Freeport Diproyeksi Setor Rp100 Triliun ke Negara Mulai 2028
- account_circle say say
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Foto: Area tambang terbuka Grasberg dan tambang bawah tanah Deep Mill Level Zone (DMLZ), PT Freeport Indonesia (PTFI). (PT Freeport Indonesia
JAMBISNIS.COM – PT Freeport Indonesia (PTFI) diproyeksikan meningkatkan kontribusinya terhadap penerimaan negara hingga mencapai sekitar Rp100 triliun per tahun mulai 2028.
Proyeksi tersebut seiring dengan pulihnya kapasitas produksi tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) yang ditargetkan kembali beroperasi normal dalam beberapa tahun ke depan.
Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Tony Wenas, menyatakan kontribusi tersebut berasal dari berbagai komponen, termasuk pajak, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), serta dividen.
“Pada 2027 kontribusi diperkirakan mencapai sekitar 4,3 miliar dolar AS atau setara Rp70 triliun. Sementara mulai 2028 dan seterusnya bisa mencapai 6 miliar dolar AS atau sekitar Rp100 triliun per tahun,” ujarnya dalam rapat dengar pendapat di DPR RI.
Kenaikan setoran negara didorong oleh peningkatan volume produksi serta asumsi harga komoditas yang tetap tinggi. Freeport memperkirakan harga tembaga berada di level 4,75 dolar AS per pon dan harga emas sekitar 4.000 dolar AS per ons dalam jangka panjang.
Bahkan, harga emas saat ini disebut telah menyentuh kisaran 5.000 dolar AS per ons, lebih tinggi dari asumsi perusahaan.
Selain itu, operasional tambang ditargetkan kembali ke level normal sekitar 200.000 ton bijih per hari pada 2027, setelah melewati fase pemulihan.
Pada periode 2028–2029, produksi tembaga diproyeksikan mencapai 1,7 miliar pon per tahun. Sementara itu, produksi emas ditargetkan menyentuh 43 ton per tahun. Angka tersebut menjadi salah satu level produksi tertinggi yang diharapkan dapat dipertahankan secara berkelanjutan.
- Penulis: say say



Saat ini belum ada komentar