Rabu, 21 Okt 2026
light_mode
Beranda » Ekonomi » Harga Plastik Melonjak 80%, Pemerintah Cari Solusi Selamatkan UMKM

Harga Plastik Melonjak 80%, Pemerintah Cari Solusi Selamatkan UMKM

  • account_circle say say
  • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Pemerintah tengah menyiapkan langkah mitigasi menyusul lonjakan harga plastik di dalam negeri yang mencapai 30 hingga 80 persen. Kenaikan ini dinilai berdampak langsung terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), terutama yang bergantung pada plastik sebagai bahan kemasan.

Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, Maman Abdurrahman, mengatakan pihaknya telah menerima berbagai keluhan dari pelaku usaha terkait meningkatnya biaya produksi akibat kenaikan harga plastik.

“Sudah ada aspirasi yang masuk. Kebutuhan plastik untuk bungkus produk memang naik, tetapi kami akan siapkan langkah mitigasinya,” ujar Maman, Selasa (7/4/2026).

Menurut dia, Kementerian UMKM akan berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan untuk merumuskan kebijakan yang tepat guna meredam dampak kenaikan harga tersebut. Namun, rincian langkah yang akan diambil masih dalam tahap pembahasan.

Lonjakan harga plastik dipicu oleh kenaikan biaya bahan baku di pasar global. Ketidakpastian pasokan, terutama akibat konflik di kawasan Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran, turut memperburuk kondisi.

Selain itu, gangguan distribusi nafta turunan minyak bumi yang menjadi bahan utama plastik serta naiknya harga minyak dunia menjadi faktor utama yang mendorong kenaikan harga di pasar domestik.

Kondisi ini memicu kekhawatiran di kalangan pelaku UMKM. Pasalnya, plastik masih menjadi pilihan utama sebagai kemasan produk karena harganya yang relatif murah dan mudah didapat.

Pemerintah pun dituntut bergerak cepat agar kenaikan biaya produksi tidak berujung pada penurunan daya saing produk UMKM di pasar.

Di tengah situasi ini, sejumlah pelaku usaha mulai mencari alternatif bahan kemasan lain yang lebih terjangkau. Namun, peralihan tersebut dinilai tidak mudah karena mempertimbangkan faktor biaya, ketersediaan, dan preferensi konsumen.

Pemerintah berharap, melalui langkah mitigasi yang sedang disusun, tekanan terhadap pelaku UMKM dapat ditekan sekaligus menjaga stabilitas sektor usaha kecil di tengah gejolak ekonomi global.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • BPJPH Harmonisasi 1.060 Kode HS untuk Perkuat Pengawasan Produk Wajib Halal Jelang Oktober 2026

    BPJPH Harmonisasi 1.060 Kode HS untuk Perkuat Pengawasan Produk Wajib Halal Jelang Oktober 2026

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) mengharmonisasikan 1.060 kode klasifikasi barang atau Harmonized System Code (HS) guna memperkuat pengawasan produk wajib halal di Indonesia. Kepala BPJPH, Haikal Hasan, mengatakan langkah tersebut menjadi bagian dari kesiapan implementasi kebijakan wajib halal yang akan berlaku pada Oktober 2026. “Sampai saat ini kami telah mengidentifikasi 1.060 item […]

  • Dolar AS Tertekan, Rupiah Menguat ke Rp17.695

    Dolar AS Tertekan, Rupiah Menguat ke Rp17.695

    • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah kembali perkasa pada pembukaan perdagangan Rabu (26/8/2026). Setelah sempat melemah pada perdagangan sebelumnya, mata uang Indonesia kini kembali menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Mengutip Antara, rupiah dibuka di level Rp17.695 per dolar AS, menguat 28 poin atau 0,16 persen dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp17.723 per dolar […]

  • AS dan China Masih Dominasi Jumlah Miliarder Global, Negara Kecil Mulai Menyusul

    AS dan China Masih Dominasi Jumlah Miliarder Global, Negara Kecil Mulai Menyusul

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Peta kekayaan global terus mengalami pergeseran seiring meluasnya sumber penciptaan kekayaan baru di berbagai kawasan dunia. Laporan terbaru lembaga keuangan global menunjukkan bahwa Amerika Serikat dan China masih menjadi dua negara dengan jumlah miliarder terbanyak di dunia, meskipun laju pertumbuhannya mulai bervariasi antarwilayah. Amerika Serikat menempati posisi teratas dengan lebih dari 900 miliarder, […]

  • Prakiraan Cuaca Jambi 3 Desember: Hujan Ringan Merata, Tanjab Barat Berpotensi Petir

    Prakiraan Cuaca Jambi 3 Desember: Hujan Ringan Merata, Tanjab Barat Berpotensi Petir

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Cuaca di Provinsi Jambi pada Rabu, 3 Desember 2025 didominasi oleh hujan ringan di hampir semua daerah. Berdasarkan prakiraan BMKG, hujan diprediksi turun sejak pagi hingga malam hari, terutama di wilayah tengah dan timur provinsi. Sementara itu, Tanjung Jabung Barat menjadi satu-satunya wilayah yang berpotensi mengalami cuaca ekstrem berupa kilat atau petir. Mayoritas […]

  • IHSG Menguat ke Posisi 8.300, Terjaga Sentimen BI Rate Ditahan

    IHSG Menguat ke Posisi 8.300, Terjaga Sentimen BI Rate Ditahan

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 26,14 poin atau 0,32 persen ke posisi 8.300,22 pada sesi pertama, Jumat (20/2/2026). IHSG hari ini menghijau di rentang 8.300 – 8.317. Daya tarik pasar saham tetap terjaga didorong kebijakan Bank Indonesia menahan suku bunga acuan atau BI Rate pada level 4,75%. “IHSG hari ini, diprediksi […]

  • Purbaya Pastikan Iuran BPJS Kesehatan Tak Naik di 2026, Pemerintah Tambah Anggaran Rp20 Triliun

    Purbaya Pastikan Iuran BPJS Kesehatan Tak Naik di 2026, Pemerintah Tambah Anggaran Rp20 Triliun

    • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan bahwa iuran BPJS Kesehatan tidak akan naik pada tahun 2026. Kepastian ini diberikan setelah pemerintah menambah anggaran Rp20 triliun untuk memperkuat keberlanjutan layanan BPJS Kesehatan tanpa perlu membebani peserta dengan kenaikan iuran. “Sampai tahun depan sepertinya belum, setidaknya sampai pertengahan tahun depan ya,” ujar Purbaya di Kantor […]

expand_less