Kamis, 2 Jul 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Kenaikan Royalti Tambang Nikel hingga Emas Ditunda, Pemerintah Kaji Dampak ke Investasi

Kenaikan Royalti Tambang Nikel hingga Emas Ditunda, Pemerintah Kaji Dampak ke Investasi

  • account_circle say say
  • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Rencana pemerintah menaikkan tarif royalti pertambangan mineral, mulai dari nikel hingga emas, memicu respons negatif dari pelaku pasar. Akibatnya, kebijakan tersebut untuk sementara ditunda sambil menunggu evaluasi lebih lanjut.

Usulan yang digodok oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral itu mencakup kenaikan royalti untuk sejumlah komoditas strategis seperti nikel, tembaga, timah, emas, hingga perak. Langkah ini bertujuan meningkatkan penerimaan negara di tengah tekanan ekonomi global.

Namun, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan, rencana tersebut belum final. Pemerintah memilih menahan implementasi setelah mendapat masukan dari pelaku usaha yang menilai kebijakan itu berpotensi memberatkan industri.

“Kalau responsnya kurang baik, tentu kita evaluasi. Ini belum menjadi keputusan,” ujar Bahlil.

Salah satu usulan paling mencolok adalah kenaikan tarif royalti timah yang berpotensi melonjak hingga 20 persen, tergantung harga mineral acuan global. Skema ini dinilai dapat meningkatkan penerimaan negara secara signifikan saat harga komoditas tinggi.

Namun di sisi lain, pelaku industri menilai kebijakan tersebut berisiko mempersempit ruang gerak usaha. Ketua Indonesian Mining & Energy Forum (IMEF), Singgih Widagdo, menyebut sektor pertambangan saat ini tengah menghadapi tekanan berlapis, mulai dari kenaikan biaya produksi hingga kebijakan devisa hasil ekspor.

Menurutnya, industri tambang memiliki karakter padat modal dan berisiko tinggi, sehingga membutuhkan kepastian kebijakan jangka panjang. Perubahan aturan yang terlalu cepat dinilai dapat mengganggu perencanaan investasi yang telah disusun berdasarkan studi kelayakan.

“Tambahan beban seperti kenaikan royalti dalam kondisi sekarang bisa menambah ketidakpastian usaha,” ujarnya.

Di tengah situasi ekonomi global yang belum stabil, pemerintah dihadapkan pada dilema. Di satu sisi, peningkatan royalti berpotensi mendongkrak pendapatan negara. Namun di sisi lain, kebijakan tersebut bisa menahan arus investasi di sektor strategis.

Karena itu, penundaan sementara dinilai sebagai langkah kompromi untuk menjaga keseimbangan antara kepentingan fiskal dan iklim investasi.

Ke depan, pemerintah dituntut merumuskan kebijakan yang tidak hanya meningkatkan penerimaan negara, tetapi juga memberikan kepastian bagi pelaku usaha agar industri pertambangan tetap kompetitif.

 

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jemaah Haji Indonesia Bergerak ke Arafah, Puncak Haji 2026 Resmi Dimulai

    Jemaah Haji Indonesia Bergerak ke Arafah, Puncak Haji 2026 Resmi Dimulai

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Jemaah haji Indonesia mulai bergerak menuju Arafah pada Senin, 25 Mei 2026, menandai dimulainya puncak ibadah haji 1447 Hijriah. Pergerakan dilakukan secara bertahap dari pemondokan di Kota Makkah menuju lokasi wukuf. Sejak pagi hari waktu Arab Saudi, ribuan jemaah terlihat telah bersiap di depan hotel masing-masing. Mereka mengenakan pakaian ihram dan membawa perlengkapan […]

  • Kerugian Banjir dan Longsor di Sumut Tembus Rp18,37 Triliun

    Kerugian Banjir dan Longsor di Sumut Tembus Rp18,37 Triliun

    • calendar_month Senin, 22 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) memperkirakan total kerugian akibat bencana banjir dan tanah longsor yang melanda wilayahnya mencapai Rp18,37 triliun. Kerugian tersebut mencakup kerusakan infrastruktur, sektor pertanian, hingga perumahan warga. Wakil Gubernur Sumut Surya mengatakan dampak bencana terjadi secara masif dan meluas di 14 kabupaten dan 5 kota di Sumatera Utara. Enam daerah […]

  • KKP Selamatkan Potensi Kerugian Negara Rp6,79 Triliun Selama Setahun Pemerintahan Prabowo

    KKP Selamatkan Potensi Kerugian Negara Rp6,79 Triliun Selama Setahun Pemerintahan Prabowo

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Dalam satu tahun masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berhasil menyelamatkan potensi kerugian negara sebesar Rp6,79 triliun melalui berbagai upaya pengawasan dan penegakan hukum di sektor kelautan dan perikanan. Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (Dirjen PSDKP) KKP, Pung Nugroho Saksono, menyampaikan bahwa sepanjang periode Oktober 2024 […]

  • Investasi VinFast! Buka Pabrik Mobil Listrik di Subang

    Investasi VinFast! Buka Pabrik Mobil Listrik di Subang

    • calendar_month Senin, 15 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – VinFast resmi membuka fasilitas manufaktur terbarunya di Subang, Jawa Barat, pada Senin (15/12/2025). Peresmian ini menandai langkah strategis produsen kendaraan listrik asal Vietnam tersebut dalam memperkuat eksistensinya di pasar global, sekaligus menegaskan komitmen jangka panjang terhadap pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. “17 bulan yang lalu, kami memulai pembangunan pabrik ini dengan misi […]

  • Di Pabrik Ini GAC Hasilkan 1 Mobil Setiap 53 Detik

    Di Pabrik Ini GAC Hasilkan 1 Mobil Setiap 53 Detik

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – GAC Group kembali menegaskan posisinya di industri otomotif global lewat kehadiran Smart Eco-Factory. Difasilitas produksi modern ini GAC mampu menghasilkan satu kendaraan hanya dalam waktu 53 detik. Pencapaian ini menjadi bukti nyata integrasi teknologi digital, efisiensi produksi, standar kualitas tinggi, serta komitmen terhadap keberlanjutan dalam satu ekosistem manufaktur. Berdasarkan keterangan resmi dari perusahaan, […]

  • Indonesia Resmi Masuk Bursa Tuan Rumah Piala Asia 2031

    Indonesia Resmi Masuk Bursa Tuan Rumah Piala Asia 2031

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Indonesia secara resmi mengajukan diri sebagai kandidat tuan rumah Piala Asia 2031. Pengajuan tersebut telah diterima oleh Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) seiring berakhirnya proses bidding yang berlangsung sepanjang tahun lalu. Dalam pengumuman resminya, AFC menyatakan Indonesia menjadi salah satu dari sembilan kandidat yang berminat menyelenggarakan turnamen sepak bola paling bergengsi di Asia […]

expand_less