Ekonomi Jambi Tumbuh 4,93 Persen pada 2025, Awal 2026 Masih Positif tapi Melambat
- account_circle say say
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

Memasuki Triwulan I 2026, ekonomi Jambi tumbuh 4,33 persen secara tahunan (y-on-y). Artinya, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, aktivitas ekonomi masih berkembang, tetapi kecepatannya turun sekitar 0,60 poin persentase dibandingkan pertumbuhan ekonomi sepanjang 2025.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Perekonomian Provinsi Jambi masih menunjukkan pertumbuhan positif memasuki 2026. Namun, laju pertumbuhan pada awal tahun tercatat lebih rendah dibandingkan pertumbuhan ekonomi sepanjang 2025.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi, ekonomi Jambi sepanjang 2025 tumbuh 4,93 persen, meningkat dibandingkan 2024 yang tumbuh 4,50 persen. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku pada 2025 mencapai Rp349,66 triliun, dengan PDRB per kapita Rp92,79 juta.
Memasuki Triwulan I 2026, ekonomi Jambi tumbuh 4,33 persen secara tahunan (y-on-y). Artinya, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, aktivitas ekonomi masih berkembang, tetapi kecepatannya turun sekitar 0,60 poin persentase dibandingkan pertumbuhan ekonomi sepanjang 2025.
Nilai PDRB Jambi pada Triwulan I 2026 mencapai Rp88,80 triliun berdasarkan harga berlaku, sedangkan berdasarkan harga konstan 2010 mencapai Rp45,80 triliun.
Jika dibandingkan secara triwulanan, kondisi awal 2026 menghadapi tekanan. Ekonomi Jambi mengalami kontraksi 4,55 persen secara q-to-q dibandingkan Triwulan IV 2025. Kontraksi tersebut terjadi pada sebagian besar lapangan usaha, dengan penurunan terdalam pada sektor jasa pendidikan sebesar 10,83 persen.
Meski demikian, terdapat sektor yang mencatat pertumbuhan tinggi. Pengadaan listrik dan gas tumbuh 13,54 persen secara y-on-y, menjadi lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi pada Triwulan I 2026. Dari sisi pengeluaran, konsumsi lembaga nonprofit yang melayani rumah tangga tumbuh 11,36 persen.
Sementara pada 2025, sektor transportasi dan pergudangan menjadi lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi, yakni 8,88 persen. Dari sisi pengeluaran, ekspor barang dan jasa tumbuh 5,75 persen.
Pergerakan tersebut penting bagi pelaku UMKM Jambi. Pertumbuhan ekonomi yang tetap positif menunjukkan aktivitas produksi dan konsumsi masih berjalan. Namun, perlambatan pertumbuhan serta kontraksi secara kuartalan menjadi sinyal bahwa pelaku usaha perlu memperhatikan daya beli dan pola belanja masyarakat.
Sektor perdagangan juga memiliki peran strategis karena berhubungan langsung dengan transaksi masyarakat. Bagi pedagang pasar, usaha kuliner, toko kecil, hingga jasa, pertumbuhan ekonomi dapat menjadi peluang untuk meningkatkan omzet apabila konsumsi masyarakat tetap terjaga.
Dengan ekonomi yang masih tumbuh 4,33 persen pada awal 2026, peluang UMKM Jambi tetap terbuka. Tantangannya adalah menjaga harga, memperluas pemasaran digital, dan mempertahankan pelanggan di tengah dinamika ekonomi.
Sumber: Badan Pusat Statistik Provinsi Jambi, Berita Resmi Statistik Pertumbuhan Ekonomi 2025 dan Triwulan I 2026.
- Penulis: say say
