Minggu, 25 Okt 2026
light_mode
Beranda » Regional » Sejarah Bioskop di Jambi: Kisah Lie Chong dan Arwin Lie Membangun Jaringan 20 Bioskop

Sejarah Bioskop di Jambi: Kisah Lie Chong dan Arwin Lie Membangun Jaringan 20 Bioskop

  • account_circle say say
  • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Nama Lie Chong mungkin tidak sepopuler tokoh-tokoh politik atau pengusaha besar di Jambi saat ini. Namun, bagi sejarah industri hiburan di Provinsi Jambi, sosoknya memiliki peran yang sangat penting. Dari tangan keluarga yang ia bangun, lahirlah jaringan bioskop terbesar yang pernah dimiliki Jambi. Selama lebih dari dua dekade, bioskop-bioskop keluarga Lie menjadi pusat hiburan masyarakat dari Kota Jambi hingga pelosok kabupaten.

Meski bisnis bioskop mulai berkembang pesat pada akhir 1960-an melalui putra sulungnya, Arwin Lie, pondasi usaha tersebut berawal dari perjalanan hidup Lie Chong, seorang perantau asal Tiongkok yang datang ke Jambi pada 1934 untuk mencari kehidupan yang lebih baik.

Datang ke Jambi Sebagai Perantau

Informasi mengenai kehidupan awal Lie Chong memang tidak banyak terdokumentasi dalam arsip publik. Namun sejumlah catatan sejarah industri bioskop Jambi menyebutkan bahwa ia merupakan pendatang dari Tiongkok yang menetap di Jambi sejak 1934 dan kemudian membangun kehidupan bersama keluarganya di kota ini.

Pada masa itu, Kota Jambi masih berkembang sebagai kota perdagangan. Infrastruktur hiburan modern hampir belum ada, sementara masyarakat mulai membutuhkan ruang rekreasi di tengah pertumbuhan ekonomi daerah. Kesempatan itulah yang kemudian dibaca oleh keluarga Lie.

Arwin Lie Mengubah Bioskop Terbengkalai Menjadi Peluang Besar

Tongkat estafet usaha keluarga kemudian diteruskan oleh putra sulung Lie Chong, Arwin Lie. Sekitar tahun 1969, ketika jumlah bioskop di Jambi masih sangat terbatas, Arwin menerima tawaran untuk mengambil alih sebuah gedung bioskop yang telah lama terbengkalai. Dengan keberanian dan naluri bisnis yang kuat, gedung tersebut direnovasi total, lalu dibuka kembali dengan nama Bioskop Mega. Keputusan itu menjadi titik balik sejarah perfilman di Jambi.

Bioskop Mega mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. Tingginya animo penonton membuat keluarga Lie melihat bahwa bisnis hiburan memiliki masa depan yang menjanjikan.

Membangun Kerajaan Bioskop di Jambi

Keberhasilan Bioskop Mega menjadi awal ekspansi besar-besaran keluarga Lie. Sepanjang dekade 1970-an hingga 1980-an, satu demi satu bioskop baru dibangun di Kota Jambi, antara lain:

  • Bioskop Duta
  • Bioskop Murni
  • Bioskop Ria
  • President I
  • President II
  • Bioskop Sumatera
  • Mayang Theatre
  • Bioskop Sitimang

Salah satu yang paling dikenal adalah President I dan President II di kawasan Pasar Jambi (Pasar Tingkat). Berdasarkan prasasti yang masih disimpan keluarga, bioskop tersebut diresmikan oleh Wali Kota Jambi Azhari pada 27 November 1989.

Menjangkau Kabupaten Hingga Pelosok

Tidak berhenti di Kota Jambi, keluarga Lie memperluas jaringan bioskop ke berbagai daerah di Provinsi Jambi. Mereka mendirikan bioskop di Tembesi, Bajubang, Muara Tebo (Bioskop Sederhana), Muara Bungo (Bioskop Bungo Indah dan Serunai Baru), Rantau Panjang (Semayo Indah), Bangko (Merangin Jaya), Sarolangun (Saroja), Kerinci (Chandra), Sabak (Medahara), Kuala Tungkal (Dewi), hingga Nipah Panjang (Setia Bhakti).

Menurut catatan keluarga, jumlah bioskop yang mereka kelola mencapai sekitar 20 bioskop, menjadikannya jaringan bioskop terbesar yang pernah dimiliki di Provinsi Jambi.

Pelopor Bioskop Keliling

Inovasi keluarga Lie tidak berhenti pada pembangunan gedung bioskop. Mereka juga mengoperasikan bioskop keliling, membawa layar, proyektor, dan generator ke desa-desa yang belum memiliki gedung bioskop. Pemutaran film biasanya dilakukan di lapangan terbuka atau balai desa.

Pada masa itu, akses jalan menuju banyak wilayah di Jambi masih terbatas. Kendaraan harus melewati jalan tanah bahkan menyeberangi sungai untuk membawa perlengkapan pemutaran film. Selain menjadi hiburan, bioskop keliling juga kerap dimanfaatkan pemerintah untuk menyampaikan informasi pembangunan dan penyuluhan kepada masyarakat.

Bisnis yang Dijalankan Bersama Keluarga

Keunikan lain dari keluarga Lie adalah hampir seluruh anggota keluarga ikut terlibat dalam operasional bioskop. Salah satunya Harkopo Lie, adik Arwin Lie, yang bertugas melukis poster-poster film secara manual. Sebelum era digital printing, setiap poster berukuran baliho dibuat dengan tangan menggunakan cat di atas kain atau papan.

Poster-poster tersebut kemudian dipasang di depan bioskop maupun diarak keliling kota menggunakan mobil yang dilengkapi pengeras suara untuk mengumumkan film terbaru kepada masyarakat. Cara promosi ini menjadi ciri khas industri bioskop Jambi pada era 1970–1990-an.

Ketika Jambi Pernah Memiliki Lebih dari Satu Juta Penonton Bioskop

Masa kejayaan jaringan bioskop keluarga Lie bertepatan dengan puncak industri perfilman di Jambi. Data statistik Provinsi Jambi menunjukkan bahwa pada awal 1980-an jumlah penonton bioskop telah melampaui satu juta orang setiap tahun. Bahkan pada 1982 jumlah penonton mencapai lebih dari 1,2 juta orang, sementara jumlah bioskop aktif mencapai 15 gedung. Beberapa tahun berikutnya jumlah bioskop sempat bertambah menjadi 16 dengan angka penonton tetap berada di atas satu juta orang.

Angka tersebut menunjukkan bahwa bioskop pernah menjadi salah satu bentuk hiburan paling populer di Jambi.

Mulai Meredup karena Perubahan Teknologi

Memasuki dekade 1990-an, bisnis bioskop lokal mulai menghadapi tantangan besar. Kemunculan televisi swasta, video kaset VHS, VCD, DVD, hingga akhirnya jaringan bioskop modern membuat jumlah penonton bioskop lokal terus menurun. Satu per satu gedung bioskop keluarga Lie akhirnya menghentikan operasionalnya hingga awal 2000-an.

Menyelamatkan Sejarah Lewat Museum Bioskop

Meski bisnis bioskop telah berakhir, keluarga Lie memilih tidak menjual peninggalan mereka. Ribuan poster film lukis, mesin proyektor, kursi bioskop, karcis, baliho promosi, hingga kendaraan promosi masih disimpan dengan baik. Berkat inisiatif Harkopo Lie, koleksi tersebut kemudian menjadi cikal bakal Museum Bioskop Jambi di kawasan Tempoa Art Gallery, Jelutung.

Museum ini kini menjadi salah satu pusat dokumentasi sejarah perfilman daerah dan pernah menjadi lokasi pameran budaya bioskop yang menarik perhatian akademisi, seniman, hingga masyarakat umum. Koleksinya bahkan mencapai sekitar 3.000 poster film dari periode 1969–1999, menjadikannya salah satu arsip visual perfilman daerah yang langka di Indonesia.

Warisan Lie Chong

Meski nama Lie Chong tidak banyak muncul dalam buku sejarah, warisan yang ditinggalkannya telah membentuk budaya menonton film di Jambi selama puluhan tahun. Melalui keberanian seorang perantau dan semangat kewirausahaan yang diteruskan Arwin Lie beserta keluarga, lahirlah jaringan bioskop yang pernah menghubungkan masyarakat dari Kota Jambi hingga pelosok desa dengan dunia perfilman.

Hari ini, ketika masyarakat menikmati film di bioskop digital modern, jejak perjuangan keluarga Lie tetap menjadi bagian penting dari sejarah industri kreatif Jambi sebuah warisan yang menunjukkan bahwa sebelum era multiplex nasional hadir, Jambi telah memiliki pelopor bioskop yang tumbuh dari usaha keluarga sendiri

Sumber: Diolah dari arsip Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi, Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Jambi, buku Sejarah Provinsi Jambi, serta berbagai referensi media dan dokumentasi sejarah, antara lain Jumardi Putra, Akurat.co, Medcom.id, Radar Jambi, dan Jambi Ekspres.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Perak Antam Naik Rp75 Jadi Rp31.925 per Gram

    Harga Perak Antam Naik Rp75 Jadi Rp31.925 per Gram

    • calendar_month Senin, 24 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga perak murni milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali menguat pada Senin (24/11/2025). Mengutip laman Logam Mulia, harga perak Antam naik Rp75 menjadi Rp 31.925 per gram. Harga dasar perak Antam murni dengan berat 250 gram dipatok sebesar Rp 8.381.250, dengan harga yang termasuk PPN 11% menjadi Rp 9.303.188. Sedangkan perak murni […]

  • Stasiun KRL Termegah Jatake Tangerang Resmi Beroperasi Januari 2026, Mampu Layani 20 Ribu Penumpang per Hari

    Stasiun KRL Termegah Jatake Tangerang Resmi Beroperasi Januari 2026, Mampu Layani 20 Ribu Penumpang per Hari

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Stasiun KRL Jatake yang digadang-gadang sebagai stasiun KRL termegah di Tangerang, Banten, dijadwalkan mulai beroperasi pada Januari 2026. Kehadiran stasiun baru ini diharapkan memperkuat layanan transportasi publik sekaligus mendukung mobilitas masyarakat di kawasan penyangga Jakarta. Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin menyampaikan, pembangunan Stasiun Jatake yang berada di lintas Tanah […]

  • PGN Bangun Titik Injeksi Biomethane di Sumatera Selatan, Dukung Transisi Energi Bersih

    PGN Bangun Titik Injeksi Biomethane di Sumatera Selatan, Dukung Transisi Energi Bersih

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) terus memperluas langkah menuju energi bersih dengan mulai membangun titik injeksi biomethane (injection point) di Pagardewa, Sumatera Selatan. Proyek ini menjadi bagian dari upaya strategis PGN dalam mengembangkan energi terbarukan dan mendukung target dekarbonisasi nasional. Direktur Utama PGN, Arief Kurnia Risdianto, menjelaskan bahwa titik injeksi ini berfungsi […]

  • Akhirnya Turun, Emas Antam Kini Dibanderol Rp2,91 Juta per Gram

    Akhirnya Turun, Emas Antam Kini Dibanderol Rp2,91 Juta per Gram

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas batangan PT Antam mengalami koreksi hari ini, Selasa (27/1/2026). Meskipun harga emas spot global (XAU/USD) sedang dalam tren positif menembus level USD 5.000 per troy ounce, penguatan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS mampu menahan lonjakan harga emas hari ini di pasar domestik. Tercatat, harga emas Antam pecahan 1 gram turun […]

  • Meski Gencatan Senjata, Iran Tetap Larang Kapal Minyak AS Lewat Selat Hormuz

    Meski Gencatan Senjata, Iran Tetap Larang Kapal Minyak AS Lewat Selat Hormuz

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan kemarahannya setelah Iran hanya mengizinkan dua kapal melintas di Selat Hormuz di tengah masa gencatan senjata. Melalui unggahan di media sosial Truth Social pada Kamis (9/4/2026) waktu setempat, Trump menilai langkah Iran tersebut tidak sesuai dengan kesepakatan yang telah dicapai. “Iran melakukan pekerjaan yang sangat buruk, bahkan […]

  • Harga Minyak Indonesia ICP April 2026 Melonjak ke US7,31 per Barel, Dipicu Konflik Timur Tengah

    Harga Minyak Indonesia ICP April 2026 Melonjak ke US$117,31 per Barel, Dipicu Konflik Timur Tengah

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) pada April 2026 melonjak signifikan menjadi 117,31 dollar AS per barel. Kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada kekhawatiran pasokan energi global. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan kenaikan ICP sebesar 15,05 dollar AS atau […]

expand_less