Candi Muaro Jambi Tak Boleh Tidur! Al Haris Siapkan Jadi Magnet Ekonomi
- account_circle -
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

MAGNET EKONOMI: Gubernur Jambi Al Haaris.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Candi Muaro Jambi tak boleh hanya menjadi saksi sejarah. Kawasan peninggalan masa lalu itu didorong menjadi salah satu motor penggerak ekonomi baru Provinsi Jambi.
Gubernur Jambi Al Haris menegaskan hal tersebut saat membuka High Level Meeting (HLM) Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Provinsi Jambi 2026 di Museum Sriwijaya Dharmakirti, Kabupaten Muaro Jambi, kemarin.
Di hadapan peserta pertemuan, Al Haris menekankan pentingnya kolaborasi dan penguatan potensi daerah untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi Jambi.
Menurut dia, kawasan Candi Muaro Jambi memiliki modal besar untuk dikembangkan menjadi pusat aktivitas ekonomi. Tak hanya mengandalkan pariwisata, kawasan tersebut juga bisa menjadi ruang tumbuh bagi kuliner hingga berbagai sektor usaha masyarakat.
“Candi Muaro Jambi ini yang kelak meramu ekonomi yang ada di sini ke depannya, mulai dari pariwisata, kuliner, dan sebagainya. Museum ini sama dengan Candi Borobudur, tinggal lagi kita mengisinya secara jelas,” kata Al Haris.
Bukan cuma soal wisata. Al Haris ingin kawasan Candi Muaro Jambi memiliki efek domino terhadap perekonomian masyarakat.
Karena itu, pengembangan kawasan wisata harus dilakukan dengan perencanaan yang matang. Menurutnya, pengelolaan yang tepat akan meningkatkan daya tarik wisata sekaligus membuka peluang investasi dan lapangan ekonomi baru bagi masyarakat.
Al Haris juga menegaskan posisi Jambi sebagai daerah yang layak menjadi tujuan investasi. Ia menyoroti indikator kemudahan berusaha di Jambi yang dinilainya menjadi salah satu keunggulan dibandingkan daerah lain di Sumatera.
“Jambi adalah wilayah yang efektif dan paling layak untuk berinvestasi, karena iklimnya paling rendah di Sumatera,” ujarnya.
Pengembangan ekonomi kawasan juga tidak bisa dilakukan secara parsial. Al Haris mendorong penguatan kolaborasi antara Kota Jambi dan Kabupaten Muaro Jambi.
Dua daerah tersebut, kata dia, memiliki kekuatan yang saling melengkapi. Kota Jambi memiliki infrastruktur pendukung seperti hotel berbintang, sedangkan Muaro Jambi memiliki kawasan wisata dan potensi sejarah yang besar.
“Kota Jambi memiliki hotel yang berbintang, Muaro Jambi yang memiliki wilayah (wisata),” tambahnya.
Sinergi tersebut dinilai dapat membentuk ekosistem pariwisata yang lebih terintegrasi. Wisatawan yang datang ke Muaro Jambi bisa mendapatkan dukungan akomodasi dan fasilitas dari Kota Jambi. Sebaliknya, geliat wisata di Muaro Jambi ikut menggerakkan sektor jasa, kuliner, transportasi hingga UMKM.
Dalam kesempatan tersebut, Al Haris juga memberikan apresiasi kepada Bank Indonesia yang selama ini ikut memperkuat perekonomian Jambi.
Menurutnya, dukungan sektor perbankan memiliki peran strategis dalam menggerakkan ekonomi daerah. Terutama dalam membuka akses pembiayaan dan memperkuat pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bank Indonesia yang sudah memperkuat ekonomi di Provinsi Jambi ke depan. Peran perbankan luar biasa, pelaku UMKM kita juga ikut mewarnai semuanya,” ucap Al Haris.
Dengan potensi Candi Muaro Jambi, dukungan perbankan, penguatan UMKM, serta kolaborasi antardaerah, Pemprov Jambi ingin kawasan tersebut tak berhenti sebagai destinasi wisata sejarah.(*)
- Penulis: -
- Editor: Darmanto Zebua
