Rabu, 20 Mei 2026
light_mode
Beranda » Internasional » AS-China Gelar Perundingan di Kuala Lumpur, Cegah Eskalasi Perang Dagang Jelang Pertemuan Trump-Xi

AS-China Gelar Perundingan di Kuala Lumpur, Cegah Eskalasi Perang Dagang Jelang Pertemuan Trump-Xi

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Minggu, 26 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Pejabat ekonomi terkemuka dari Amerika Serikat (AS) dan China memulai perundingan di Kuala Lumpur, Malaysia, pada Sabtu (25/10/2025). Langkah ini diambil untuk mencegah eskalasi perang dagang antara dua kekuatan ekonomi terbesar dunia, sekaligus mempersiapkan pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping yang dijadwalkan berlangsung pekan depan.

Mengutip CNBC, pembicaraan bilateral itu digelar di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN. Pertemuan tersebut akan memetakan arah hubungan dagang ke depan setelah Trump mengancam akan menerapkan tarif baru hingga 100% terhadap produk-produk asal China, serta memberlakukan pembatasan perdagangan tambahan mulai 1 November 2025.

Langkah tersebut merupakan respons Washington terhadap kebijakan ekspor baru China yang memperluas kontrol atas mineral tanah jarang, komoditas penting dalam industri teknologi global.

Kebijakan Trump terbaru juga mencakup perluasan daftar hitam ekspor AS terhadap ribuan perusahaan China. Hal ini mengguncang gencatan senjata perdagangan yang sebelumnya telah disepakati antara Menteri Keuangan AS Scott Bessent, Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer, dan Wakil Perdana Menteri China He Lifeng.

Sejak Mei 2025, ketiga pejabat tersebut telah menggelar empat kali pertemuan untuk meredakan ketegangan dagang. Namun, kebijakan tarif baru Trump membuat hubungan kedua negara kembali memanas.

Pemerintah Malaysia, AS, dan China sejauh ini belum memberikan rincian resmi mengenai hasil perundingan tersebut, termasuk apakah akan ada konferensi pers atau keterangan resmi kepada media.

Pertemuan di Kuala Lumpur ini disebut sebagai langkah penting untuk membuka jalan bagi pertemuan tingkat tinggi antara Trump dan Xi Jinping yang akan digelar pada KTT Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) di Korea Selatan, Kamis mendatang.

Pertemuan itu dinilai sebagai dialog berisiko tinggi yang dapat mempengaruhi kebijakan tarif, ekspor teknologi, hingga pembelian kedelai AS oleh China, yang sempat terhenti akibat ketegangan dagang.

Beberapa saat sebelum meninggalkan Washington untuk tur Asia, Trump mengonfirmasi bahwa isu pertanian dan Taiwan akan menjadi bagian dari agenda utama pembicaraannya dengan Xi.

“Para petani Amerika, yang terdampak pembekuan pembelian kedelai oleh China, dan juga Taiwan, akan menjadi bagian dari pembahasan,” ujar Trump sebelum bertolak.

Trump menegaskan bahwa dirinya tidak berencana mengunjungi Taiwan selama perjalanan ini. Namun, ia menyampaikan keprihatinan terhadap kasus taipan media Hong Kong, Jimmy Lai, yang hingga kini masih dipenjara. Kasus tersebut menjadi simbol dari tekanan Beijing terhadap kebebasan pers dan hak sipil di Hong Kong.

“Kami memiliki banyak hal untuk dibicarakan dengan Presiden Xi, dan beliau juga memiliki banyak hal untuk dibicarakan dengan kami. Saya pikir pertemuan kami akan berjalan dengan baik,” kata Trump optimistis.

Presiden AS itu dijadwalkan menjalani tur lima hari ke Asia, mencakup Malaysia, Jepang, dan Korea Selatan. Ini merupakan kunjungan luar negeri terpanjang sejak ia mulai menjabat pada Januari 2025.

Dalam wawancara di atas Air Force One, Trump juga menyinggung peran China dalam hubungan AS dengan Rusia. “Kami ingin China membantu kami dalam urusan dengan Rusia,” ujar Trump, menutup pernyataannya.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • China Pertimbangkan Batasi Ekspor Teknologi Panel Surya ke AS

    China Pertimbangkan Batasi Ekspor Teknologi Panel Surya ke AS

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – China tengah mempertimbangkan pembatasan ekspor teknologi canggih untuk pembuatan panel surya ke Amerika Serikat. Kebijakan ini berpotensi memengaruhi investasi perusahaan AS serta memperdalam rivalitas teknologi kedua negara. Mengutip laporan Reuters, pejabat China telah melakukan pembicaraan awal dengan sejumlah pemasok peralatan panel surya terkait kemungkinan pembatasan tersebut. Namun hingga kini, kebijakan itu masih dalam […]

  • Kompak Anjlok! Emas Galeri24 Merosot Rp28.000, UBS Turun Rp17.000

    Kompak Anjlok! Emas Galeri24 Merosot Rp28.000, UBS Turun Rp17.000

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas buatan UBS dan Galeri24 di Pegadaian kompak turun pada Kamis, (26/2/2026). Koreksi harga emas dari dua produk logam mulia itu di kisaran Rp17.000 dan Rp28.000. Dikutip dari laman resmi Sahabat Pegadaian, harga emas UBS kini di angka Rp3.082.000 per gram usai turun Rp17.000 dari perdagangan kemarin di Rp3.099.000. Sementara itu, Galeri24 […]

  • Kabar Pelatih Baru Timnas Indonesia Pekan Depan, Siapanya?

    Kabar Pelatih Baru Timnas Indonesia Pekan Depan, Siapanya?

    • calendar_month Senin, 15 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM– Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji mengungkapkan dalam waktu dekat akan ada kabar mengenai siapa yang akan menjadi pelatih baru Timnas Indonesia. Posisi pelatih Timnas Indonesia memang masih lowong sampai saat ini. Sosok terakhir yang mengisi posisi panas tersebut adalah Patrick Kluivert. Patrick Kluivert dan PSSI resmi berpisah pada Oktober lalu. Tidak lama setelah […]

  • Ditemukan Ribuan NIK Ganda, Belasan Ribu Calon Debitur KPR Terganjal SLIK OJK

    Ditemukan Ribuan NIK Ganda, Belasan Ribu Calon Debitur KPR Terganjal SLIK OJK

    • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Ternyata banyak masyarakat, terutama masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sulit mengambil KPR rumah subsidi. Faktor utamanya karena Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK rendah. Komisioner Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) Heru Pudyo Nugroho menyebut ada lebih dari 19.000 data calon debitur yang terkendala dari imbas SLIK OJK itu. “Data tersebut merupakan hasil […]

  • Warisan Utang Jokowi di Proyek Kereta Cepat Jadi Beban Prabowo, Purbaya Tolak APBN Jadi Penolong

    Warisan Utang Jokowi di Proyek Kereta Cepat Jadi Beban Prabowo, Purbaya Tolak APBN Jadi Penolong

    • calendar_month Senin, 27 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Polemik utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) kembali memanas. Nilai utang yang membengkak hingga lebih dari Rp116 triliun kini jadi bola panas yang berpindah tangan dari pemerintahan Presiden Joko Widodo ke Presiden Prabowo Subianto. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan sikap tegas: APBN tidak boleh menanggung utang proyek Whoosh. Menurutnya, tanggung jawab kini […]

  • BTN Pede, Dana Rp 25 Triliun Habis pada November

    BTN Pede, Dana Rp 25 Triliun Habis pada November

    • calendar_month Selasa, 14 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk tetap menyatakan optimismenya bahwa penempatan uang negara sebesar Rp 25 triliun di BTN akan terserap habis pada November 2025. Ini sejalan dengan upaya perseroan menyalurkan kredit ke sektor-sektor produktif, termasuk perumahan rakyat yang menjadi prioritas dan keahlian perseroan. Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menjelaskan bahwa penyerapan […]

expand_less