Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Emas Perhiasan Hari Ini Tak Berubah, Cek Harga Raja Emas dan Laku Emas

Emas Perhiasan Hari Ini Tak Berubah, Cek Harga Raja Emas dan Laku Emas

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Ming, 22 Feb 2026
  • comment 0 komentar

JAMBISNIS.COM – Harga emas perhiasan pada Minggu (22/2/2026) terpantau relatif stabil. Sejumlah gerai emas ritel, termasuk Raja Emas dan Laku Emas, belum melakukan penyesuaian harga yang signifikan dibandingkan hari sebelumnya.

Stabilnya harga emas perhiasan terjadi di tengah pergerakan harga emas batangan yang cenderung menguat. Kondisi ini membuat pelaku usaha perhiasan memilih menahan harga jual agar tetap kompetitif di tengah daya beli masyarakat yang masih selektif.

Berdasarkan pantauan harga, emas perhiasan kadar tertinggi di Raja Emas berada di kisaran Rp 2.665.000 per gram untuk emas 24 karat. Sementara itu, emas perhiasan dengan kadar 21 karat dipatok sekitar Rp 2.050.000 per gram. Harga kemudian menurun seiring penurunan kadar emas, hingga emas 5 karat yang berada di level Rp 480.000 per gram.

Sementara itu, harga emas perhiasan di Laku Emas juga tercatat stabil. Emas perhiasan kadar 24 karat (99 persen) dijual seharga Rp 2.586.000 per gram. Untuk kadar 22 karat, harga berada di kisaran Rp 2.148.000 per gram, sedangkan emas 18 karat dipatok sekitar Rp 1.756.000 per gram.

Pergerakan harga emas perhiasan yang relatif datar ini sejalan dengan tren konsolidasi harga emas global. Di sisi lain, pelaku pasar juga masih mencermati perkembangan ekonomi global serta kebijakan suku bunga yang memengaruhi minat investasi emas.

Bagi konsumen, kondisi harga yang stabil ini dinilai memberikan ruang untuk membeli perhiasan tanpa khawatir lonjakan harga dalam waktu dekat. Namun, pelaku usaha mengingatkan bahwa harga emas perhiasan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti pergerakan harga emas dunia dan nilai tukar rupiah.

Sebagai catatan, harga emas perhiasan berbeda dengan emas batangan karena telah memperhitungkan biaya pembuatan dan desain. Oleh karena itu, emas perhiasan lebih cocok untuk kebutuhan fesyen dan penyimpanan nilai jangka menengah, sementara emas batangan lebih diminati untuk tujuan investasi jangka panjang.

  • Penulis: syaiful amri

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bapanas: Harga Beras Stabil Jelang Natal dan Tahun Baru

    Bapanas: Harga Beras Stabil Jelang Natal dan Tahun Baru

    • calendar_month Sen, 17 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan harga beras mulai stabil menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Stabilitas harga ini didukung oleh penguatan pasokan, pengawasan distribusi, serta langkah pengendalian yang terus dilakukan pemerintah. “Menjelang Natal dan tahun baru, pemerintah memastikan kestabilan harga pangan pokok strategis, terutama beras. Sampai awal November, sudah ada 214 kabupaten/kota […]

  • Harga Sembako di Pasar Rakyat Kasang Jambi Stabil, Cabai Rawit Masih Tinggi 

    Harga Sembako di Pasar Rakyat Kasang Jambi Stabil, Cabai Rawit Masih Tinggi 

    • calendar_month Rab, 14 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga kebutuhan pokok di Pasar Rakyat Kasang, Kota Jambi, terpantau relatif stabil pada Rabu (14/1/2026). Berdasarkan data Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi, sebagian besar komoditas strategis belum mengalami perubahan harga signifikan, meski beberapa bahan pangan masih bertahan di level tinggi. Untuk komoditas beras, harga bergerak stabil di kisaran Rp 16.000 per kilogram. […]

  • Kurangi Ketergantungan pada China, Trump Teken Kesepakatan Dagang dengan 4 Negara ASEAN

    Kurangi Ketergantungan pada China, Trump Teken Kesepakatan Dagang dengan 4 Negara ASEAN

    • calendar_month Sen, 27 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani kesepakatan perdagangan dan mineral penting dengan empat negara Asia Tenggara dalam rangkaian KTT ASEAN di Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu (26/10). Langkah ini menjadi bagian dari upaya Washington untuk mengurangi ketergantungan rantai pasokan terhadap China, terutama di sektor tanah jarang dan mineral penting yang menjadi bahan utama chip […]

  • Barang Milik Negara Senilai Rp 91 Triliun Kini Dilindungi Asuransi Skema Pooling Fund Bencana

    Barang Milik Negara Senilai Rp 91 Triliun Kini Dilindungi Asuransi Skema Pooling Fund Bencana

    • calendar_month Rab, 3 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan menandatangani Adendum III Kontrak Payung dengan Asuransi Jasindo sekaligus meluncurkan Asuransi Barang Milik Negara (BMN) Preferen berbasis skema Pooling Fund Bencana. Inisiatif ini juga menandai pembayaran premi pertama melalui Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) kepada konsorsium asuransi BMN. Direktur Utama Asuransi Jasindo, Andy Samuel, mengatakan […]

  • Penjualan Eceran Agustus 2025 Tumbuh Lagi, Dipicu Momen HUT RI

    Penjualan Eceran Agustus 2025 Tumbuh Lagi, Dipicu Momen HUT RI

    • calendar_month Kam, 9 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Setelah dua bulan berturut-turut melemah, penjualan eceran nasional akhirnya tumbuh lagi pada Agustus 2025. Bank Indonesia (BI) mencatat peningkatan sebesar 0,6% secara bulanan (month to month/MtM), berbalik arah dari kontraksi -4,1% di Juli dan -0,2% di Juni. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan bahwa kenaikan ini bersifat musiman karena adanya […]

  • Pergeseran Konsumsi Akhir 2025 Jadi Sinyal Tantangan Ekonomi Indonesia pada 2026

    Pergeseran Konsumsi Akhir 2025 Jadi Sinyal Tantangan Ekonomi Indonesia pada 2026

    • calendar_month Sel, 13 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pergeseran perilaku konsumsi masyarakat pada akhir 2025 dinilai menjadi sinyal awal tantangan perekonomian Indonesia pada 2026. Tekanan biaya hidup dan ketidakpastian pendapatan mendorong rumah tangga lebih memilih menabung dibandingkan meningkatkan belanja. Survei Konsumen Bank Indonesia (BI) menunjukkan porsi pendapatan masyarakat yang dialokasikan untuk konsumsi atau average propensity to consume pada Desember 2025 turun […]

expand_less