Selasa, 11 Agu 2026
light_mode
Beranda » Nasional » UU HKPD Jadi “Jalur PHK Massal” PPPK, Ribuan Pegawai Terancam Dirumahkan

UU HKPD Jadi “Jalur PHK Massal” PPPK, Ribuan Pegawai Terancam Dirumahkan

  • account_circle say say
  • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Nasib ribuan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di seluruh Indonesia berada di ujung tanduk. Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) massal berpotensi terjadi usai Lebaran 2026.

Ancaman ini muncul seiring penerapan UU Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan Pusat dan Daerah (UU HKPD) yang mewajibkan pemerintah daerah membatasi belanja pegawai maksimal 30 persen dari APBD pada 2027.

Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Giri Ramanda Kiemas, mendesak pemerintah menunda penerapan aturan tersebut.

Menurutnya, kebijakan ini berpotensi memicu langkah ekstrem dari pemerintah daerah, termasuk memangkas tenaga PPPK demi menyesuaikan anggaran.

“Kalau dipaksakan, ini bisa jadi bom waktu. Daerah akan memangkas pegawai, terutama PPPK paruh waktu,” ujarnya.

Fakta di lapangan menunjukkan banyak daerah sudah melampaui batas aman belanja pegawai. Bahkan, sebagian daerah mengalokasikan lebih dari 40 persen APBD untuk gaji dan tunjangan.

Kondisi ini membuat ruang fiskal daerah semakin sempit, terutama bagi wilayah dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) rendah.

Situasi kian rumit akibat tekanan ekonomi global. Lonjakan harga energi dan konflik di Timur Tengah berpotensi menekan APBN, yang berdampak pada berkurangnya dana transfer ke daerah.

Jika transfer pusat menyusut, pemerintah daerah diprediksi akan melakukan efisiensi besar-besaran, termasuk memangkas jumlah pegawai.

Dalam skenario terburuk, PPPK menjadi kelompok paling rentan terdampak. Terutama mereka yang berstatus paruh waktu atau tidak berada di sektor pelayanan langsung.

Sementara ASN yang berhubungan langsung dengan layanan publik diperkirakan tetap dipertahankan.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cuaca Ekstrem Ancam Nelayan, Pendapatan Turun dan Ekonomi Pesisir Tertekan

    Cuaca Ekstrem Ancam Nelayan, Pendapatan Turun dan Ekonomi Pesisir Tertekan

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) memperingatkan ancaman serius dari cuaca ekstrem terhadap keselamatan nelayan dan kondisi ekonomi warga pesisir. Ketidakpastian iklim membuat pola cuaca sulit diprediksi, sehingga pengetahuan tradisional para nelayan tak lagi cukup untuk menentukan jadwal melaut secara aman. Ketua Umum KNTI, Dani Setiawan, menjelaskan bahwa nelayan membutuhkan informasi prakiraan cuaca yang […]

  • WIKA Rugi Rp3,21 Triliun pada Q3 2025, Anggaran Infrastruktur Turun Jadi Sorotan

    WIKA Rugi Rp3,21 Triliun pada Q3 2025, Anggaran Infrastruktur Turun Jadi Sorotan

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Wijaya Karya (WIKA) mencatat kerugian Rp3,21 triliun pada kuartal III/2025, berbalik dari laba Rp741 miliar di periode yang sama tahun lalu. Penurunan anggaran infrastruktur nasional menjadi faktor utama merosotnya kinerja perusahaan pelat merah tersebut. Pendapatan WIKA turun tajam 27,5% menjadi Rp9,09 triliun, sehingga laba kotor ikut terkoreksi 28,4%. Direktur Utama WIKA, Agung […]

  • BGN Atur Bahan Baku MBG Jelang Ramadhan untuk Jaga Stabilitas Harga Pangan

    BGN Atur Bahan Baku MBG Jelang Ramadhan untuk Jaga Stabilitas Harga Pangan

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Gizi Nasional (BGN) berkoordinasi dengan sejumlah kementerian dan lembaga untuk mengatur bahan baku Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjelang Ramadhan. Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat saat bulan puasa. Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan, koordinasi dilakukan antara lain dengan Kementerian Pertanian guna menentukan jenis […]

  • Turun Dalam! Emas Antam Kini Dibanderol Rp2,759 Juta per Gram

    Turun Dalam! Emas Antam Kini Dibanderol Rp2,759 Juta per Gram

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas batangan produksi Antam turun tajam pada perdagangan Kamis (4/6/2028). Kini, emas Antam menjadi Rp2.759.000 per gram. Berdasarkan data yang diperoleh Jambisnis.com dari laman Logam Mulia, harga emas Antam turun Rp15.000 dari semula Rp2.774.000 menjadi Rp2.759.000 per gram. Tak hanya harga jual, nilai beli kembali atau buyback juga ikut mengalami penurunan. Pada […]

  • Cegah Keracunan, BGN Wajibkan SPPG Pasang Label Batas Waktu Konsumsi MBG

    Cegah Keracunan, BGN Wajibkan SPPG Pasang Label Batas Waktu Konsumsi MBG

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Gizi Nasional (BGN) mewajibkan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memasang label batas waktu aman konsumsi pada hidangan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kebijakan ini diterapkan untuk menekan risiko keracunan makanan yang belakangan terjadi di sejumlah daerah. Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik S. Deyang, menegaskan setiap kepala SPPG […]

  • Mengenal Rio Christiawan, Pendiri PUM yang Dorong Reforestasi & Perdagangan Karbon

    Mengenal Rio Christiawan, Pendiri PUM yang Dorong Reforestasi & Perdagangan Karbon

    • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Rio Christiawan, Co-Founder sekaligus CEO Pagatan Usaha Makmur (PUM), tengah menjadi sorotan berkat perannya dalam mengembangkan ekonomi hijau dan perdagangan karbon di Indonesia. Melalui pendekatan reforestasi dan nature-based solutions, Rio dinilai sukses membawa PUM menjadi perusahaan yang berfokus pada restorasi ekosistem dan pengurangan emisi karbon. Keyakinan Rio terhadap potensi pasar karbon semakin kuat […]

expand_less