Sabtu, 15 Agu 2026
light_mode
Beranda » Internasional » China Tegaskan Dialog Jadi Solusi Krisis Ukraina, Tolak Sanksi AS dan Uni Eropa

China Tegaskan Dialog Jadi Solusi Krisis Ukraina, Tolak Sanksi AS dan Uni Eropa

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Pemerintah China menegaskan kembali bahwa dialog dan negosiasi adalah satu-satunya jalan keluar yang layak untuk menyelesaikan krisis Ukraina, di tengah meningkatnya tekanan dan sanksi internasional terhadap Rusia. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, menekankan bahwa pendekatan berbasis paksaan tidak akan memberikan solusi berkelanjutan terhadap konflik yang telah berlangsung lebih dari tiga tahun itu.

“Dialog dan negosiasi adalah satu-satunya jalan keluar yang layak dari krisis Ukraina. Paksaan dan tekanan tidak akan memberikan solusi,” kata Guo Jiakun dalam konferensi pers rutin di Beijing, Kamis (24/10). Pernyataan Guo muncul sehari setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut Presiden China Xi Jinping sebagai sosok yang dapat mempengaruhi Presiden Rusia Vladimir Putin untuk mengakhiri perang di Ukraina.

“Saya yakin Presiden Xi bisa memainkan peran besar terhadap Putin. Kita akan membicarakan soal Rusia–Ukraina,” ujar Trump di Washington, Rabu (22/10), menegaskan keyakinannya bahwa Beijing dapat membantu mendorong gencatan senjata.

Namun, China menegaskan bahwa pihaknya tidak terlibat langsung dalam konflik dan tetap berkomitmen pada upaya diplomasi damai.

“China bukan pihak yang menciptakan krisis Ukraina dan bukan pihak yang terlibat di dalamnya. Kami berkomitmen untuk mendorong perundingan perdamaian,” lanjut Guo.

Dalam kesempatan yang sama, Guo Jiakun juga mengecam keras sanksi baru Uni Eropa (UE) terhadap 12 perusahaan asal China dan 3 perusahaan asal India yang dituduh membantu Rusia menghindari sanksi Barat terkait transfer teknologi untuk produksi drone.

“China sangat menyesalkan dan dengan tegas menolak sanksi sepihak ilegal Uni Eropa terhadap perusahaan-perusahaan China. Kami telah mengajukan protes resmi kepada pihak UE,” tegasnya.

Guo menilai langkah UE tidak berdasar dan justru merugikan hubungan bilateral China–Uni Eropa, yang selama ini menjadi mitra ekonomi utama.

“Tindakan UE tidak kondusif bagi perkembangan hubungan yang sehat dan stabil. China akan mengambil langkah yang diperlukan untuk melindungi hak dan kepentingan sahnya,” tambahnya.

China juga menentang keputusan AS yang menjatuhkan sanksi terhadap dua raksasa energi Rusia, yakni Rosneft Oil Company dan Lukoil OAO, beserta anak perusahaannya.

“China menentang sanksi sepihak yang tidak memiliki dasar hukum internasional maupun otorisasi Dewan Keamanan PBB,” ujar Guo Jiakun.

Diketahui, Rosneft merupakan perusahaan energi terintegrasi yang bergerak di bidang eksplorasi, produksi, dan penjualan minyak serta gas bumi, sementara Lukoil terlibat dalam distribusi minyak dan gas di berbagai negara.

Di tengah situasi geopolitik yang memanas, Presiden Donald Trump dijadwalkan bertemu dengan Presiden Xi Jinping pada Konferensi Tingkat Tinggi Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) di Korea Selatan, 31 Oktober–1 November 2025.

“Di Korea Selatan, saya akan bertemu dengan Presiden Xi. Kita akan membahas banyak hal, termasuk hubungan ekonomi dan isu global yang penting,” kata Trump.

Ia menggambarkan hubungannya dengan Xi sebagai “sangat baik” dan menyebut pertemuan itu akan berlangsung cukup lama. Namun di sisi lain, Trump memutuskan membatalkan pertemuan tingkat tinggi dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, dengan alasan “tidak tepat dilakukan saat ini.”

“Kami membatalkan pertemuan dengan Putin karena rasanya tidak akan mencapai hasil yang diharapkan. Mungkin nanti akan kami lakukan di masa depan,” ujar Trump.

Konflik Rusia–Ukraina kini memasuki fase baru, dengan keterlibatan diplomasi tingkat tinggi dari kekuatan besar dunia. China berupaya mempertahankan posisinya sebagai penengah damai, sementara AS terus menekan Rusia melalui sanksi dan diplomasi ekonomi. Guo Jiakun menegaskan kembali bahwa Beijing akan menolak segala bentuk tekanan sepihak dan tetap fokus pada upaya membangun perdamaian melalui jalur negosiasi.

“China akan terus berupaya menjadi jembatan dialog, bukan sumber konfrontasi,” tutup Guo.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rupiah Makin Terjepit! Tertekan Sentimen Eskalasi Geopolitik di Timteng

    Rupiah Makin Terjepit! Tertekan Sentimen Eskalasi Geopolitik di Timteng

    • calendar_month Rabu, 8 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah belum bisa keluar dari zona merah. Mata uang Indonesia pada perdagangan Rabu (8/7/2026) ini kembali melemah sehingga makin dekat dengan level psikologis Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS). Mengutip Antara, kurs rupiah melemah 4 poin atau 0,02 persen menjadi Rp17.984 per dolar AS. Posisi tersebut lebih rendah dibanding penutupan perdagangan […]

  • Benda Ini yang Mengganggu Energi Positif di Rumah?

    Benda Ini yang Mengganggu Energi Positif di Rumah?

    • calendar_month Senin, 22 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Dalam praktiknya, feng shui tidak hanya berbicara soal tata letak furnitur, tapi juga tentang benda-benda yang disimpan di rumah. Sejumlah ahli feng shui menyebut, ada beberapa barang rumah tangga yang tanpa disadari dapat menghambat aliran energi positif dan memicu rasa tidak nyaman. Dilansir dari Homes and Gardens, berikut ini 7 benda yang sebaiknya […]

  • Emas Antam Meroket Rp50.000, Per Gramnya Rp3,135 Juta

    Emas Antam Meroket Rp50.000, Per Gramnya Rp3,135 Juta

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas produksi Antam kembali meroket pada perdagangan Senin (2/3/2026). Dari semula Rp3.085.000, kini menjadi Rp3.135.000 per gram.‎ Mengutip laman logammulia.com, harga emas Antam hari ini mengalami kenaikan Rp50.000. Sepanjang 2026, harga emas Antam mencatatkan kenaikan sekitar 26 persen. Sebab, pada 1 Januari lalu, harga emas Antam tercatat hanya sebesar Rp2.488.000 per gram. […]

  • Sumur minyak

    Sumur Rakyat Diharapkan Mampu Katrol Produksi Migas

    • calendar_month Senin, 13 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Deputi Eksploitasi SKK Migas Taufan Marhaendrajana mengatakan legalisasi pertambangan rakyat diharapkan mampu meningkatkan produksi minyak dan gas bumi (migas) nasional. Seperti diketahui Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 14 Tahun 2025 tentang Kerja Sama Pengelolaan Bagian Wilayah Kerja untuk Peningkatan Produksi Minyak dan Gas Bumi menjadi dasar hukum bagi keterlibatan […]

  • Terus Menguat, Rupiah Kini Dilevel Rp16.784 per Dolar AS

    Terus Menguat, Rupiah Kini Dilevel Rp16.784 per Dolar AS

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah terus menguat. Pagi ini rupiah bergerak menguat 36 poin atau 0,21 persen menjadi Rp16.784 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.820 per dolar AS. Penguatan rupiah sejalan dengan mayoritas mata uang di Asia. won Korea Selatan menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak 1,32%. Disusul, ringgit Malaysia yang […]

  • Turun Tipis! Harga Emas Antam masih Tetap Mahal

    Turun Tipis! Harga Emas Antam masih Tetap Mahal

    • calendar_month Senin, 24 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami penurunan lagi pada Senin (24/11/2025). Kini harga emas Antam dibanderol Rp2.340.000 per gram. Sementara, harga emas Antam termahal kini mencapai Rp2,28 miliar. Mengutip laman Logam Mulia, emas Antam turun tipis Rp1.000 dari awalnya Rp2.341.000 menjadi Rp2.340.000 per gram pada perdagangan sebelumnya. Sementara itu, harga […]

expand_less