Kemiskinan Jambi Turun Tiga Tahun Beruntun, Maret 2026 Tinggal 6,67 Persen
- account_circle say say
- calendar_month 6 jam yang lalu
- print Cetak

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase penduduk miskin Jambi pada Maret 2026 sebesar 6,67 persen, turun dibandingkan dua tahun sebelumnya.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Tingkat kemiskinan di Provinsi Jambi kembali menurun pada 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase penduduk miskin Jambi pada Maret 2026 sebesar 6,67 persen, turun dibandingkan dua tahun sebelumnya. Jika dibandingkan berdasarkan periode Maret, tingkat kemiskinan Jambi tercatat 7,10 persen pada Maret 2024, kemudian turun menjadi 7,19 persen pada Maret 2025, sebelum kembali turun cukup signifikan menjadi 6,67 persen pada Maret 2026.
Dengan demikian, dalam setahun terakhir persentase penduduk miskin Jambi turun 0,52 poin persentase. Dibandingkan Maret 2024, tingkat kemiskinan Maret 2026 bahkan lebih rendah 0,43 poin persentase.
Penurunan tersebut juga terlihat dari jumlah penduduk miskin. Pada Maret 2026, BPS mencatat jumlah penduduk miskin Jambi mencapai 253,73 ribu orang. Jumlah ini turun sekitar 7.500 orang dibandingkan September 2025.
BPS juga mencatat garis kemiskinan Maret 2026 sebesar Rp744.065 per kapita per bulan. Dari angka tersebut, komponen makanan masih mendominasi dengan kontribusi sekitar 75,78 persen. Rata-rata rumah tangga miskin di Jambi memiliki 4,80 anggota, sehingga garis kemiskinan per rumah tangga miskin mencapai sekitar Rp3,57 juta per bulan.
Meski angka kemiskinan turun, persoalan pemerataan masih perlu menjadi perhatian. Gini Ratio Jambi pada Maret 2026 justru naik menjadi 0,305, dari 0,301 pada Maret 2025. Angka tersebut juga lebih tinggi dibandingkan September 2025 yang berada di 0,291.
Artinya, penurunan jumlah penduduk miskin belum otomatis menunjukkan pemerataan pendapatan yang semakin baik. Pertumbuhan ekonomi masih perlu diikuti dengan peningkatan kesempatan kerja, pendapatan masyarakat dan akses ekonomi yang lebih merata.
Kondisi ini menjadi penting bagi pelaku UMKM. Penurunan kemiskinan dapat menjadi sinyal membaiknya kemampuan sebagian masyarakat dalam memenuhi kebutuhan konsumsi. Namun, kenaikan ketimpangan menunjukkan manfaat pertumbuhan ekonomi belum tentu dirasakan secara merata oleh seluruh kelompok masyarakat.
Karena itu, penguatan UMKM, penciptaan lapangan kerja, peningkatan produktivitas serta perluasan akses pembiayaan menjadi bagian penting agar pertumbuhan ekonomi Jambi tidak hanya menurunkan angka kemiskinan, tetapi juga mempersempit kesenjangan.
Sumber: Badan Pusat Statistik Provinsi Jambi
- Penulis: say say
