Kamis, 18 Jun 2026
light_mode
Beranda » Internasional » Negosiasi AS vs Iran Temukan Jalan Buntu, Program Nuklir hingga Selat Hormuz Jadi Pemicu

Negosiasi AS vs Iran Temukan Jalan Buntu, Program Nuklir hingga Selat Hormuz Jadi Pemicu

  • account_circle say say
  • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Pembicaraan damai antara Amerika Serikat dan Iran kembali menemui jalan buntu setelah negosiasi maraton selama 21 jam gagal mencapai kesepakatan. Perundingan yang berlangsung sejak Sabtu (11/4/2026) itu memperpanjang ketidakpastian terkait kelanjutan gencatan senjata yang sebelumnya disepakati selama dua pekan.

Negosiasi ini menjadi pertemuan langsung pertama antara kedua negara sejak Revolusi Islam Iran 1979, namun diwarnai perbedaan tajam pada sejumlah isu krusial.

Salah satu penyebab utama kegagalan adalah tuntutan Amerika Serikat agar Iran menghentikan sepenuhnya program nuklirnya. Wakil Presiden AS JD Vance menegaskan bahwa Washington membutuhkan komitmen tegas dari Teheran untuk tidak mengembangkan senjata nuklir.

Di sisi lain, Iran menolak tuntutan tersebut dan menilai permintaan AS tidak realistis. Teheran menegaskan bahwa program nuklir yang dijalankan hanya untuk kepentingan sipil dan sah secara internasional.

Selain isu nuklir, sengketa juga terjadi terkait pengelolaan Selat Hormuz yang menjadi jalur vital perdagangan energi dunia. Iran bersikeras ingin mengendalikan selat tersebut, termasuk menerapkan biaya transit bagi kapal yang melintas. Sementara itu, AS menuntut jalur tersebut tetap terbuka tanpa hambatan.

Ketegangan juga diperparah dengan pembahasan mengenai sanksi ekonomi, ganti rugi perang, serta situasi keamanan di kawasan, termasuk konflik di Lebanon.

Dalam perkembangan terpisah, Pakistan sebagai mediator mendesak kedua pihak tetap mematuhi gencatan senjata guna mencegah eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.

Para analis menilai kebuntuan ini berpotensi memperburuk stabilitas global, terutama karena Selat Hormuz merupakan jalur distribusi sekitar 20 persen minyak dan gas dunia. Gangguan di wilayah tersebut telah memicu lonjakan harga energi global.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bisnis Makanan Kukusan Makin Populer, Peluang Cuan di 2025

    Bisnis Makanan Kukusan Makin Populer, Peluang Cuan di 2025

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Gaya hidup sehat kini menjadi bagian dari keseharian masyarakat urban Indonesia. Salah satu tren kuliner yang terus naik daun pada 2025 adalah makanan kukusan — makanan yang diolah tanpa minyak goreng, tanpa pengawet, dan tetap menggugah selera. Tren ini bukan hanya mencerminkan perubahan pola konsumsi, tapi juga membuka peluang bisnis baru yang menjanjikan. […]

  • 4 Aturan Baru FIFA di Piala Dunia 2026, Pemain Tak Bisa Lagi Buang Waktu

    4 Aturan Baru FIFA di Piala Dunia 2026, Pemain Tak Bisa Lagi Buang Waktu

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – FIFA resmi menetapkan empat perubahan regulasi yang akan diterapkan pada Piala Dunia 2026. Aturan baru ini dirancang untuk meningkatkan disiplin permainan sekaligus meminimalisasi praktik pemborosan waktu di lapangan. Turnamen edisi 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada itu juga menjadi yang terbesar dalam sejarah, dengan melibatkan 48 tim peserta. Sejumlah […]

  • Anak Penderita Epilepsi Rentan Alami Depresi dan Cemas, Kenali Gejalanya Sejak Dini

    Anak Penderita Epilepsi Rentan Alami Depresi dan Cemas, Kenali Gejalanya Sejak Dini

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Epilepsi pada anak tidak hanya berkaitan dengan kejang, tetapi juga bisa berdampak pada kondisi psikologis. Gangguan seperti depresi dan kecemasan kerap muncul dan perlu dikenali sejak dini oleh orangtua, guru, maupun tenaga medis. Sejumlah penelitian menunjukkan, anak dengan epilepsi memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan mental. Bahkan, dalam studi di Denmark, penyandang epilepsi […]

  • BMKG: Jambi Diguyur Hujan 21–23 April, Kabut dan Petir Perlu Diwaspadai

    BMKG: Jambi Diguyur Hujan 21–23 April, Kabut dan Petir Perlu Diwaspadai

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian besar wilayah di Provinsi Jambi akan didominasi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang pada periode 21–23 April 2026. Selain itu, potensi hujan disertai petir serta kemunculan kabut dan udara kabur juga perlu diwaspadai masyarakat. Berdasarkan data prakiraan cuaca, Selasa (21/4/2026), hujan ringan terjadi hampir merata […]

  • Cek! Harga Emas UBS dan Galeri24 Naik Pagi Ini

    Cek! Harga Emas UBS dan Galeri24 Naik Pagi Ini

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas Galeri24 dan UBS yang dijual di Pegadaian terpantau naik pada perdagangan hari ini, Jumat (20/2/2026). Hanya saja harga kenaikan kedua entitas itu bervariasi. Dikutip dari laman resmi Sahabat Pegadaian pada pukul 07.27 WIB, harga emas UBS kini di angka Rp2.965.000 per gram. Sementara itu emas Galeri24 berada diposisi Rp2.946.000 per gram. […]

  • Pupuk Urea Indonesia Jadi Rebutan Dunia, Produksi Capai 9,4 Juta Ton per Tahun

    Pupuk Urea Indonesia Jadi Rebutan Dunia, Produksi Capai 9,4 Juta Ton per Tahun

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Indonesia kian memainkan peran strategis di pasar pupuk global. Di tengah krisis pasokan dan lonjakan harga dunia, pupuk urea produksi dalam negeri menjadi incaran sejumlah negara. Kondisi geopolitik global, termasuk terganggunya jalur distribusi internasional, mendorong kenaikan harga urea secara signifikan. Pada awal April 2026, harga urea tercatat mencapai sekitar 690 dolar AS hingga […]

expand_less