Sabtu, 5 Sep 2026
light_mode
Beranda » Perbankan » BRI Tembus Jajaran Bank Terbesar Dunia, Bertengger di Peringkat 132 Global

BRI Tembus Jajaran Bank Terbesar Dunia, Bertengger di Peringkat 132 Global

  • account_circle -
  • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Raihan kinerja positif yang ditorehkan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI berhasil mendapatkan pengakuan di kancah internasional. Dalam pemeringkatan Top 1000 World Banks 2026 yang diterbitkan oleh The Banker, BRI menduduki peringkat ke-132 secara global.

Capaian tersebut menempatkan BRI di antara bank-bank terbesar dunia seperti ICBC, Bank of China, JPMorgan, Bank of America, hingga Citigroup. Pengakuan ini menjadi penting mengingat peringkat Top 1000 World Banks telah menjadi salah satu tolok ukur utama dalam industri perbankan global sejak pertama kali disusun pada 1970.

Atas dasar itu, Direktur Utama BRI, Hery Gunardi menyatakan, posisi BRI di panggung internasional kian mencerminkan kemampuan Perseroan dalam menjaga fundamental keuangan dan kekuatan permodalan di tengah dinamika perekonomian global.

“Pencapaian ini menjadi pengakuan atas kemampuan BRI dalam menjaga fundamental kinerja agar tetap sehat, kuat, dan berkelanjutan. Kekuatan permodalan yang terjaga memberikan fondasi penting bagi BRI untuk terus bertumbuh, menjalankan fungsi intermediasi, dan menciptakan nilai yang semakin luas bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Hery dalam keterangan tertulis, Rabu (22/7/2026).

Asal tahu saja, masuknya BRI dalam pemeringkatan tersebut ditopang oleh fundamental keuangan yang solid. Berdasarkan data yang tercantum dalam Top 1000 World Banks per Desember 2025, Tier 1 Capital BRI tercatat sebesar US$17,9 miliar dengan total aset mencapai US$127,2 miliar.

Dari sisi profitabilitas, laba sebelum pajak Perseroan tercatat sebesar US$4,3 miliar. Kinerja BRI juga tercermin dari Capital Assets Ratio sebesar 14,1%, Return on Capital sebesar 18,9%, serta Return on Assets sebesar 2,68%.

Di samping itu, Hery menjelaskan, kekuatan fundamental BRI merupakan hasil dari konsistensi Perseroan dalam menjalankan transformasi BRIvolution Reignite, yang mengedepankan semangat perubahan dengan bertumpu pada kekuatan yang telah dimiliki sebagai fondasi untuk membangun bank yang semakin inklusif, adaptif, modern, dan berkelanjutan.

“Kekuatan fundamental yang terus kami bangun menjadi modal penting bagi BRI untuk menjaga pertumbuhan yang sehat dengan kualitas aset yang tetap terjaga. Kami optimistis momentum positif ini akan terus berlanjut melalui penguatan digitalisasi, penerapan manajemen risiko yang disiplin, serta fokus pada penciptaan nilai (value creation) yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Hery.

Untuk ke depannya, lanjut dia, BRI akan terus memperkuat perannya sebagai bank yang berpihak pada ekonomi kerakyatan dengan menjadikan UMKM sebagai pusat pertumbuhan. Perseroan akan memperkuat ekosistem UMKM secara end-to-end, mulai dari penyediaan akses pembiayaan, pendampingan usaha, hingga integrasi dengan pasar dan ekosistem digital, sehingga mampu mendorong pertumbuhan yang semakin inklusif dan berkelanjutan.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi terhadap pencapaian tersebut.

“Pengakuan ini kami dedikasikan kepada seluruh nasabah, pelaku UMKM, dan seluruh pekerja BRI. Kepercayaan serta kontribusi mereka menjadi fondasi bagi BRI untuk terus bertumbuh, bertransformasi, dan menghadirkan manfaat ekonomi maupun sosial yang semakin luas bagi masyarakat,” pungkasnya.

Sebagai informasi, The Banker merupakan publikasi keuangan global yang menjadi bagian dari Financial Times Group. Berdiri sejak 1926, The Banker telah membangun reputasi sebagai publikasi yang menyajikan pelaporan yang objektif dan tajam serta menjadi informasi dan analisis rujukan bagi profesional perbankan di seluruh dunia.(*)

 

  • Penulis: -
  • Editor: Darmanto Zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kenaikan Royalti Tambang Nikel hingga Emas Ditunda, Pemerintah Kaji Dampak ke Investasi

    Kenaikan Royalti Tambang Nikel hingga Emas Ditunda, Pemerintah Kaji Dampak ke Investasi

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Rencana pemerintah menaikkan tarif royalti pertambangan mineral, mulai dari nikel hingga emas, memicu respons negatif dari pelaku pasar. Akibatnya, kebijakan tersebut untuk sementara ditunda sambil menunggu evaluasi lebih lanjut. Usulan yang digodok oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral itu mencakup kenaikan royalti untuk sejumlah komoditas strategis seperti nikel, tembaga, timah, emas, hingga […]

  • Harga Perak Stabil masih Rp32.625 per Gram

    Harga Perak Stabil masih Rp32.625 per Gram

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga perak murni milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam) terpantau stabil hari ini, Rabu (26/11/2025). Mengutip laman Logam Mulia, harga perak Antam bertahan diposisi Rp32.625 per gram. Harga dasar perak Antam murni dengan berat 250 gram dipatok sebesar Rp 8.556.250, dengan harga yang termasuk PPN 11% menjadi Rp 9.497.438. Sedangkan perak murni dengan […]

  • Harga Perak Antam Anjlok, Warga Jambi Bisa Manfaatkan Momentum

    Harga Perak Antam Anjlok, Warga Jambi Bisa Manfaatkan Momentum

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kabar bagi warga Jambi yang ingin membeli perak produksi Antam hari ini. Harga logam mulia tersebut kembali mengalami penurunan. Berdasarkan data yang diperoleh Jambisnis.com dari laman Logam Mulia pada Senin (27/4/2026), harga perak murni Antam ambles Rp350 menjadi Rp48.350 per gram. Penurunan ini turut memengaruhi harga berbagai varian produk perak Antam. Diketahui, Antam […]

  • UU HKPD Jadi “Jalur PHK Massal” PPPK, Ribuan Pegawai Terancam Dirumahkan

    UU HKPD Jadi “Jalur PHK Massal” PPPK, Ribuan Pegawai Terancam Dirumahkan

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nasib ribuan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di seluruh Indonesia berada di ujung tanduk. Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) massal berpotensi terjadi usai Lebaran 2026. Ancaman ini muncul seiring penerapan UU Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan Pusat dan Daerah (UU HKPD) yang mewajibkan pemerintah daerah membatasi belanja pegawai maksimal 30 […]

  • Harga Sembako di Pasar Kasang Jambi Stabil, Daging Sapi Bertahan Rp150.000 per Kg

    Harga Sembako di Pasar Kasang Jambi Stabil, Daging Sapi Bertahan Rp150.000 per Kg

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga bahan kebutuhan pokok di Pasar Rakyat Kasang, Kota Jambi, terpantau stabil pada Senin (12/1/2026). Tidak tercatat adanya kenaikan maupun penurunan harga signifikan pada sejumlah komoditas utama, berdasarkan data Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi. Komoditas beras masih bertahan di harga yang sama. Berbagai jenis beras seperti beras Naruto, Anggur, Belido, King, Operasi […]

  • Emas Antam Ambruk Rp35 Ribu! Buyback Ikut Terseret, Saatnya Borong atau Tunggu?

    Emas Antam Ambruk Rp35 Ribu! Buyback Ikut Terseret, Saatnya Borong atau Tunggu?

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas produksi Antam kembali terpukul pada perdagangan Jumat (24/7/2026). Setelah beberapa hari mencatatkan penguatan, logam mulia yang banyak diminati masyarakat itu berbalik arah dengan penurunan yang cukup tajam. Mengutip laman Logam Mulia, harga emas Antam hari ini merosot Rp35.000 per gram. Dengan koreksi tersebut, harga emas kini berada di level Rp2.605.000 per […]

expand_less