Senin, 19 Okt 2026
light_mode
Beranda » Ekonomi » Ekonom Ragukan Pertumbuhan Ekonomi RI 5,61% di Kuartal I 2026

Ekonom Ragukan Pertumbuhan Ekonomi RI 5,61% di Kuartal I 2026

  • account_circle say say
  • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Sejumlah ekonom yang tergabung dalam Aliansi Ekonom Indonesia meragukan angka pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026 yang mencapai 5,61 persen secara tahunan.

Angka tersebut dinilai terlalu tinggi dan tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi riil perekonomian. Bahkan, sejumlah akademisi menemukan indikasi inkonsistensi dalam data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS).

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Momamad Ikhsan, bersama peneliti LPEM FEB UI, Teuku Riefky, mengungkap adanya kejanggalan antara kontraksi sektor listrik sebesar minus 0,99 persen dengan pertumbuhan sektor manufaktur yang justru mencapai 5,04 persen.

Menurut mereka, kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mendasar terkait akurasi pengukuran produk domestik bruto (PDB).

“Jika inkonsistensi tersebut dikoreksi, pertumbuhan ekonomi yang lebih realistis diperkirakan berada di kisaran 4,4 persen hingga 5,2 persen,” ujar Riefky dalam diskusi publik.

Selain persoalan data, para ekonom juga menilai kondisi fundamental ekonomi belum menunjukkan perbaikan signifikan. Penurunan kelas menengah, melemahnya daya beli masyarakat, serta stagnasi produktivitas sektoral masih menjadi tantangan utama.

Senior Researcher LPEM UI, Vid Adrison, menambahkan bahwa tingginya belanja pemerintah pada awal tahun tidak serta-merta mencerminkan kesehatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Ia menilai fenomena front-loading atau percepatan belanja di awal tahun justru dapat menimbulkan ilusi kondisi fiskal yang kuat.

“Yang perlu diwaspadai adalah tekanan pada kuartal berikutnya, terutama terkait ruang fiskal yang menyempit dan potensi penurunan transfer ke daerah,” kata Vid.

Di sisi lain, tekanan terhadap perekonomian nasional juga datang dari berbagai faktor eksternal dan internal, seperti pelemahan nilai tukar rupiah, konflik geopolitik global, serta dinamika perdagangan internasional.

Policy Strategist Coordinator CERAH, Dwi Wulan, menilai pelemahan rupiah mencerminkan masalah struktural yang lebih dalam, terutama ketergantungan pada arus modal asing.

“Pelemahan rupiah bukan sekadar isu teknikal, tetapi mencerminkan menurunnya kepercayaan investor terhadap arah kebijakan,” ujarnya.

Sementara itu, ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, menekankan pentingnya kepastian dan transparansi data pemerintah dalam menjaga kepercayaan pasar.

Menurut dia, krisis ekonomi sering kali dipicu oleh hilangnya kepercayaan investor terhadap kebijakan dan data yang disampaikan pemerintah.

“Di tengah ketidakpastian global, keakuratan data menjadi kunci. Tanpa itu, kepercayaan akan hilang dan risiko krisis meningkat,” katanya.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Makin Dekat Rp18 Ribu, Rupiah Dibuka Rp17.948 per Dolar AS

    Makin Dekat Rp18 Ribu, Rupiah Dibuka Rp17.948 per Dolar AS

    • calendar_month Senin, 28 Sep 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Rupiah kembali tertekan. Mata uang Indonesia semakin mendekati level psikologis Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS). Pada pembukaan perdagangan Senin (28/9/2026), rupiah langsung melemah 45 poin atau 0,25 persen. Nilai tukar rupiah dibuka di level Rp17.948 per dolar AS. Mengutip Antara, posisi tersebut merosot dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp17.903 […]

  • OJK Rilis Aturan Baru Asuransi Kesehatan, Co-Payment Ditetapkan 5%

    OJK Rilis Aturan Baru Asuransi Kesehatan, Co-Payment Ditetapkan 5%

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi menerbitkan Peraturan OJK (POJK) Nomor 36 Tahun 2025 tentang Penguatan Ekosistem Asuransi Kesehatan. Aturan ini akan mulai berlaku pada 22 Maret 2026 dan mengatur sejumlah ketentuan baru, termasuk skema co-payment sebesar 5 persen. Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan dan Komunikasi OJK M. Ismail Riyadi mengatakan, aturan tersebut disusun […]

  • OJK Terbitkan Dua Aturan Baru Untuk Bank Syariah

    OJK Terbitkan Dua Aturan Baru Untuk Bank Syariah

    • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan dua Peraturan OJK (POJK) terbaru. POJK terbaru ini untuk memperkuat ketahanan dan daya saing industri perbankan syariah nasional, yaitu POJK Nomor 20 Tahun 2025 tentang Kewajiban Pemenuhan Rasio Kecukupan Likuiditas (Liquidity Coverage Ratio/LCR) dan Rasio Pendanaan Stabil Bersih (Net Stable Funding Ratio/NSFR) bagi Bank Umum Syariah (BUS) dan Unit […]

  • 5 Buah Ampuh Turunkan Asam Urat Tinggi Secara Alami, Tanpa Obat Kimia

    5 Buah Ampuh Turunkan Asam Urat Tinggi Secara Alami, Tanpa Obat Kimia

    • calendar_month Minggu, 16 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kadar asam urat tinggi dapat dikendalikan tanpa selalu bergantung pada obat kimia. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa beberapa jenis buah kaya antioksidan, vitamin C, dan senyawa penurun purin dapat membantu menurunkan kadar asam urat secara alami. Berikut daftar buah yang terbukti membantu menurunkan asam urat secara alami, dikutip dari Times of India. 1. Buah […]

  • Sama-Sama 4 Poin, Indonesia U20 dan Australia Siap Saling Jegal

    Sama-Sama 4 Poin, Indonesia U20 dan Australia Siap Saling Jegal

    • calendar_month Sabtu, 5 Sep 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Laga penentuan sudah di depan mata. Timnas Indonesia U20 bakal menghadapi Australia U20 dalam pertandingan terakhir Grup H Kualifikasi Piala Asia U20 2027, Minggu (6/9/2026). Duel yang berlangsung di New Laos National Stadium, Vientiane, pukul 16.00 WIB itu dipastikan berlangsung panas. Bukan sekadar laga perebutan tiga poin, pertandingan ini menjadi penentu siapa yang […]

  • Haji Isam Borong Saham PACK Rp936 Miliar, Kepemilikan Tembus 21 Persen

    Haji Isam Borong Saham PACK Rp936 Miliar, Kepemilikan Tembus 21 Persen

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pengusaha nasional Samsudin Andi Arsyad atau Haji Isam mengakumulasi saham PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK) dalam jumlah besar pada Rabu, 13 Mei 2026. Nilai transaksi pembelian tersebut mencapai sekitar Rp936,65 miliar. Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Haji Isam membeli sekitar 6,83 miliar lembar saham dengan harga Rp137 per lembar. […]

expand_less