Jumat, 6 Nov 2026
light_mode
Beranda » Perbankan » BI Tahan Suku Bunga di 5,75 Persen! Jaga Rupiah dan Tekan Inflasi

BI Tahan Suku Bunga di 5,75 Persen! Jaga Rupiah dan Tekan Inflasi

  • account_circle -
  • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate di level 5,75 persen. Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada 21–22 Juli 2026 sebagai langkah menjaga stabilitas ekonomi di tengah tekanan global yang masih membayangi.

Selain menahan BI-Rate, bank sentral juga mempertahankan struktur suku bunga operasionalnya. Suku bunga Deposit Facility tetap berada di level 4,75 persen, sedangkan Lending Facility dipertahankan pada 6,50 persen.

Meski suku bunga acuan tidak berubah, BI tidak tinggal diam. Bank sentral justru menyiapkan serangkaian kebijakan baru untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah yang dalam beberapa hari terakhir masih berada di bawah tekanan.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan, BI akan memperluas kebijakan insentif guna menarik lebih banyak aliran modal asing ke pasar keuangan domestik.

“BI memperluas kebijakan insentif dan sejumlah kebijakan lain untuk meningkatkan aliran masuk portofolio asing dan memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah, mempercepat pendalaman pasar uang dan pasar valas serta meningkatkan likuiditas,” ujar Perry dalam konferensi pers hasil RDG BI, Rabu (22/7/2026).

Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya tarik pasar keuangan Indonesia di mata investor global sekaligus menjaga pasokan likuiditas di dalam negeri.

Keputusan BI mempertahankan suku bunga juga dinilai sebagai upaya menjaga keseimbangan antara stabilitas nilai tukar rupiah dan momentum pertumbuhan ekonomi nasional. Di satu sisi, BI tetap mewaspadai gejolak ekonomi global, sementara di sisi lain ingin memastikan aktivitas ekonomi domestik tetap bergerak positif.

Dengan tambahan kebijakan insentif bagi investor asing, Bank Indonesia berharap arus modal masuk ke pasar uang dan pasar valuta asing semakin kuat sehingga dapat membantu menopang pergerakan rupiah yang belakangan masih mengalami tekanan terhadap dolar Amerika Serikat.

Ke depan, BI menegaskan akan terus mencermati perkembangan ekonomi global maupun domestik serta mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga stabilitas sistem keuangan dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.(*)

  • Penulis: -
  • Editor: Darmanto Zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Nah! Kantor Pajak Bisa Intip Properti Luar Negeri para Konglomerat

    Nah! Kantor Pajak Bisa Intip Properti Luar Negeri para Konglomerat

    • calendar_month Senin, 15 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Langkah pemerintah Indonesia dalam tergabung Joint Statement dalam aturan OECD mengenai pertukaran otomatis informasi kepemilikan dan transaksi properti disambut positif oleh kalangan pemerhati pajak. Direktur Eksekutif Indonesia Economic Fiscal (IEF) Research Institute, Ariawan Rahmat menjelaskan bahwa perkembangan teknologi telah mengubah properti dari aset fisik yang terkunci geografis menjadi instrumen investasi global yang bergerak […]

  • Harga Emas Antam Terus Meningkat, Cek Disini!

    Harga Emas Antam Terus Meningkat, Cek Disini!

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas Antam terus meningkat. Bila sebelumnya dibanderol Rp2.415.000, kini emas Antam menjadi Rp2.425.000 per gram mengalami kenaikan sebesar Rp10.000. Emas Antam paling murah kini dibanderol Rp1,26 juta, sedangkan emas Antam paling mahal dihargai Rp2,36 miliar. Sementara itu, harga beli kembali (buyback) emas Antam juga menguat menjadi Rp2.286.000 per gram. Transaksi harga jual […]

  • Harga Emas Antam Turun Rp53.000 Jadi Rp2,943 Juta per Gram pada 19 Maret 2026

    Harga Emas Antam Turun Rp53.000 Jadi Rp2,943 Juta per Gram pada 19 Maret 2026

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami penurunan cukup tajam pada Kamis (19/3/2026). Berdasarkan data dari laman Logam Mulia, harga emas Antam turun Rp53.000 menjadi Rp2.943.000 per gram dari sebelumnya Rp2.996.000 per gram. Penurunan juga terjadi pada harga beli kembali (buyback) yang kini berada di level Rp2.665.000 per gram. Pergerakan […]

  • Harga Sembako di Pasar Angso Duo Jambi Hari Ini 29 Juni 2026: Cabai Merah Naik 30 Persen, Ayam Broiler dan Cabai Rawit Turun

    Harga Sembako di Pasar Angso Duo Jambi Hari Ini 29 Juni 2026: Cabai Merah Naik 30 Persen, Ayam Broiler dan Cabai Rawit Turun

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pergerakan harga kebutuhan pokok di Pasar Angso Duo Kota Jambi pada Senin (29/6/2026) menunjukkan fluktuasi pada sejumlah komoditas. Cabai merah menjadi komoditas dengan kenaikan paling signifikan, sementara harga daging ayam broiler dan cabai rawit justru mengalami penurunan. Berdasarkan data terbaru dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi, sebagian besar komoditas kebutuhan pokok masih […]

  • Rupiah Hari Ini Stagnan di Rp17.992 per Dolar AS, Indeks Dolar Menguat

    Rupiah Hari Ini Stagnan di Rp17.992 per Dolar AS, Indeks Dolar Menguat

    • calendar_month Rabu, 21 Okt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak stagnan pada perdagangan Rabu (21/9/2026). Meski belum menembus level psikologis Rp18.000 per dolar AS, mata uang Indonesia masih bertahan di dekat batas tersebut. Mengutip Antara, rupiah tercatat tidak mengalami perubahan alias bergerak datar 0 poin atau 0,00 persen ke posisi Rp17.992 per dolar AS. […]

  • Rupiah Masuk 5 Besar Mata Uang Terlemah Dunia 2026 Versi Forbes

    Rupiah Masuk 5 Besar Mata Uang Terlemah Dunia 2026 Versi Forbes

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Majalah bisnis global Forbes merilis daftar mata uang terlemah di dunia pada April 2026. Dalam laporan tersebut, Rupiah Indonesia tercatat berada di posisi kelima berdasarkan nilai tukarnya terhadap dolar Amerika Serikat. Penilaian ini mengacu pada kurs per 7 April 2026, dengan Dolar Amerika Serikat sebagai tolok ukur utama. Dalam daftar tersebut, rupiah berada […]

expand_less