Sabtu, 27 Jun 2026
light_mode
Beranda » Internasional » AS-China Gelar Perundingan di Kuala Lumpur, Cegah Eskalasi Perang Dagang Jelang Pertemuan Trump-Xi

AS-China Gelar Perundingan di Kuala Lumpur, Cegah Eskalasi Perang Dagang Jelang Pertemuan Trump-Xi

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Minggu, 26 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Pejabat ekonomi terkemuka dari Amerika Serikat (AS) dan China memulai perundingan di Kuala Lumpur, Malaysia, pada Sabtu (25/10/2025). Langkah ini diambil untuk mencegah eskalasi perang dagang antara dua kekuatan ekonomi terbesar dunia, sekaligus mempersiapkan pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping yang dijadwalkan berlangsung pekan depan.

Mengutip CNBC, pembicaraan bilateral itu digelar di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN. Pertemuan tersebut akan memetakan arah hubungan dagang ke depan setelah Trump mengancam akan menerapkan tarif baru hingga 100% terhadap produk-produk asal China, serta memberlakukan pembatasan perdagangan tambahan mulai 1 November 2025.

Langkah tersebut merupakan respons Washington terhadap kebijakan ekspor baru China yang memperluas kontrol atas mineral tanah jarang, komoditas penting dalam industri teknologi global.

Kebijakan Trump terbaru juga mencakup perluasan daftar hitam ekspor AS terhadap ribuan perusahaan China. Hal ini mengguncang gencatan senjata perdagangan yang sebelumnya telah disepakati antara Menteri Keuangan AS Scott Bessent, Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer, dan Wakil Perdana Menteri China He Lifeng.

Sejak Mei 2025, ketiga pejabat tersebut telah menggelar empat kali pertemuan untuk meredakan ketegangan dagang. Namun, kebijakan tarif baru Trump membuat hubungan kedua negara kembali memanas.

Pemerintah Malaysia, AS, dan China sejauh ini belum memberikan rincian resmi mengenai hasil perundingan tersebut, termasuk apakah akan ada konferensi pers atau keterangan resmi kepada media.

Pertemuan di Kuala Lumpur ini disebut sebagai langkah penting untuk membuka jalan bagi pertemuan tingkat tinggi antara Trump dan Xi Jinping yang akan digelar pada KTT Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) di Korea Selatan, Kamis mendatang.

Pertemuan itu dinilai sebagai dialog berisiko tinggi yang dapat mempengaruhi kebijakan tarif, ekspor teknologi, hingga pembelian kedelai AS oleh China, yang sempat terhenti akibat ketegangan dagang.

Beberapa saat sebelum meninggalkan Washington untuk tur Asia, Trump mengonfirmasi bahwa isu pertanian dan Taiwan akan menjadi bagian dari agenda utama pembicaraannya dengan Xi.

“Para petani Amerika, yang terdampak pembekuan pembelian kedelai oleh China, dan juga Taiwan, akan menjadi bagian dari pembahasan,” ujar Trump sebelum bertolak.

Trump menegaskan bahwa dirinya tidak berencana mengunjungi Taiwan selama perjalanan ini. Namun, ia menyampaikan keprihatinan terhadap kasus taipan media Hong Kong, Jimmy Lai, yang hingga kini masih dipenjara. Kasus tersebut menjadi simbol dari tekanan Beijing terhadap kebebasan pers dan hak sipil di Hong Kong.

“Kami memiliki banyak hal untuk dibicarakan dengan Presiden Xi, dan beliau juga memiliki banyak hal untuk dibicarakan dengan kami. Saya pikir pertemuan kami akan berjalan dengan baik,” kata Trump optimistis.

Presiden AS itu dijadwalkan menjalani tur lima hari ke Asia, mencakup Malaysia, Jepang, dan Korea Selatan. Ini merupakan kunjungan luar negeri terpanjang sejak ia mulai menjabat pada Januari 2025.

Dalam wawancara di atas Air Force One, Trump juga menyinggung peran China dalam hubungan AS dengan Rusia. “Kami ingin China membantu kami dalam urusan dengan Rusia,” ujar Trump, menutup pernyataannya.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Sembako di Pasar Rakyat Kasang Jambi Stabil, Beras hingga Cabai Tak Alami Kenaikan

    Harga Sembako di Pasar Rakyat Kasang Jambi Stabil, Beras hingga Cabai Tak Alami Kenaikan

    • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM –  Harga kebutuhan pokok di Pasar Rakyat Kasang, Kota Jambi, terpantau stabil berdasarkan pembaruan data per 25 November 2025. Tidak ada komoditas yang mengalami kenaikan maupun penurunan harga, termasuk bahan pangan utama seperti beras, daging, minyak goreng, dan cabai. Data ini dirilis oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi sebagai bagian dari pemantauan rutin […]

  • Terus Merugi! Pasar Otomotif Domestik China Kurang Diminati

    Terus Merugi! Pasar Otomotif Domestik China Kurang Diminati

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Puluhan produsen kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di China diperkirakan akan menghadapi momen hidup atau mati pada 2026. Ini seiring melemahnya permintaan domestik yang berpotensi memaksa perusahaan-perusahaan yang terus merugi keluar dari pasar otomotif terbesar di dunia. Menurut para analis, sekitar 50 produsen EV di China daratan yang belum mencatatkan keuntungan kini berada di […]

  • Bawang Putih Impor Segera Masuk, Pemerintah Pastikan Harga Turun Jelang Ramadan

    Bawang Putih Impor Segera Masuk, Pemerintah Pastikan Harga Turun Jelang Ramadan

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kementerian Perdagangan (Kemendag) memastikan pasokan bawang putih impor akan segera masuk ke pasar domestik. Langkah ini diharapkan mampu menekan kenaikan harga bawang putih yang terus melonjak menjelang Ramadan dan Idul Fitri 2026. Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Iqbal Shoffan Shofwan, menyatakan pemerintah telah menerbitkan seluruh persetujuan impor (PI) bawang putih bagi pelaku […]

  • IHSG Anjlok 2,76% ke Level 6.144, Sektor Barang Baku dan Energi Terpukul, BRPT-CUAN-MEDC Jadi Top Losers

    IHSG Anjlok 2,76% ke Level 6.144, Sektor Barang Baku dan Energi Terpukul, BRPT-CUAN-MEDC Jadi Top Losers

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Tekanan terhadap IHSG terjadi merata. Seluruh indeks sektoral di Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak turun, menandakan pelemahan pasar yang bersifat luas, bukan sektoral semata. Sektor barang baku menjadi yang paling dalam koreksinya dengan penurunan 6,49%. Di belakangnya, sektor energi jatuh 5,02%, diikuti transportasi 4,69% dan barang konsumer non primer 4,11%. Pelemahan juga menjalar […]

  • Nasib Kopi Indonesia di Tengah Harga Tak Stabil dan Iklim Ekstrem

    Nasib Kopi Indonesia di Tengah Harga Tak Stabil dan Iklim Ekstrem

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Indonesia dikenal sebagai salah satu produsen kopi terbesar di dunia. Namun, industri kopi nasional kini menghadapi tantangan serius akibat volatilitas harga global, perubahan iklim, serta pengetatan regulasi internasional yang terus berkembang. Kondisi tersebut berdampak langsung pada petani hingga eksportir kopi di Tanah Air. Di tengah tekanan tersebut, Louis Dreyfus Company (LDC) menempatkan diri […]

  • Rupiah Tergelincir Lagi! Pagi Ini Tembus Rp17.275

    Rupiah Tergelincir Lagi! Pagi Ini Tembus Rp17.275

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM — Nilai tukar rupiah kembali menunjukkan pelemahan pada awal perdagangan Rabu (29/4/2026). Mata uang Garuda turun 32 poin atau 0,19 persen ke level Rp17.275 per dolar AS. Angka ini lebih rendah dibandingkan penutupan sebelumnya yang berada di posisi Rp17.243 per dolar AS. Tekanan terhadap rupiah masih terasa meski tidak terlalu dalam. Di sisi lain, […]

expand_less