Selasa, 15 Sep 2026
light_mode
Beranda » Ekonomi » Daftar Bansos Cair April 2026: PKH, BPNT, hingga PIP, Ini Cara Cek Penerima

Daftar Bansos Cair April 2026: PKH, BPNT, hingga PIP, Ini Cara Cek Penerima

  • account_circle say say
  • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Pemerintah kembali menyalurkan berbagai program bantuan sosial (bansos) pada April 2026 guna menjaga daya beli masyarakat, khususnya kelompok rentan. Sejumlah program bansos yang menjadi perhatian publik antara lain Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), serta Program Indonesia Pintar (PIP).

PKH merupakan bantuan bersyarat yang menyasar keluarga miskin dengan kriteria tertentu seperti ibu hamil, anak sekolah, hingga lansia. Pada 2026, program ini menjangkau sekitar 10 juta keluarga penerima manfaat.

Sementara itu, BPNT atau kartu sembako diberikan dalam bentuk saldo elektronik sebesar Rp200.000 per bulan. Penyaluran umumnya dilakukan setiap tiga bulan, sehingga penerima dapat memperoleh Rp600.000 dalam satu tahap pencairan.

Selain itu, pemerintah juga menyalurkan bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng untuk menjaga ketahanan pangan masyarakat. Penyaluran ini melibatkan Perum Bulog sebagai penyedia stok.

Di sektor pendidikan, PIP diberikan kepada siswa dari keluarga kurang mampu dengan besaran bantuan mulai dari Rp450.000 hingga Rp1,8 juta per tahun, tergantung jenjang pendidikan.

Masyarakat dapat mengecek status penerimaan bansos secara mandiri melalui situs resmi maupun aplikasi. Berikut caranya:

1. Melalui situs resmi:

  • Kunjungi cekbansos.kemensos.go.id
  • Masukkan data wilayah sesuai KTP
  • Ketik nama lengkap
  • Isi kode captcha
  • Klik “Cari Data”

2. Melalui aplikasi:

  • Unduh aplikasi Cek Bansos
  • Registrasi akun dan lengkapi data
  • Unggah KTP dan swafoto
  • Login dan cek menu profil
  • Catatan Penting

Meski berbagai bansos rutin disalurkan, tidak semua program dipastikan cair pada April 2026. Salah satunya Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kesra Rp900.000 yang terakhir disalurkan hingga Desember 2025 dan belum ada kepastian kelanjutan.

Pemerintah juga terus memperbarui data penerima melalui sistem Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) agar penyaluran lebih tepat sasaran. Masyarakat diimbau untuk selalu memantau informasi dari sumber resmi guna menghindari hoaks terkait pencairan bansos.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Emas Perhiasan Hari Ini Turun, Cek  Update-nya

    Harga Emas Perhiasan Hari Ini Turun, Cek Update-nya

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas perhiasan terpantau turun di Hartadinata Abadi, Raja Emas Indonesia, dan Laku Emas  pada Senin siang (2/2/2026). Pergerakan harga emas perhiasan dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk permintaan dari industri perhiasan global, fluktuasi nilai tukar mata uang, serta kebijakan bank sentral dalam mengelola cadangan emas. Dengan tren yang terus bergerak dinamis, calon pembeli […]

  • Mensos Janjikan Bantuan Rp8,05 Juta per Keluarga Korban Bencana di Sumatera

    Mensos Janjikan Bantuan Rp8,05 Juta per Keluarga Korban Bencana di Sumatera

    • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah melalui Kementerian Sosial menjanjikan bantuan senilai Rp8,05 juta bagi setiap keluarga korban bencana alam di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Bantuan ini disiapkan sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana. Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan, bantuan tersebut mencakup jaminan hidup (jadup), bantuan pengisian perabotan rumah, serta program pemberdayaan ekonomi bagi keluarga […]

  • Karhutla Mengintai, Dampaknya Bukan Cuma Kabut Asap

    Karhutla Mengintai, Dampaknya Bukan Cuma Kabut Asap

    • calendar_month Kamis, 20 Agt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi ancaman serius setiap kali musim kemarau berlangsung. Bencana ini bukan hanya persoalan api yang membakar kawasan hutan dan lahan, tetapi juga dapat memicu dampak berantai terhadap lingkungan, kesehatan, aktivitas sosial hingga perekonomian masyarakat. Karhutla umumnya dipicu oleh aktivitas manusia, seperti pembukaan lahan dengan cara dibakar, kelalaian, […]

  • China Tegaskan Dialog Jadi Solusi Krisis Ukraina, Tolak Sanksi AS dan Uni Eropa

    China Tegaskan Dialog Jadi Solusi Krisis Ukraina, Tolak Sanksi AS dan Uni Eropa

    • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah China menegaskan kembali bahwa dialog dan negosiasi adalah satu-satunya jalan keluar yang layak untuk menyelesaikan krisis Ukraina, di tengah meningkatnya tekanan dan sanksi internasional terhadap Rusia. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, menekankan bahwa pendekatan berbasis paksaan tidak akan memberikan solusi berkelanjutan terhadap konflik yang telah berlangsung lebih dari tiga […]

  • BMKG: Jambi Diguyur Hujan 21–23 April, Kabut dan Petir Perlu Diwaspadai

    BMKG: Jambi Diguyur Hujan 21–23 April, Kabut dan Petir Perlu Diwaspadai

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian besar wilayah di Provinsi Jambi akan didominasi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang pada periode 21–23 April 2026. Selain itu, potensi hujan disertai petir serta kemunculan kabut dan udara kabur juga perlu diwaspadai masyarakat. Berdasarkan data prakiraan cuaca, Selasa (21/4/2026), hujan ringan terjadi hampir merata […]

  • 5 Daerah dengan APBD Terkecil di Jambi 2026, Sungai Penuh Terbawah

    5 Daerah dengan APBD Terkecil di Jambi 2026, Sungai Penuh Terbawah

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Peta kemampuan fiskal kabupaten dan kota di Provinsi Jambi pada 2026 menunjukkan kesenjangan yang cukup lebar. Sejumlah daerah masih berada di kelompok terbawah dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang relatif kecil. Berdasarkan data Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan, Kota Sungai Penuh menempati posisi paling bawah dengan pendapatan hanya Rp696,94 miliar. […]

expand_less