Rabu, 22 Jul 2026
light_mode
Beranda » Perbankan » BRI Cs Sudah Salurkan 84% ke Sektor Riil dari Dana Rp200 Triliun

BRI Cs Sudah Salurkan 84% ke Sektor Riil dari Dana Rp200 Triliun

  • account_circle -
  • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Pemerintah telah menyalurkan dana ke sektor riil sebesar Rp167,6 triliun per 22 Oktober 2025. Dengan kata lain realisasi penyaluran dana ini sudah 84% dari pagu penempatan dana pemerintah di perbankan sebesar Rp200 triliun.

“Perbankan sudah menggunakan Rp167,6 triliun atau 84% dari yang dana pemerintah yang ditempatkan,” ucap Dirjen Strategi Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Nathan Kacaribu dalam rapat kerja dengan Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Gedung DPR pada Senin (17/11/2025).

Dengan adanya penempatan dana tersebut diharapkan akan menggerakkan sektor riil yang berujung pada kenaikan pertumbuhan ekonomi kuartal III-2025. Bila dirinci Bank Mandiri dan BRI telah menyalurkan dana sebesar Rp55 triliun atau sudah mencapai target 100% dari total penempatan dana sebesar Rp55 triliun.

Lalu BNI menyalurkan sebesar Rp37,4 triliun atau 68% dari penempatan dana Rp55 triliun. Sementara itu Bank Tabungan Negara sebesar Rp10,3 triliun atau 41% dari penempatan dana senilai Rp25 triliun dan Bank Syariah Indonesia sebesar Rp9,9 triliun atau 99% dari penempatan dana senilai Rp10 triliun.

“Sejak 12 September 2025, kami pindahkan kas pemerintah dari Bank Indonesia ke perbankan sebesar Rp200 triliun. Diharapkan mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi jangka pendek yang cukup signifikan,” jelas Febrio.

Dia berpendapat lancarnya penyaluran dana ini tidak terlepas dari biaya bunga yang terjangkau. Mengingat pemerintah menempatkan dana dengan suku bunga sebesar 3,8% atau 80% dari dari suku bunga Bank Indonesia.

“Dengan bunga yang sama ditempatkan di perbankan, cost of fund perbankan menjadi lebih rendah. Akhirnya, mereka menyalurkan dana lebih cepat karena biaya dana yang lebih murah,” ujar Febrio.

Lebih lanjut, oenempatan dana pemerintah di perbankan juga membuat perbankan menurunkan bunga Dana Pihak Ketiga (DPK). Khususnya Himbara dan Bank Syariah Indonesia (BSI). Saat bunga DPK turun maka suku bunga kredit juga menurun dan diharapkan dapat memacu permintaan kredit.

“Setelah Rp200 triliun ditempatkan dengan bunga 3,8%, perbankan khususnya Himbara dan BSI menurunkan bunga DPK-nya secara signifikan. Pada gilirannya, hal ini mulai menurunkan suku bunga kredit sejak September, meski penurunannya masih bertahap,” ungkap Febrio.(*)

  • Penulis: -
  • Editor: Darmanto Zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • BI Resmi Hentikan Jibor dan Dorong Penggunaan Indonia

    BI Resmi Hentikan Jibor dan Dorong Penggunaan Indonia

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Dalam rangka memperkuat kredibilitas dan keandalan suku bunga acuan rupiah nasional, Bank Indonesia (BI) resmi menghentikan publikasi Jakarta Interbank Offered Rate (JIBOR) mulai 1 Januari 2026. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Ramdan Denny Prakoso menyampaikan, untuk menggantikan Jibor, pasar keuangan Indonesia didorong untuk menggunakan Indonesia Overnight Index Average (Indonia), yaitu suku bunga acuan rupiah […]

  • Gaji Karyawan 9 Sektor Naik 2025

    Gaji Karyawan 9 Sektor Naik 2025

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata upah buruh nasional tetap Rp 3,33 juta pada November 2025, sama dengan Agustus 2025. Meski demikian, terdapat sembilan sektor usaha yang memberikan gaji lebih tinggi dari rata-rata nasional. Upah tertinggi ada pada Informasi dan Komunikasi sebesar Rp 5,17 juta, diikuti Aktivitas Keuangan dan Asuransi Rp 4,97 juta, […]

  • PLN Indonesia Power Resmikan Sekolah Lapang Kopi Liberika di Tanjab Barat

    PLN Indonesia Power Resmikan Sekolah Lapang Kopi Liberika di Tanjab Barat

    • calendar_month 12 jam yang lalu
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Jambi kembali memperkuat komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Bersama Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat, perusahaan meresmikan Program Sekolah Lapang Kopi Liberika di Kelompok Tani Sri Utomo 2, Kecamatan Betara, pada 16 Juli 2026. Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas […]

  • Stok Beras Nasional 4,5 Juta Ton, Andi Amran Sulaiman Pastikan Aman

    Stok Beras Nasional 4,5 Juta Ton, Andi Amran Sulaiman Pastikan Aman

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan stok cadangan beras pemerintah saat ini dalam kondisi aman dan stabil, meski di tengah ketidakpastian global akibat gejolak di Timur Tengah. Menurut Amran, stok beras nasional yang dikelola oleh Perum Bulog kini mencapai sekitar 4,5 juta ton. Angka tersebut disebut sebagai yang tertinggi sepanjang sejarah Indonesia. “Stok […]

  • Menkeu Purbaya Blacklist Alumni LPDP yang Langgar Komitmen, Tak Bisa Kerja di Instansi Pemerintah

    Menkeu Purbaya Blacklist Alumni LPDP yang Langgar Komitmen, Tak Bisa Kerja di Instansi Pemerintah

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah akan menjatuhkan sanksi blacklist terhadap penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang dinilai melanggar komitmen dan etika sebagai penerima dana publik. Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya merespons polemik alumni LPDP yang viral di media sosial. Ia menyayangkan kejadian itu dan memastikan aturan yang berlaku akan ditegakkan […]

  • Banjir Genangi Akses Jalan Menuju Bandara Soekarno-Hatta

    Banjir Genangi Akses Jalan Menuju Bandara Soekarno-Hatta

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Sejumlah akses jalan menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, terendam air akibat hujan deras sejak Minggu (11/1). Genangan air terjadi di titik-titik strategis, termasuk KM 33 Tol Sedyatmo di depan Hotel Ibis dan jalur Soewarna menuju Terminal Cargo, dengan ketinggian mencapai 15–20 cm. Kasat Lantas Polresta Bandara Soetta, AKP Sularno, mengatakan bahwa […]

expand_less