Ekonomi Jambi Menguat, Kemiskinan Turun, Tapi Tantangan Kerja Masih Membayangi
- account_circle say say
- calendar_month 5 jam yang lalu
- print Cetak

FOTO/ILUSTRASI
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Perekonomian Provinsi Jambi menunjukkan tren positif dalam dua tahun terakhir. Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan ekonomi Jambi tumbuh 4,50 persen pada 2024, kemudian meningkat menjadi 4,93 persen pada 2025. Memasuki 2026, pertumbuhan ekonomi masih berlanjut dengan capaian 4,33 persen secara tahunan pada Triwulan I 2026.
Kinerja tersebut menjadi sinyal positif bagi dunia usaha, termasuk pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang menjadi salah satu penggerak aktivitas ekonomi masyarakat.
Pada 2025, struktur ekonomi Jambi masih kuat ditopang sektor pertanian, kehutanan dan perikanan. Berdasarkan data BPS, sektor tersebut menyumbang sekitar 34,49 persen terhadap perekonomian daerah. Perdagangan besar dan eceran juga menjadi sektor penting dengan kontribusi 13,57 persen.
Dari sisi pertumbuhan, ekonomi Jambi 2025 bahkan tumbuh lebih cepat dibandingkan 2024. BPS mencatat pertumbuhan tertinggi berdasarkan lapangan usaha terjadi pada transportasi dan pergudangan yang mencapai 8,88 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, ekspor barang dan jasa tumbuh 5,75 persen.
Kondisi ekonomi yang tumbuh tersebut berjalan beriringan dengan perbaikan indikator kemiskinan. Persentase penduduk miskin Jambi pada Maret 2025 tercatat 7,19 persen, turun dibandingkan September 2024 yang berada di level 7,26 persen. Kemudian pada September 2025, angka kemiskinan kembali turun menjadi 6,89 persen.
Penurunan kemiskinan tersebut menunjukkan adanya perbaikan daya beli dan kondisi sosial ekonomi masyarakat. Namun, tantangan ketenagakerjaan masih perlu mendapat perhatian.
BPS mencatat TPAK Jambi pada Agustus 2025 sebesar 68,37 persen dengan jumlah angkatan kerja mencapai 1,93 juta orang. Struktur pekerjaan masih didominasi sektor pertanian, kehutanan dan perikanan sebesar 43,36 persen. Sektor informal juga masih besar, mencapai 57,27 persen.
Sementara itu, TPT Agustus 2025 berada di kisaran 4,26 persen. Pada November 2025, TPT turun menjadi 4,08 persen dengan TPAK 68,32 persen. Data tersebut merupakan indikator ketenagakerjaan terbaru yang dirilis BPS hingga 2026, sehingga belum tepat menyebutnya sebagai TPT tahun 2026.
Bagi UMKM, pertumbuhan ekonomi menjadi peluang untuk meningkatkan omzet melalui perdagangan, kuliner, jasa, transportasi dan sektor pendukung lainnya. Namun, peningkatan biaya operasional, daya beli masyarakat serta persaingan usaha tetap menjadi tantangan.
Dengan ekonomi yang tetap tumbuh pada awal 2026, Jambi memiliki modal kuat untuk memperluas aktivitas usaha. Pemerintah daerah perlu memastikan pertumbuhan tersebut semakin terasa di tingkat masyarakat, terutama melalui penguatan UMKM, penciptaan lapangan kerja dan peningkatan daya beli.
Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi.
- Penulis: say say
