Selasa, 11 Agu 2026
light_mode
Beranda » Nasional » IHSG Berpotensi Naik, Ini Pilihan Sahamnya

IHSG Berpotensi Naik, Ini Pilihan Sahamnya

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan berpeluang melanjutkan penguatan terbatas pada perdagangan hari ini, Selasa (9/12/2025), meski tetap membuka peluang koreksi minor ke kisaran 8.565–8.680. Pada perdagangan sebelumnya, IHSG menguat 0,90 persen ke level 8.710 disertai volume pembelian yang meningkat.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menilai IHSG masih tertahan oleh area resistance dan fibo cluster. Menurut dia, apabila indeks mampu menembus area tersebut maka berpotensi menuju level 8.737–8.768 pada sesi perdagangan selanjutnya.

“Namun demikian, tidak menutup kemungkinan adanya koreksi minor ke rentang area 8.565–8.680,” kata Herditya dalam catatan risetnya. Ia juga menyebut IHSG memiliki level support di 8.617–8.592 dan resistance di 8.769–8.809.

Sementara itu, riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas memperkirakan IHSG dapat menguat terbatas dengan rentang support dan resistance di kisaran 8.620–8.880 seiring masih adanya sentimen positif pasar dan harapan stabilitas ekonomi global.

ADMR, INCO, KLBF hingga MDKA Masuk Radar

Untuk perdagangan hari ini, Herditya menyarankan investor memperhatikan saham-saham sektor pertambangan dan kesehatan yang dinilai berpotensi positif dalam jangka pendek. Sejumlah saham pilihan di antaranya PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR), PT Vale Indonesia Tbk (INCO), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) serta PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA).

Sedangkan Pilarmas Investindo Sekuritas memberikan rekomendasi saham lain meliputi PT Darma Henwa Tbk (DEWA), PT Timah Tbk (TINS), dan PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) untuk dicermati investor.

ADMR – Spec Buy

Saham ADMR tercatat menguat signifikan 12,02 persen ke level 1.445 dengan volume pembelian meningkat. Menurut analis, posisi ADMR saat ini diperkirakan berada pada bagian dari wave [v] dari wave C.

  • Spec Buy: 1.365–1.420
  • Target price: 1.500–1.656
  • Stop loss: di bawah 1.325

INCO – Buy On Weakness

Saham INCO naik 2,57 persen ke 3.990 dengan volume meningkat meski masih tertahan MA20. Analisis teknikal memperkirakan posisi INCO memasuki awal wave [c] dari B.

  • Buy on Weakness: 3.910–3.960
  • Target price: 4.060–4.170
  • Stop loss: di bawah 3.850
  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Try Sutrisno Meninggal Dunia, Mensesneg Pastikan Negara Beri Penghormatan Terbaik untuk Wapres ke-6 RI

    Try Sutrisno Meninggal Dunia, Mensesneg Pastikan Negara Beri Penghormatan Terbaik untuk Wapres ke-6 RI

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Wakil Presiden (Wapres) ke-6 Republik Indonesia, Try Sutrisno, meninggal dunia pada Senin (2/3/2026). Kabar duka tersebut dibenarkan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi. Pihak Istana menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya purnawirawan Jenderal TNI Angkatan Darat tersebut. “Benar, kita berduka cita sangat mendalam,” kata Prasetyo kepada wartawan, Senin (2/3/2026). Prasetyo memastikan pemerintah akan memberikan […]

  • Imbas Bencana Banjir, 20 Ribu Calon Jemaah Sumatra Terancam Batal Haji

    Imbas Bencana Banjir, 20 Ribu Calon Jemaah Sumatra Terancam Batal Haji

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan) rapat bersama Komisi VIII DPR RI untuk membahas soal nasib calon jemaah haji yang terdampak banjir di Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh. Dari tiga wilayah tersebut, serapan pelunasan masih belum optimal. Menurut Irfan, Jika ada calon jemaah terdampak bencana Sumatra yang belum bisa […]

  • Update Harga Emas Antam Hari Ini: Tak Bergerak, Rp2,69 Juta per Gram

    Update Harga Emas Antam Hari Ini: Tak Bergerak, Rp2,69 Juta per Gram

    • calendar_month Senin, 10 Agt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas produksi Antam terpantau stagnan pada perdagangan Senin (10/8/2026). Logam mulia yang selama ini jadi primadona investasi masyarakat itu masih bertahan di level Rp2.690.000 per gram. Angka tersebut tidak berubah dibandingkan hari sebelumnya. Sebelumnya, pada Sabtu (8/8/2026), harga emas Antam sempat melesat tajam Rp40.000 dan bertahan di posisi saat ini. Kondisi ini […]

  • Inggris Janjikan Paket Bantuan Sebesar US$ 27 Juta untuk Gaza

    Inggris Janjikan Paket Bantuan Sebesar US$ 27 Juta untuk Gaza

    • calendar_month Senin, 13 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Inggris janjikan paket bantuan kemanusiaan sebesar US$ 27 juta untuk Gaza. Dana tersebut akan disalurkan melalui UNICEF, Program Pangan Dunia, dan Dewan Pengungsi Norwegia dan dirancang untuk menjangkau mereka yang menghadapi kelaparan, malnutrisi, dan penyakit. Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengatakan, paket bantuan senilai 20 juta pound (US$27 juta/ $1 = 0,7486 pound) […]

  • Bandara IMIP Morowali Ilegal 6 Tahun, TNI Temukan Pelanggaran Berat

    Bandara IMIP Morowali Ilegal 6 Tahun, TNI Temukan Pelanggaran Berat

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Operasi gabungan TNI di kawasan industri PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) mengungkap temuan mengejutkan. Bandara milik perusahaan yang pernah diresmikan pada era Presiden Joko Widodo itu ternyata beroperasi tanpa pengawasan otoritas negara selama enam tahun. Dalam temuan di lapangan, tidak ada petugas Bea Cukai, Imigrasi, maupun AirNav yang bekerja di bandara tersebut. […]

  • Bank Masih Dulang Cuan dari Bisnis Bancassurance

    Bank Masih Dulang Cuan dari Bisnis Bancassurance

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pendapatan premi asuransi jiwa dari kanal bancassurance turun pada kuartal III-2025. Namun begitu, sejumlah bank masih menikmati pendapatan berbasis komisi (fee based income/FBI) dari bisnis ini. Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat pendapatan premi dari kanal bancassurance turun 4,2% secara tahunan (year-on-year/YoY) pada kuartal III-2025 menjadi Rp 55,28 triliun. Meski begitu, bancassurance masih […]

expand_less