APBN dan APBD Biayai 8 Proyek Raksasa di Jambi, dari Tol hingga Bendungan
- account_circle say say
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak

Gambar Ilustrasi mega proyek Jambi 2026.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Pemerintah pusat dan daerah tengah mengakselerasi sejumlah proyek infrastruktur strategis di Provinsi Jambi. Tercatat ada delapan proyek besar yang kini menjadi perhatian, mulai dari jalur kereta api batu bara, jalan tol, hingga bendungan raksasa.
Mengutip laporan TribunJambi, proyek-proyek ini dibiayai melalui kombinasi APBN dan APBD, dengan tujuan utama memperkuat konektivitas, menekan biaya logistik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi regional. Sebagian proyek telah memasuki tahap konstruksi, sementara lainnya masih dalam tahap perencanaan dan pembahasan lanjutan.
Pemerintah Provinsi Jambi bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan tengah mematangkan rencana pembangunan jalur kereta api khusus angkutan batu bara. Jalur ini dirancang menghubungkan wilayah tambang di Kabupaten Bungo dan Sarolangun menuju Pelabuhan Talang Duku atau Kemingking di Muaro Jambi.
Proyek ini merupakan bagian dari pengembangan Kereta Api Trans Sumatera yang ditujukan untuk menekan ongkos angkut serta mengurangi kemacetan akibat truk batu bara di jalan nasional. Selain rel kereta, pembangunan jalan khusus batu bara juga terus berjalan dengan melibatkan investor swasta.
Namun, di lapangan proyek ini sempat menghadapi penolakan warga, terutama terkait rencana pembangunan stockpile yang dinilai terlalu dekat dengan kawasan permukiman. Pemerintah daerah kini melakukan evaluasi tata ruang untuk memastikan proyek tetap berjalan tanpa mengorbankan aspek sosial dan lingkungan.
Proyek lain yang menjadi perhatian adalah pembangunan Jalan Tol Jambi–Pekanbaru. Tol ini telah masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN). Pembangunan dibagi menjadi dua ruas, yakni Jambi–Rengat sepanjang sekitar 198 kilometer dan Rengat–Pekanbaru.
Kementerian Pekerjaan Umum menargetkan percepatan proses lelang dan konstruksi karena proyek ini dinilai krusial dalam memangkas waktu tempuh serta biaya logistik di Sumatera bagian tengah.
Saat ini pengembangan Kawasan Ekonomi Ujung Jabung yang dirancang sebagai pusat industri dan pelabuhan di wilayah Tanjung Jabung Timur. Namun, proyek ini sempat kehilangan prioritas setelah pemerintah pusat menghentikan alokasi anggaran akibat refocusing saat pandemi.
Sementara itu, Kawasan Industri Kemingking di Muaro Jambi yang masuk dalam PSN diproyeksikan menjadi pusat hilirisasi komoditas sawit dan kelapa, meski sempat terkendala masalah tata ruang.
Untuk mendukung konektivitas pelabuhan, pembangunan jalan Suak Kandis–Ujung Jabung terus dilanjutkan dan sebagian ruas telah selesai dibangun dengan dana APBD, sementara tahap berikutnya akan dibiayai APBN. Proyek ini menghadapi tantangan kondisi tanah gambut, sehingga digunakan teknologi khusus untuk menjaga stabilitas jalan.
Di sektor pariwisata, revitalisasi Kawasan Cagar Budaya Nasional Muaro Jambi terus dipercepat. Sampai saat ini pemerintah terus melakukan pemugaran sejumlah candi utama seperti Candi Kotomahligai dan Candi Parit Duku, serta menyiapkan pembangunan museum kawasan. Pengembangan ini diharapkan memperkuat upaya menjadikan kawasan tersebut sebagai destinasi wisata edukasi bertaraf internasional.
Selain itu ada proyek lain yang tak kalah hebatnya yaitu pembangunan Bendungan Merangin di Kabupaten Merangin dengan nilai investasi triliunan rupiah.Bendungan ini memiliki berbagai fungsi, mulai dari pembangkit listrik tenaga air, irigasi pertanian, penyediaan air baku, hingga pengendalian banjir di Daerah Aliran Sungai Batanghari. Selain itu, kawasan bendungan juga direncanakan menjadi destinasi wisata baru yang terintegrasi dengan Geopark Merangin.
Secara keseluruhan, proyek ini menunjukkan arah pembangunan Jambi yang semakin terintegrasi antara sektor logistik, industri, energi, dan pariwisata. Namun, percepatan pembangunan tetap perlu diimbangi dengan pengawasan ketat, terutama terkait dampak sosial, lingkungan, serta kepastian investasi.
Jika terealisasi sesuai rencana, proyek-proyek ini diperkirakan akan mengubah peta ekonomi Jambi dan memperkuat perannya sebagai simpul penting di Pulau Sumatera.
- Penulis: say say
