Rabu, 13 Mei 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Telkomsat dan Kemenkes Kolaborasi Dorong Pemerataan Layanan Kesehatan Digital Berbasis AI di Indonesia

Telkomsat dan Kemenkes Kolaborasi Dorong Pemerataan Layanan Kesehatan Digital Berbasis AI di Indonesia

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Upaya digitalisasi sektor kesehatan di Indonesia semakin konkret. PT Telkom Satelit Indonesia (Telkomsat) resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) untuk mengimplementasikan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) dan telehealth guna memperluas akses layanan kesehatan hingga ke pelosok negeri.

Langkah ini menandai babak baru dalam pemerataan layanan kesehatan digital nasional, terutama di wilayah yang belum terjangkau jaringan internet terestrial. Melalui kerja sama ini, Telkomsat memperkenalkan AI Telehealth Gateway  sebuah inovasi yang memadukan konektivitas satelit berkeandalan tinggi, layanan telehealth, dan analitik kecerdasan buatan (AI) untuk mempercepat proses konsultasi medis jarak jauh.

Teknologi ini akan memperkuat proses rujukan berbasis data dan menghasilkan analisis kesehatan yang lebih akurat, sehingga masyarakat di daerah terpencil dapat memperoleh layanan kesehatan yang setara dengan wilayah perkotaan.

Wakil Menteri Kesehatan Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono, Sp.PD-KEMD., Ph.D. menegaskan bahwa digitalisasi menjadi langkah penting dalam transformasi sistem kesehatan nasional.

“Teknologi bukan hanya milik kota besar, tapi harus dinikmati oleh seluruh masyarakat. Kolaborasi ini perlu dikawal bersama agar benar-benar memberikan manfaat nyata,” ujar Dante, Kamis (23/10).

Setelah penandatanganan kerja sama, Telkomsat bersama mitranya, Teleport Access Service (TAS), akan segera mengeksekusi tahapan implementasi, instalasi, dan uji konsep (Proof of Concept/PoC).

Proses ini akan diikuti dengan:

  • Penguatan model operasional,
  • Program pelatihan tenaga kesehatan,
  • Penjaminan mutu layanan agar sistem dapat berjalan berkelanjutan.

Setelah PoC berhasil, Telkomsat dan Kemenkes menargetkan perluasan pemanfaatan AI Telehealth Gateway ke jaringan puskesmas dan fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) di seluruh Indonesia mulai tahun 2025. Fokus pengembangan akan mencakup:

  • Keandalan konektivitas satelit,
  • Ketersediaan perangkat medis digital,
  • Integrasi data kesehatan nasional, dan
  • Tata kelola sistem berbasis AI.
  • Menyentuh Puskesmas dan Daerah 3T

Direktur Utama Telkomsat Lukman Hakim Abd Rauf menegaskan komitmen perusahaan untuk mendukung pemerataan layanan kesehatan digital.

“Kami hadir dengan dukungan penuh agar kerja sama ini berdampak nyata. Kami juga telah menandatangani MoU dengan beberapa pemerintah provinsi agar layanan berbasis satelit, telehealth, dan AI benar-benar membantu masyarakat di daerah,” jelas Lukman.

Ia menambahkan bahwa Telkomsat akan memperluas manfaat layanan digital kesehatan ini ke puskesmas dan fasilitas kesehatan di seluruh Indonesia dengan target awal implementasi pada 2025.

Penandatanganan kerja sama dilakukan oleh Direktur Utama Telkomsat Lukman Hakim Abd Rauf dan Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kemenkes Eko Sulistijo.

Acara tersebut disaksikan langsung oleh Wamenkes Dante Saksono Harbuwono, serta dihadiri oleh Staf Ahli Menteri Kesehatan Bidang Ekonomi Kesehatan Drs. Bayu Teja Muliawan, jajaran direksi Telkomsat, dan Direktur Utama TAS Michael Kuo.

Melalui kolaborasi ini, Telkomsat berkomitmen membantu Kemenkes dalam mewujudkan transformasi layanan kesehatan yang inklusif, efektif, dan berkeadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Telkomsat siap mendukung penuh strategi Kemenkes dalam mengembangkan sistem layanan kesehatan digital berbasis data, satelit, dan AI,” tegas Lukman.

Transformasi digital sektor kesehatan menjadi bagian penting dari agenda Indonesia Emas 2045, di mana akses kesehatan harus merata hingga ke pelosok negeri.

Dengan dukungan teknologi satelit dan AI, tenaga medis di daerah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal) dapat melakukan konsultasi langsung dengan dokter spesialis di rumah sakit rujukan melalui sistem telehealth.

Selain mempercepat proses diagnosis dan rujukan, digitalisasi ini juga berpotensi:

  • Menekan biaya operasional layanan kesehatan,
  • Meningkatkan efisiensi sistem data nasional,
  • Menjamin pemerataan kualitas layanan medis.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Fajar/Rian Siap Habis-habisan Hadapi Ganda Korea di Final French Open 2025

    Fajar/Rian Siap Habis-habisan Hadapi Ganda Korea di Final French Open 2025

    • calendar_month Minggu, 26 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Ganda putra Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri menegaskan siap tampil habis-habisan menghadapi wakil Korea Selatan Kim Won-ho/Seo Seung-jae pada laga final BWF World Tour Super 750 French Open 2025, Minggu (26/10) waktu setempat. Fajar/Fikri memastikan tiket ke partai puncak setelah menumbangkan unggulan kedua asal Malaysia Aaron Chia/Soh Wooi Yik dengan skor meyakinkan 21-14, […]

  • Bulog dan Komite II DPD RI Perkuat Sinergi Jaga Stabilitas Harga dan Pasokan Pangan Nasional

    Bulog dan Komite II DPD RI Perkuat Sinergi Jaga Stabilitas Harga dan Pasokan Pangan Nasional

    • calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Perum Bulog bersama Komite II Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI berkomitmen menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan nasional melalui penguatan stok beras, optimalisasi distribusi, serta kolaborasi pengawasan dan pertukaran data antarinstansi. Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan bahwa Bulog terus bekerja dengan semangat pelayanan publik untuk memastikan ketahanan pangan dapat dirasakan […]

  • Cek Daftar Penerima BSU Rp600.000 di Situs Resmi Kemnaker, Ini Link, Syarat, dan Cara Lengkapnya

    Cek Daftar Penerima BSU Rp600.000 di Situs Resmi Kemnaker, Ini Link, Syarat, dan Cara Lengkapnya

    • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memastikan bahwa bantuan subsidi upah (BSU) senilai Rp600.000 tidak akan disalurkan kembali pada sisa tahun 2025. Meski demikian, masyarakat masih bisa mengecek status penerima BSU melalui situs resmi bsu.kemnaker.go.id atau aplikasi JMO (Jamsostek Mobile) untuk memastikan apakah mereka termasuk penerima bantuan pada tahap sebelumnya. Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli […]

  • Usai Cetak Rekor, Harga Emas Antam Turun Jadi Rp2.596.000 per Gram

    Usai Cetak Rekor, Harga Emas Antam Turun Jadi Rp2.596.000 per Gram

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Usai cetak rekor, kini Harga emas Antam mengalami penurunan. Berdasarkan data resmi dari laman logammulia.com pada Senin (29/12/2025), emas Antam mengalami koreksi sebesar Rp9.000 menjadi Rp2.596.000 per gram. Penurunan ini terjadi setelah sebelumnya emas Antam sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di level Rp2.605.000 per gram pada Sabtu (27/12). Sejalan dengan pergerakan harga […]

  • Kenapa Gorengan Selalu Jadi Menu Favorit Buka Puasa? Ini Penjelasan Psikologis dan Nutrisinya

    Kenapa Gorengan Selalu Jadi Menu Favorit Buka Puasa? Ini Penjelasan Psikologis dan Nutrisinya

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Gorengan hampir selalu hadir di meja berbuka puasa. Mulai dari bakwan, risoles, tempe goreng, hingga tahu isi, hidangan ini kerap menjadi pilihan utama masyarakat untuk membatalkan puasa. Meski sering disebut sebagai makanan kurang sehat, popularitas gorengan nyaris tak tergantikan setiap Ramadan. Kecenderungan ini bukan tanpa alasan. Dari sisi fisiologis, tubuh yang berpuasa seharian […]

  • Ini Alasan Telur Lebih Baik Dikukus daripada Direbus

    Ini Alasan Telur Lebih Baik Dikukus daripada Direbus

    • calendar_month Minggu, 16 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Telur merupakan salah satu sumber protein yang praktis, terjangkau, dan mudah diolah. Namun, banyak ahli menyebut bahwa telur kukus ternyata lebih baik dibandingkan telur rebus, terutama dari segi tekstur, kematangan, hingga kualitas rasa. Secara umum, kedua metode ini sama-sama sehat karena tidak membutuhkan tambahan minyak. Namun, proses pengukusan memberikan hasil yang lebih stabil […]

expand_less