secara tahunan, karet tetap memiliki posisi penting dalam struktur ekspor Jambi.

BPS mencatat komoditas karet dan barang dari karet menyumbang 12,18 persen terhadap total ekspor Jambi sepanjang semester pertama 2026.

Peluang Pemulihan di Semester II

Lonjakan permintaan dari Jepang, Tiongkok, dan Amerika Serikat menjadi modal penting bagi Jambi memasuki paruh kedua 2026.

Terutama Tiongkok. Pertumbuhan ekspor hingga 301,20 persen dalam sebulan menunjukkan pasar tersebut memiliki potensi besar untuk kembali menjadi salah satu tujuan utama karet Jambi.

Jika tren permintaan dari tiga negara tersebut mampu dipertahankan, kinerja ekspor karet Jambi berpeluang mengalami pemulihan pada semester kedua 2026.

Bagi Jambi, penguatan ekspor karet bukan sekadar kabar baik bagi komoditas perkebunan. Kinerja tersebut juga menjadi salah satu penyangga ekonomi daerah ketika sejumlah komoditas ekspor utama lainnya mengalami tekanan.(*)

 

Catatan Redaksi: Seluruh informasi merupakan hasil penghimpunan data dari berbagai sumber dan narasumber.

 

 

  • Penulis: -
  • Editor: Darmanto Zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Asia-Pasifik Masih Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Dunia

    Asia-Pasifik Masih Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Dunia

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kawasan Asia-Pasifik tetap menjadi motor penggerak utama ekonomi global. Meski menghadapi tantangan geopolitik dan perlambatan ekonomi dunia, para ekonom optimistis kawasan ini masih memiliki potensi kuat untuk mempertahankan pertumbuhan jangka panjang. Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Christina Ruth Elisabeth, mengatakan keberhasilan Asia-Pasifik dalam tiga dekade terakhir berasal dari kombinasi liberalisasi perdagangan, […]

  • Bukan Arabika, Bukan Robusta! Kopi Gambut Tanjab Barat Ini Bisa Jadi Ladang Cuan

    Bukan Arabika, Bukan Robusta! Kopi Gambut Tanjab Barat Ini Bisa Jadi Ladang Cuan

    • calendar_month Rabu, 30 Sep 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM — Bukan arabika. Bukan pula robusta. Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjab Barat) punya kopi khas yang tumbuh di lingkungan tak biasa: lahan gambut. Namanya Kopi Liberika Tungkal. Kopi khas Jambi tersebut banyak dibudidayakan masyarakat di Kelurahan Mekar Jaya, Kecamatan Betara, Tanjab Barat. Tak sekadar menjadi komoditas perkebunan, kopi ini perlahan berkembang menjadi peluang usaha […]

  • Usai Bertahan, Harga Perak Antam Hari Ini Rontok

    Usai Bertahan, Harga Perak Antam Hari Ini Rontok

    • calendar_month Rabu, 9 Sep 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga perak produksi Antam berbalik arah. Setelah sebelumnya bertahan alias stagnan, harga logam mulia berwarna silver tersebut akhirnya rontok pada perdagangan Rabu (9/9/2026). Mengutip laman resmi Logam Mulia, harga perak Antam hari ini terpangkas Rp250. Setelah mengalami koreksi, harga perak berada di level Rp43.450.000 per gram. Sebelumnya, harga perak Antam bertahan di level […]

  • Pergeseran Konsumsi Akhir 2025 Jadi Sinyal Tantangan Ekonomi Indonesia pada 2026

    Pergeseran Konsumsi Akhir 2025 Jadi Sinyal Tantangan Ekonomi Indonesia pada 2026

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pergeseran perilaku konsumsi masyarakat pada akhir 2025 dinilai menjadi sinyal awal tantangan perekonomian Indonesia pada 2026. Tekanan biaya hidup dan ketidakpastian pendapatan mendorong rumah tangga lebih memilih menabung dibandingkan meningkatkan belanja. Survei Konsumen Bank Indonesia (BI) menunjukkan porsi pendapatan masyarakat yang dialokasikan untuk konsumsi atau average propensity to consume pada Desember 2025 turun […]

  • Prancis Favorit, Swedia Pantang Menyerah

    Prancis Favorit, Swedia Pantang Menyerah

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Babak 32 besar Piala Dunia 2026 kembali menghadirkan pertarungan sarat gengsi. Dua wakil Eropa, Prancis dan Swedia, akan saling bentrok di MetLife Stadium, East Rutherford, New Jersey, Rabu (1/7/2026) pukul 04.00 WIB. Di atas kertas, Les Bleus jauh lebih diunggulkan. Namun, status favorit tak membuat Swedia ciut nyali. Tim berjuluk Blågult itu datang […]

  • Update Harga Emas Antam Hari Ini: Tak Bergerak, Rp2,69 Juta per Gram

    Update Harga Emas Antam Hari Ini: Tak Bergerak, Rp2,69 Juta per Gram

    • calendar_month Senin, 10 Agt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas produksi Antam terpantau stagnan pada perdagangan Senin (10/8/2026). Logam mulia yang selama ini jadi primadona investasi masyarakat itu masih bertahan di level Rp2.690.000 per gram. Angka tersebut tidak berubah dibandingkan hari sebelumnya. Sebelumnya, pada Sabtu (8/8/2026), harga emas Antam sempat melesat tajam Rp40.000 dan bertahan di posisi saat ini. Kondisi ini […]

expand_less