Jumat, 9 Okt 2026
light_mode
Beranda » Properti » Purbaya Dapat Pujian Pengembang Properti, Ini Penyebabnya

Purbaya Dapat Pujian Pengembang Properti, Ini Penyebabnya

  • account_circle -
  • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Pengembang perumahan mengapresiasi keputusan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa terkait kepastian Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) untuk pembelian rumah.

“Ini dengan pendekatan Menkeu Purbaya, kita sangat apresiasi,” kata Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Real Estat Indonesia (REI) Joko Suranto dikutip dari Kompas, Jumat (31/10/2025).

Menurutnya, keputusan perpanjangan PPN DTP hingga tahun depan bisa menjadi bekal rencana bisnis para pengembang, hingga menumbuhkan kepercayaan para praktisi properti terhadap komitmen pemerintah.

“Kita sebagai pelaku bisnis itu punya kepercayaan lebih tinggi, bahwa arahnya memang by design, not by need,” ujarnya.

Selain itu, gaya Menkeu baru yang terbuka kepada publik dinilai sebagai angin segar, sehingga muncul harapan terbuka ruang diskusi dengan segala sektor.

“Yudhi sendiri mengatakan bahwa dia juga selalu memonitor atau pun melihat bahwa atas masukan-masukan via media sosialnya, ketika itu merupakan sebuah dorongan untuk perbaikan dan itu bagus, diambil kok. Artinya, dia enggak merasa sok pinter, gitu lho. Terbuka,” ucap Joko.

PPN DTP Lanjut Pemerintah akan melanjutkan pemberian insentif PPN DTP untuk pembelian properti pada tahun 2026. Sebab, insentif PPN DTP properti menjadi salah satu Program Paket Ekonomi yang sudah dilaksanakan saat ini dan disiapkan regulasinya untuk dilanjutkan pada tahun 2026.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, kelanjutan insentif PPN DTP properti pada 2026 sudah disetujui Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) dan Menteri Keuangan.

“Misalnya untuk pembelian rumah sampai harga Rp 5 miliar, PPN yang ditanggung Pemerintah tetap sampai Rp 2 miliar, dan sisanya ditanggung pembeli,” jelasnya saat itu.

Sebelumnya dalam konferensi pers RAPBN dan Nota Keuangan 2026 di Jakarta pada Jumat (15/8/2025), Menkeu yang kala itu masih dijabat Sri Mulyani juga sudah pernah menyinggung soal dilanjutkannya insentif PPN DTP properti pada tahun 2026. Insentif fiskal tersebut merupakan bagian dari pembiayaan Program 3 Juta Rumah yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2026.

Anggaran yang dialokasikan pemerintah untuk insentif PPN DTP properti pada 2026 sebesar Rp 3,4 triliun untuk 40.000 unit rumah. Mekanismenya sama seperti pelaksanaan insentif PPN DTP tahun 2025. Yakni untuk rumah komersial dengan harga jual sampai dengan Rp 5 miliar namun PPN yang ditanggung pemerintah sampai dengan Rp 2 miliar.

“Ini untuk menstimulus demand side nya maupun dari sisi supply atau production dan konstruksi rumahnya,” kata Sri Mulyani.(*)

  • Penulis: -

Rekomendasi Untuk Anda

  • RUPSLB Pertamina Geothermal (PGEO) Tunjuk Ahmad Yani sebagai Direktur Utama Baru

    RUPSLB Pertamina Geothermal (PGEO) Tunjuk Ahmad Yani sebagai Direktur Utama Baru

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) merombak jajaran pimpinan perusahaan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar di Jakarta, Senin (20/1/2026). Dalam rapat tersebut, pemegang saham menyepakati penunjukan Ahmad Yani sebagai Direktur Utama menggantikan Julfi Hadi yang mengundurkan diri sejak November 2025. Penunjukan Ahmad Yani dinilai sebagai langkah strategis untuk […]

  • Harga Batu Bara Melejit, Tembus Level Tertinggi 3 Bulan

    Harga Batu Bara Melejit, Tembus Level Tertinggi 3 Bulan

    • calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga batu bara kontrak Desember kembali melesat dan menembus level tertinggi dalam tiga bulan terakhir. Mengacu data Refinitiv, harga batu bara pada perdagangan Selasa (18/11/2025) ditutup di US$ 115,25 per ton, menguat 1,5% secara harian. Kenaikan ini memperpanjang tren positif selama tiga hari berturut-turut dengan akumulasi penguatan mencapai 3,4%. Level harga tersebut juga […]

  • Harga Cabe Jelang Pergantian Tahun Naik Hingga 14,29 Persen

    Harga Cabe Jelang Pergantian Tahun Naik Hingga 14,29 Persen

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga kebutuhan pokok di Kota Jambi terpantau relatif stabil menjelang pergantian tahun. Berdasarkan data Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi per 31 Desember 2025, sebagian besar harga sembako di Pasar Angso Duo dan Pasar Rakyat Talang Banjar tidak mengalami perubahan signifikan. Namun, sejumlah komoditas hortikultura, terutama cabai, tercatat mengalami kenaikan harga. Di Pasar […]

  • Purbaya Jelaskan Alasan Pemda dan BUMD Kini Boleh Pinjam Dana ke Pemerintah Pusat

    Purbaya Jelaskan Alasan Pemda dan BUMD Kini Boleh Pinjam Dana ke Pemerintah Pusat

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan alasan pemerintah pusat memberikan izin pinjaman kepada pemerintah daerah (pemda) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Menurutnya, kebijakan ini diterapkan untuk membantu daerah yang mengalami kekurangan kas sementara, terutama pada awal atau akhir tahun anggaran. “Kadang-kadang untuk awal tahun atau akhir tahun pemda kekurangan uang, ya untuk […]

  • IHSG Anjlok 0,91% ke 7.118 pada 2 April 2026, Sektor Industri Paling Tertekan

    IHSG Anjlok 0,91% ke 7.118 pada 2 April 2026, Sektor Industri Paling Tertekan

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan Kamis (2/4/2026). Hingga pukul 09.09 WIB, IHSG tercatat turun 65,495 poin atau 0,91% ke level 7.118,943. Pelemahan IHSG terjadi seiring tekanan yang melanda hampir seluruh sektor di Bursa Efek Indonesia. Sektor perindustrian menjadi yang paling tertekan dengan penurunan hingga 2,29%, menjadikannya sektor dengan koreksi […]

  • Ekonomi Tanjab Timur Masih Ditopang Tambang dan Pertanian

    Ekonomi Tanjab Timur Masih Ditopang Tambang dan Pertanian

    • calendar_month Senin, 5 Okt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Perekonomian Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi, pada 2026 masih menunjukkan ketergantungan kuat terhadap sektor berbasis sumber daya alam. Namun, pemerintah daerah mulai mendorong hilirisasi komoditas lokal sebagai strategi untuk menciptakan nilai tambah dan memperluas sumber pertumbuhan ekonomi. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan ekonomi Tanjung Jabung Timur pada Triwulan I 2026 tumbuh 2,92 […]

expand_less