BPS Catat Inflasi Melonjak di Aceh, Sumut, dan Sumbar Usai Bencana Alam
- account_circle syaiful amri
- calendar_month Sel, 6 Jan 2026
- comment 0 komentar

Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini
JAMBISNIS.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat lonjakan inflasi tahunan di tiga provinsi di Pulau Sumatra yang terdampak bencana alam, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Ketiganya masuk dalam kelompok provinsi dengan tingkat inflasi tertinggi secara nasional pada Desember 2025. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, mengatakan kenaikan inflasi tersebut terjadi setelah sebelumnya ketiga wilayah mengalami deflasi pada November 2025.
“Untuk Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, ini mengalami inflasi di Desember [2025], setelah sebelumnya deflasi di November 2025. Ketiga provinsi ini termasuk dalam kelompok provinsi dengan tingkat inflasi tertinggi,” ujar Pudji dalam konferensi pers di Kantor BPS, Jakarta Pusat, Senin (5/1/2026).
Menurut Pudji, lonjakan inflasi dipicu oleh kenaikan harga sejumlah komoditas utama akibat bencana banjir bandang dan longsor yang melanda wilayah tersebut sejak akhir November 2025. Gangguan distribusi dan pasokan barang disebut menjadi faktor utama.
Berdasarkan data BPS, kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang inflasi terbesar di ketiga provinsi tersebut. Di Aceh, inflasi terutama didorong oleh kenaikan harga beras. Sementara di Sumatera Utara, lonjakan harga cabai rawit menjadi pemicu utama. Adapun inflasi di Sumatera Barat dipengaruhi oleh naiknya harga bawang merah.
“Seperti di Aceh yang utamanya didorong oleh kenaikan harga beras, kemudian Sumatera Utara didorong oleh kenaikan harga cabai rawit, serta inflasi di Sumatera Barat yang utamanya didorong oleh bawang merah,” jelas Pudji.
Secara nasional, Aceh tercatat sebagai provinsi dengan inflasi tahunan tertinggi, yakni 6,71 persen. Sebaliknya, inflasi terendah terjadi di Sulawesi Utara dengan angka 1,23 persen.
BPS juga mencatat inflasi tahunan tertinggi di tingkat kabupaten/kota terjadi di Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara, sebesar 10,84 persen dengan indeks harga konsumen (IHK) 119,24. Sementara inflasi terendah tercatat di Kabupaten Minahasa Utara dan Maumere, masing-masing sebesar 0,38 persen.
“Secara tahunan kita bisa lihat bahwa seluruh provinsi mengalami inflasi dan inflasi tertinggi terjadi di Aceh, yaitu sebesar 6,71 persen serta inflasi terendah terjadi di Sulawesi Utara, yaitu sebesar 1,23 persen,” tutup Pudji.
- Penulis: syaiful amri

Saat ini belum ada komentar