Jumat, 7 Agu 2026
light_mode
Beranda » Internasional » Negosiasi AS vs Iran Temukan Jalan Buntu, Program Nuklir hingga Selat Hormuz Jadi Pemicu

Negosiasi AS vs Iran Temukan Jalan Buntu, Program Nuklir hingga Selat Hormuz Jadi Pemicu

  • account_circle say say
  • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Pembicaraan damai antara Amerika Serikat dan Iran kembali menemui jalan buntu setelah negosiasi maraton selama 21 jam gagal mencapai kesepakatan. Perundingan yang berlangsung sejak Sabtu (11/4/2026) itu memperpanjang ketidakpastian terkait kelanjutan gencatan senjata yang sebelumnya disepakati selama dua pekan.

Negosiasi ini menjadi pertemuan langsung pertama antara kedua negara sejak Revolusi Islam Iran 1979, namun diwarnai perbedaan tajam pada sejumlah isu krusial.

Salah satu penyebab utama kegagalan adalah tuntutan Amerika Serikat agar Iran menghentikan sepenuhnya program nuklirnya. Wakil Presiden AS JD Vance menegaskan bahwa Washington membutuhkan komitmen tegas dari Teheran untuk tidak mengembangkan senjata nuklir.

Di sisi lain, Iran menolak tuntutan tersebut dan menilai permintaan AS tidak realistis. Teheran menegaskan bahwa program nuklir yang dijalankan hanya untuk kepentingan sipil dan sah secara internasional.

Selain isu nuklir, sengketa juga terjadi terkait pengelolaan Selat Hormuz yang menjadi jalur vital perdagangan energi dunia. Iran bersikeras ingin mengendalikan selat tersebut, termasuk menerapkan biaya transit bagi kapal yang melintas. Sementara itu, AS menuntut jalur tersebut tetap terbuka tanpa hambatan.

Ketegangan juga diperparah dengan pembahasan mengenai sanksi ekonomi, ganti rugi perang, serta situasi keamanan di kawasan, termasuk konflik di Lebanon.

Dalam perkembangan terpisah, Pakistan sebagai mediator mendesak kedua pihak tetap mematuhi gencatan senjata guna mencegah eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.

Para analis menilai kebuntuan ini berpotensi memperburuk stabilitas global, terutama karena Selat Hormuz merupakan jalur distribusi sekitar 20 persen minyak dan gas dunia. Gangguan di wilayah tersebut telah memicu lonjakan harga energi global.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sekda Jambi Lepas Ekspor Pinang 36 Ton ke Bangladesh Senilai Rp 1,3 Miliar

    Sekda Jambi Lepas Ekspor Pinang 36 Ton ke Bangladesh Senilai Rp 1,3 Miliar

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM  Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi Dr. H. Sudirman, SH, MH melepas ekspor komoditas unggulan Provinsi Jambi berupa pinang sebanyak 36 ton ke Bangladesh, dengan nilai setara Rp 1,3 miliar. Ekspor tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah, pihak swasta, petani, dan para pemangku kepentingan dalam meningkatkan kinerja ekspor daerah. Pelepasan ekspor dilakukan […]

  • BPS: Tingkat Penghunian Hotel Bintang di Jambi Naik Jadi 52,66 Persen pada April 2026

    BPS: Tingkat Penghunian Hotel Bintang di Jambi Naik Jadi 52,66 Persen pada April 2026

    • calendar_month Senin, 13 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi mencatat tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang di Provinsi Jambi mengalami peningkatan pada April 2026. TPK tercatat mencapai 52,66 persen, naik dibandingkan Maret 2026 yang sebesar 46,23 persen. Kenaikan tingkat hunian tersebut menunjukkan adanya peningkatan pemanfaatan kamar hotel berbintang di Jambi setelah sempat mengalami penurunan pada bulan […]

  • Persaingan Otomotif Dimulai, Bea Masuk Mobil Eropa 0 Persen

    Persaingan Otomotif Dimulai, Bea Masuk Mobil Eropa 0 Persen

    • calendar_month Rabu, 15 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM– Industri otomotif nasional bersiap menghadapi babak baru setelah Indonesia resmi menandatangani perjanjian dagang Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA). Pasalnya, berdasarkan dokumen European Commision, bea masuk mobil asal Eropa yang tadinya 50 persen akan dihilangkan dalam lima tahun ke depan. Sehingga membuka jalan bagi merek seperti Ferrari, BMW, Mercedes-Benz, dan Audi untuk masuk […]

  • Citibank: AI Bisa Dongkrak Laba Industri Perbankan Global hingga Rp33,46 Kuadriliun pada 2028

    Citibank: AI Bisa Dongkrak Laba Industri Perbankan Global hingga Rp33,46 Kuadriliun pada 2028

    • calendar_month Senin, 27 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – CEO Citibank, N.A., Indonesia (Citi Indonesia) Batara Sianturi mengungkapkan bahwa penerapan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) berpotensi meningkatkan laba industri perbankan global hingga mencapai 2 triliun dolar AS atau setara Rp33,46 kuadriliun (kurs Rp16.728) dalam tiga tahun ke depan. “Riset Citi menunjukkan bahwa kecerdasan buatan akan menjadi salah satu kekuatan utama di era ini. […]

  • Petani India Tertekan, Impor Kedelai dan Jagung GM AS Picu Kekhawatiran

    Petani India Tertekan, Impor Kedelai dan Jagung GM AS Picu Kekhawatiran

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Petani kedelai di negara bagian Madhya Pradesh, India tengah, mengaku kecewa dengan hasil panen musim ini. Lahan subur seluas lebih dari 3 hektare (7,4 acre) hanya menghasilkan 9.000 kg kedelai, atau sekitar seperlima dari produksi yang seharusnya. Akibat hujan berlebihan yang merusak tanaman. Sementara itu, harga jagung yang ditanam di dekat kedelai justru […]

  • Dari Hobi Jadi Penghasilan: Kreator Konten Ubah Passion Jadi Profesi di Era Digital

    Dari Hobi Jadi Penghasilan: Kreator Konten Ubah Passion Jadi Profesi di Era Digital

    • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Di era digital saat ini, bekerja sesuai hobi bukan lagi mimpi. Banyak kreator konten mampu mengubah passion menjadi sumber penghasilan tetap, bahkan menjadikannya sebagai profesi utama. Salah satunya adalah Robin Farades, kreator konten yang gemar merekam aktivitas pesawat di landasan pacu (plane spotting). Melalui siaran langsung di TikTok, Robin kini mampu meraih penghasilan […]

expand_less