Sabtu, 27 Jun 2026
light_mode
Beranda » Ekonomi » Izin Impor BBM SPBU Swasta Berlaku Enam Bulan, Shell Masih Dievaluasi

Izin Impor BBM SPBU Swasta Berlaku Enam Bulan, Shell Masih Dievaluasi

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan izin impor bahan bakar minyak (BBM) bagi stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) swasta berlaku untuk jangka waktu enam bulan. Kebijakan tersebut diberlakukan untuk memberikan kepastian pasokan sekaligus ruang evaluasi terhadap dinamika konsumsi BBM nasional.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengatakan izin impor telah diberikan kepada sejumlah pengelola SPBU swasta seperti bp dan Vivo. Sementara itu, izin impor untuk SPBU Shell masih dalam tahap evaluasi.

“Untuk SPBU swasta sudah diberikan izin impor selama enam bulan. Kecuali Shell, yang saat ini masih kami evaluasi,” ujar Laode, Senin (9/2/2026).

Menurut Laode, pemberian izin impor enam bulanan dimaksudkan agar pemerintah dan badan usaha dapat menyesuaikan volume impor dengan kebutuhan konsumsi BBM di lapangan. Evaluasi akan dilakukan sebelum izin diperpanjang untuk periode berikutnya.

Ia menjelaskan, salah satu pertimbangan belum diberikannya izin impor kepada Shell adalah keterlambatan perusahaan tersebut dalam menyetujui pembelian BBM melalui PT Pertamina saat terjadi kelangkaan BBM di SPBU swasta pada kuartal akhir 2025.

“Shell terakhir menyetujui proses pembelian BBM dari Pertamina. Itu yang menjadi salah satu bahan evaluasi kami,” kata Laode.

Akibat belum keluarnya izin impor, Shell saat ini belum dapat mengimpor maupun mendistribusikan BBM ke jaringan SPBU miliknya.

Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa pemerintah akan bersikap tegas terhadap badan usaha pengelola SPBU swasta terkait kepatuhan terhadap regulasi, termasuk dalam penetapan kuota impor BBM.

Bahlil menyebutkan, bagi badan usaha yang tertib dan mematuhi aturan, pemerintah telah menghitung besaran kuota impor yang akan diberikan. Namun, bagi yang dinilai belum patuh, penetapan kuota masih akan dikaji lebih lanjut.

“Kalau yang tertib, kuotanya sudah kami hitung. Kalau yang tidak tertib, masih kami atur,” ujar Bahlil.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • OJK Gelar Apresiasi Media Massa 2025, Mahendra Siregar Puji Peran Pers Jaga Stabilitas Sektor Keuangan

    OJK Gelar Apresiasi Media Massa 2025, Mahendra Siregar Puji Peran Pers Jaga Stabilitas Sektor Keuangan

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali menggelar Apresiasi Media Massa 2025 sebagai bentuk penghargaan kepada media yang dinilai berperan penting dalam menyampaikan informasi program dan kebijakan OJK kepada publik. Acara digelar di Jakarta, Selasa (2/12/2025), dan dihadiri pimpinan redaksi, redaktur, dan wartawan dari berbagai media nasional dan daerah. Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar […]

  • BP Tapera Dorong Perluasan Pembiayaan Perumahan bagi Pekerja Nonformal

    BP Tapera Dorong Perluasan Pembiayaan Perumahan bagi Pekerja Nonformal

    • calendar_month Minggu, 16 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) mendorong percepatan penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sekaligus memperluas akses pembiayaan rumah bagi pekerja nonformal atau pekerja dengan penghasilan tidak tetap. Deputi Komisioner Bidang Pemupukan Dana Tapera, Doddy Bursman, menegaskan bahwa segmen pekerja non-fix income memiliki potensi besar tetapi masih belum tersentuh optimal. Saat ini, […]

  • Harga Sembako di Jambi Hari Ini 7 Januari 2026, Cabai Rawit dan Bawang Mulai Turun

    Harga Sembako di Jambi Hari Ini 7 Januari 2026, Cabai Rawit dan Bawang Mulai Turun

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga kebutuhan pokok atau sembako di Kota Jambi terpantau relatif stabil berdasarkan data Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi per Rabu (7/1/2026). Meski demikian, sejumlah komoditas strategis seperti cabai dan bawang mengalami penurunan harga di beberapa pasar rakyat. Pantauan dilakukan di tiga pasar utama, yakni Pasar Angso Duo, Pasar Rakyat Talang Banjar, dan […]

  • The Fed Siap Pangkas Suku Bunga Lagi, Tapi Tetap Waspadai Inflasi

    The Fed Siap Pangkas Suku Bunga Lagi, Tapi Tetap Waspadai Inflasi

    • calendar_month Kamis, 9 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve (The Fed), memberi sinyal siap melanjutkan pemangkasan suku bunga tahun ini. Namun, para pejabat tetap berhati-hati karena tekanan inflasi dinilai masih tinggi dan berpotensi menekan stabilitas ekonomi. Dalam risalah rapat kebijakan Federal Open Market Committee (FOMC) yang digelar pada 16–17 September 2025 menunjukkan bahwa sebagian besar […]

  • BRI Peduli Latih Warga Bogor Ubah Minyak Jelantah Jadi Sabun Ramah Lingkungan

    BRI Peduli Latih Warga Bogor Ubah Minyak Jelantah Jadi Sabun Ramah Lingkungan

    • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui program BRI Peduli – Yok Kita Gas kembali menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Kali ini, BRI menggelar pelatihan pengolahan limbah minyak jelantah di Bank Sampah Azalea, Kelurahan Babakan, Kecamatan Bogor Tengah, Kabupaten Bogor. Kegiatan ini melibatkan anggota Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) serta pengurus […]

  • Cek Harga Sembako di Pasar Angso Duo dan Talang Banjar Hari Ini

    Cek Harga Sembako di Pasar Angso Duo dan Talang Banjar Hari Ini

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga kebutuhan pokok di Kota Jambi, khususnya di Pasar Rakyat Talang Banjar dan Pasar Angso Duo, tercatat masih stabil pada update terbaru 18 November 2025 berdasarkan laporan resmi Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi. Meski sebagian besar komoditas tidak mengalami perubahan harga, beberapa bahan pangan penting justru mengalami kenaikan dan penurunan yang perlu […]

expand_less