Sabtu, 16 Mei 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Utang Indonesia Capai Rp 9.138 Triliun, Menkeu Purbaya Pastikan Masih Aman dan Terkendali

Utang Indonesia Capai Rp 9.138 Triliun, Menkeu Purbaya Pastikan Masih Aman dan Terkendali

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan posisi utang Indonesia yang mencapai Rp 9.138,05 triliun atau setara 39,86% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) masih dalam kategori aman dan terkendali. Dalam kegiatan Sarasehan 100 Ekonom Indonesia di Jakarta, Selasa (28/10/2025), Purbaya menjelaskan bahwa lembaga pemeringkat internasional menilai kesehatan fiskal suatu negara berdasarkan dua indikator utama: rasio defisit terhadap PDB (deficit to GDP ratio) dan rasio utang terhadap PDB (debt to GDP ratio).

“Indonesia masih di bawah standar kedua indikator tersebut,” kata Purbaya.

Sebagai perbandingan, Uni Eropa dalam Maastricht Treaty menetapkan ambang batas defisit sebesar 3% terhadap PDB, sementara defisit Indonesia masih di bawah angka itu, yakni Rp 371,5 triliun atau 1,56% terhadap PDB per 30 September 2025.

Begitu juga dengan rasio utang yang berada di level 39,86%, jauh di bawah ambang batas 60% terhadap PDB.

“Dengan standar internasional paling ketat pun, posisi fiskal Indonesia masih prudent,” ujarnya.

Purbaya menegaskan bahwa pemerintah akan terus menjaga agar defisit APBN tidak melebihi 3%, baik untuk tahun ini maupun tahun depan.

“Dalam waktu dekat tidak akan berubah. Tidak akan saya ubah itu, akan saya jaga terus,” tegasnya.

Lebih lanjut, Purbaya mengungkapkan bahwa evaluasi terhadap rasio utang dan pendapatan negara baru akan dilakukan bila pertumbuhan ekonomi nasional mampu mencapai 7% hingga 8%.

“Kalau tumbuh 7%, kami akan pertimbangkan apakah perlu dikurangi pajak atau ditambah pembiayaan agar bisa tembus 8%,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, Suminto, menyampaikan bahwa dari total utang Rp 9.138,05 triliun tersebut, Rp 1.157 triliun berasal dari pinjaman luar negeri, dan Rp 7.980,87 triliun berasal dari Surat Berharga Negara (SBN).

Mulai tahun ini, Kementerian Keuangan juga akan merilis data utang secara triwulanan, bukan bulanan seperti sebelumnya, agar statistik utang lebih kredibel dan konsisten dengan data PDB yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) setiap kuartal.

Dengan posisi fiskal yang tetap sehat, pemerintah optimistis mampu menjaga kepercayaan investor dan stabilitas ekonomi nasional, sekaligus mendukung target pertumbuhan ekonomi menuju 8% di masa mendatang.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pembobolan Lewat BI Fast, OJK Akui Kompleksitas dan Sulit Ditangani Play Button

    Pembobolan Lewat BI Fast, OJK Akui Kompleksitas dan Sulit Ditangani

    • calendar_month Selasa, 16 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kasus pembobolan perbankan melalui BI Fast menjadi kekhawatiran tersendiri. Terlebih peristiwa ini diduga dilakukan oleh jaringan yang terorganisir. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menyampaikan keyakinan itu, Senin (15/12). Ia mengatakan kasus penipuan dan serangan siber di sektor keuangan saat ini merupakan persoalan yang semakin kompleks dan sulit ditangani. Dilansir Kompas.com, […]

  • Rupiah Menguat Lagi, Kini Sudah Dilevel  Rp16.847 per Dolar AS

    Rupiah Menguat Lagi, Kini Sudah Dilevel Rp16.847 per Dolar AS

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali menguat pada perdagangan hari ini, Jumat (23/1/2026). Rupiah dibuka bergerak menguat 49 poin atau 0,29 persen menjadi Rp16.847 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.896 per dolar AS. Penguatan rupiah mendapat tanggapan dari Presiden Direktur PT Doo Financial Futures Ariston Tjendra. Dikutip dari Antara, ia […]

  • Tambang batubara

    Cuan, Harga Batubara Acuan Naik untuk Semua Kategori

    • calendar_month Selasa, 16 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga batubara acuan atau HBA untuk periode kedua Desember 2025 mengalami kenaikan. Kenaikan ini terjadi untuk semua kategori. Kenaikan tertinggi terjadi pada batubara dengan kandungan kalori tertinggi (6.322 GAR), yakni naik 2,55 dolar AS. Dengan kenaikan ini, harga batubara acuan 6.322 GAR di angka 100,81 dolar AS. Berdasarkan SK Kemen ESDM berikut harga […]

  • emas batangan

    Sejumlah Nama Baru Masuk Daftar Orang Terkaya di Indonesia

    • calendar_month Senin, 15 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Sepuluh besar orang terkaya Indonesia versi Forbes pada Desember 2025 mengalami perubahan. Bahkan jika daftar itu diperpanjang lagi, bermunculan nama baru. Sementara dari daftar 10 orang terkaya Indonesia, beberapa nama melorot dari daftar. Menurut Forbes sebagaimana dilansir Kompas.com, Senin (15/12) penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 17 persen sepanjang tahun ini turut […]

  • Harga Emas 24 Karat Hari Ini 16 Mei 2026: Antam, Pegadaian, hingga Hartadinata Kompak Turun

    Harga Emas 24 Karat Hari Ini 16 Mei 2026: Antam, Pegadaian, hingga Hartadinata Kompak Turun

    • calendar_month 9 menit yang lalu
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas dunia tercatat turun ke kisaran USD 4.547 per ounce atau melemah sekitar 2,22 persen. Dalam sepekan, harga emas bahkan terkoreksi hingga hampir 4 persen. Pelemahan ini dipicu meningkatnya inflasi di Amerika Serikat yang memicu ekspektasi bahwa bank sentral Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Kondisi tersebut turut menekan […]

  • Direstui AS, India Borong 20 Juta Barel Minyak Rusia lewat Pengiriman Kilat

    Direstui AS, India Borong 20 Juta Barel Minyak Rusia lewat Pengiriman Kilat

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – emerintah India bergerak cepat mengamankan pasokan energi dengan membeli jutaan barel minyak mentah Rusia setelah mendapat dispensasi sementara dari Amerika Serikat. Departemen Keuangan AS memberikan pengecualian selama 30 hari yang memungkinkan perusahaan pengolahan minyak India mengimpor minyak dari Rusia. Kebijakan ini diambil untuk menjaga pasokan minyak global di tengah ketegangan geopolitik di kawasan […]

expand_less